SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN JKN DI INDONESIA

Posted on Updated on

SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN JKN DI INDONESIA
Dasar Pemikiran
Sumber daya manusia (SDM) kesehatan dipandang sebagai komponen kunci untuk menggerakkan pembangunan kesehatan, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal. Dalam hal pencapaian target pembangunan milenium bidang kesehatan, dapat dikatakan secara nasional sudah sejalan dengan target yang diharapkan, namun beberapa masalah kesehatan masih menuntut kerja keras semua pihak, antara lain penurunan angka kematian ibu, pencegahan penularan infeksi baru HIV, perluasan akses terhadap sarana air bersih dan air minum bagi masyarakat perkotaan dan perdesaan serta penurunan laju pertambahan penduduk.
Isu SDM kesehatan menjadi semakin strategis sejalan dengan berlakunya Sistem Jaminan Sosial Nasional dengan tujuan memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak, termasuk dengan penyediaan jaminan kesehatan bagi seluruh penduduk di Indonesia. Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional mulai 1 Januari 2014 membutuhkan ketersediaan SDM kesehatan dalam jumlah, jenis dan mutu yang memadai dan terdistribusi dengan baik.
Melalui berbagai kegiatan dan peristiwa sepanjang tahun 2013, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr Nafsiah Mboi, SpA, MPH kerap menggaris bawahi masalah terkait kualitas dan kuantitas sumber daya manusia kesehatan. Menurut beliau, meskipun secara nasional akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar sudah meningkat dengan ditandai meningkatnya jumlah pusat layanan seperti Puskesmas dan Poskesdes dimasing-masing desa serta mulai diberlakukannya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per 1 Januari 2014, namun data statistik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukan adanya ketimpangan dalam penyebaran atau distribusi tenaga terampil kesehatan sesuai jenis dan sifat pekerjaan.

Permasalahan
Dari data yang ada, secara nasional, jumlah tenaga kesehatan belum memenuhi target per 100.000 penduduk. Jumlah dokter spesialis baru mencapai 7,73 dari target 9; Dokter umum tercatat baru mencapai 26,3 dari target 30. Sementara perawat baru mencapai 157,75 dari target 158 dan bidan 43,75 dari target 75 per 100.000 penduduk. Dengan kondisi seperti ini, tentunya bisa dibayangkan, ketersediaan tenaga kesehatan di kantong-kantong Daerah Tertinggal Terpencil Perbatasan (DTTPK) seperti Nusa Tenggara Timur dan Papua. Namun demikian, persoalan ini tidaklah berdiri sendiri tetapi terkait erat dengan berbagai faktor seperti : kondisi geografis, transportasi, infrastruktur serta yang paling dasar adalah regulasi terkait kuantitas dan kualitas dan pemerataan distribusi tenaga kesehatan dimaksud.
Kurangnya minat tenaga kesehatan untuk bekerja di daerah terpencil mempunyai andil yang cukup besar terhadap semakin rumitnya permasalahan berkaitan dengan pemerataan tenaga kesehatan di Indonesia. Namun demikian hal tersebut tidak sepenuhnya dipersalahkan. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus dapat melihat permasalahan tersebut secara komprehensif. Pemerintah harus dapat menjawab pertanyaan mengapa daerah terpencil tidak diminati oleh tenaga kesehatan? Seberapa besar usaha yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pendekatan yang dilakukan dalam upaya pemerataan tenaga kesehatan selama ini masih berorientasi kepada materi semata. Dengan beranggapan bahwa dengan gaji dan insentif yang tinggi permasalahan kekurangan tenaga kesehatan di daerah terpencil akan selesai.

Upaya Mengatasi Permasalahan SDM Kesehatan Dengan Keikut Sertaan Pemerintah Daerah

Upaya untuk mengatasi permasalahan pemerataan tenaga kesehatan di daerah terpencil tidak semata-mata terfokus kepada manusianya saja akan tetapi harus dibarengi dengan upaya untuk membangun sarana dan prasarana yang menunjang. Salah satu hal penting yang merupakan kendala di daerah terpencil adalah ‘akses’. Tanpa adanya akses tenaga kesehatan akan kesulitan mendapatkan informasi. Kebutuhan akan akses mutlak diperlukan. Akses dapat berupa akses fisik seperti transportasi, sarana jalan yang memadai yang berguna sebagai sarana yang membantu pada saat akan merujuk pasien ke tingkat pelayanan yang lebih tinggi. Akses lain yang tidak kalah pentingnya adalah kebutuhan akses akan informasi terbaru baik tentang perkembangan ilmu pengetahuan maupun tentang perkembangan informasi global.
Kebutuhan akan sarana dan prasarana ini tidak akan mampu ditanggani sendiri oleh Kementerian Kesehatan. Pemerintah pusat perlu mendorong pembangunan di daerah agar anggaran yang telah dikeluarkan untuk membiayai program pemerataan tenaga kesehatan di daerah terpencil tidak sia-sia.
Disadari atau tidak Kementerian Kesehatan bukanlah kementerian “super power” yang dapat dengan leluasa bergerak di daerah. Oleh sebab itu tidak bisa berjalan sendiri dengan hanya mengandalkan peraturan menteri atau keputusan menteri semata. Dalam hal ini Kementerian Kesehatan perlu menggandeng Kementerian Dalam Negeri dalam mensosialisakan untuk suksesnya suatu kebijakan yang akan diterapkan di daerah. Perlunya pendampingan ke berbagai daerah terhadap kebijakan yang telah digulirkan untuk mendapatkan prioritas dalam pembangunan daerah. Kaitannya dengan peran otonomi daerah perlu juga ditinjau kembali PP nomor 38 Tahun 2007 Bidang Kesehatan, karena dalam peraturan tersebut belum secara tegas dan terperinci mengatur peran pemerintah provinsi/kabupaten/kota khususnya dalam manajemen sdm kesehatan. Dengan demikian diharapkan pemerintah daerah dapat dengan “leluasa” mengatur dan berinovasi menentukan arah dan nasib tenaga kesehatan di wilayahnya.
Upaya melibatkan stake holder setempat sudah semestinya dilakukan mulai dari proses perencanaan sampai dengan evaluasi . Perlunya kemitraan (partnership) untuk melakukan analisis situasi daerah setempat untuk mendapatkan keadaan daerah secara akurat dan sesuai dengan kondisi realita yang ada. Diiharapkan dapat menampung seluruh masukkan yang menggambarkan kebutuhan tiap-tiap daerah serta dapat mengakomodasi permasalahan yang ada sesuai dengan latar belakang sosial ekonomi dan kondisi geografis. Nantinya intervensi kebijakannya pun disesuaikan dengan permasalahan tiap-tiap daerah, tidak digeneralisir antar satu daerah dengan daerah yang lain. Sebagai contoh pembiayaan yang ada di daerah Timur Indonesia akan sangat berbeda dibandingkan di Sumatera. Juga di Kalimantan akan berbeda dengan daerah Sulawesi.
Peran daerah dalam peraturan menteri kesehatan tentang perencanaan tenaga kesehatan hanya sebatas penghitungan kebutuhan jumlah tenaga kesehatan. Penghitungan jumlah kebutuhan tenaga yang digunakan tersebut berdasarkan ratio tenaga kesehan terhadap jumlah penduduk di satu wilayah. Penghitungan berdasarkan ratio akan sangat cocok apabila digunakan pada daerah dengan penduduk dengan penyebaran yang ideal. Artinya antara jumlah penduduk dengan luas wilayah tidak terlalu jarang. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah penghitungan berdasarkan ratio dapat diterapkan di semua wilayah Indonesia? Apakah penghitungan berdasarkan ratio yang ideal di suatu wilayah dapat dipastikan bahwa coverage pelayanan kesehatan masyarakat terpencil sudah terjangkau?

Peran daerah tidak cukup diberi kebebasan dalam menentukan cara dan metode sesuai dengan situasi dan masalah yang dihadapi masing-masing daerah. Daerah tidak mempunyai cukup pedoman dalam melakukan inovasi-inovasi tersebut karena dikondisikan untuk tidak dapat melakukan inovasi-inovasi untuk mengatasi permasalahan tenaga kesehatan dengan cara mereka sendiri. Hal ini dapat dilihat di sebagian besar daerah masih mengandalkan pemerintah pusat dalam hal pendanaan maupun ide – ide untuk kemajuan di bidang kesehatan. Dinas kesehatan idealnya membuat petunjuk teknis tentang pengaturan tenaga kesehatan sesuai dengan kondisi daerahnya berupa petunjuk teknis atau standar operasional prosedur (SOP), namun kenyataannya peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat tidak ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya petunjuk teknis atau peraturan kepala dinas setempat akibatnya timbul penafsiran yang beragam dalam pelaksanaannya di lapangan.
Penambahanan peran daerah dalam membuat SOP atau juknis yang ada harus lebih ditingkatkan mulai proses perencanaan sampai dengan evaluasi dan monitoring tingkat daerah. Penguatan peran monitoring dan evaluasi di tingkat daerah sangat berdampak pada keberhasilan program secara nasional. Monitoring yang selama ini dilakukan sangat mengandalkan laporan yang bersifat kuantitatif. Sehingga mempunyai kesan bahwa monitoring berjalan merupakan pekerjaan rutinitas.
Kesulitan dalam hal monitoring maupun koordinasi dapat dikurangi apabila penugasan khusus tenaga kesehatan di daerah terpencil dilakukan secara ‘team work’. Apabila penugasan khusus dilakukan secara tim memudahkan dalam koordinasi dan keberlangsungan tenaga kesehatan yang bertugas melayani masyarakat di fasilitas kesehatan. Seorang koordinasi tim yang akan mengatur jadwal tiap-tiap anggota tim yang lain. Sebuah tim penugasan khusus mempunyai kewenangan penuh dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat karena sudah dibekali dan berdasarkan standar pelayanan yang jelas dan baik. Permen/Kepmen yang ada masih didominasi struktur organisasi birokrasi, dengan prosedur yang panjang dan rumit. Dengan situasi dan kondisi di lapangan yang sangat dinamis perlu pertimbangkan sebuah sistem dengan struktur organisasi adhocracy, artinya bahwa sebuah pelayanan kesehatan di suatu daerah terpencil dijalankan melalui penugasan secara tim (bukan individu) untuk mengakomodasi kebutuhan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dan rotasi tenaga kesehatan yang bertugas dalam rangka refreshing dan mengurangi kejenuhan.
Leading sector dalam hal ini adalah Badan Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan perlu merangkul lebih stake holder dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan juga universitas-universitas yang mencetak tenaga kesehatan/kedokteran untuk menyiapkan kurikulum yang berbasis kompetensi di daerah terpencil untuk memperkenalkan bidang kerja yang mungkin dihadapi oleh peserta didik nantinya. Kebijakan rekrutmen tenaga kesehatan dapat dimulai sejak seleksi masuk perguruan tinggi terhadap calon peserta didik yang harus memperhatikan daerah asal terutama dari daerah-daerah yang masih membutuhkan tenaga kesehatan khususnya dokter selanjutnya diarahkan bisa mengabdi di daerahnya berasal.
Dalam rangka mempromosikan agar daerah terpencil lebih diminati dan mendapat sambutan yang baik dari masyarkat perlu sekiranya pemerintah pusat ataupun daerah memberikan penghargaan kepada “tenaga kesehatan daerah terpencil teladan” pada even-even tingkat daerah maupun nasional, sehingga dapat memacu tenaga kesehatan yang lain untuk bekerja dengan baik.

Rencana Pengembangan Tenaga Kesehatan (RPTK) 2011-2025
• Pengembangan tenaga kesehatan meliputi perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan, pengadaan/ produksi, pendayagunaan, serta pembinaan dan pengawasan mutu tenaga kesehatan.
• Prioritas pada 13 (tiga-belas) jenis tenaga, yaitu dokter spesialis, dokter, dokter gigi, perawat, bidan, perawat gigi, apoteker, asisten apoteker, sanitarian,gizi, kesehatan masyarakat, keterapian fisik, dan ketehnisian medis.

Strategi Perencanaan SDM Kesehatan

• Penyusunan rencana kebutuhan,memperhatikan kebutuhan SDMK yang diutamakan untuk upaya kesehatan
• Penguatan para Perencana SDM
• Perencanaan melalui peningkatan dan pemantapan keterkaitannya dengan pengadaan, pendayagunaan, serta pembinaan dan pengawasan
• Peningkatan sistem informasi

Strategi Pendayagunaan SDM Kesehatan

• Kerjasama dgn Pemerintah Daerah dalam penempatan
• Pengaturan dan pemberian imbalan untuk kepentingan pelayanan publik di DTPK
• Swasta dapat merekrut dan menempatkan SDMK sesuai kebutuhannya
• Pendayagunaan tenaga masyarakat untuk UKBM (Pemda,UPTD dan masyarakat)
• Penerapan pola karir di pemerintah & swasta.
• CPD
• Pendayagunaan tenaga kesehatan untuk luar negeri & tenaga kesehatan asing membutuhkan Per-UU yang jelas dan tetap agar terhindar dari hal-hal yang tidak diingikan khususnya bila terjadi tindakan hukum.
• Pendayagunaan tenaga kesehatan WNI lulusan luar negeri untuk menambah khasanah kerja dan peningkatan profesionalisme
• Diklat untuk pengembangan dan profesionalitas.

Komunikasi Efektif

Posted on Updated on

Komunikasi Efektif dalam Pelayanan Kesehatan

Komunikasi secara umum dapat diartikan sebagai proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain dengan menggunakan media dan cara penyampaian pesan yang dipahami oleh kedua pihak, serta saling memiliki kesamaan arti lewat transmisi pesan secara timbal balik.
Berkomunikasi efektif berarti bahwa komunikator dan komunikan sama-sama memiliki pengertian yang sama tentang suatu pesan. Oleh karena itu, dalam bahasa asing orang menyebutnya “the communication is in tune” ,yaitu kedua belah pihak yang berkomunikasi sama-sama mengerti apa pesan yang disampaikan.

Menurut Jalaluddin dalam bukunya Psikologi Komunikasi menyebutkan, komunikasi yang efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya menimbulkan suatu tidakan.

Syarat-syarat untuk berkomunikasi secara efektif adalah antara lain :

1. Menciptakan suasana yang menguntungkan.
2. menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti.
3. pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat di pihak komunikan.
4. Pesan dapat menggugah kepentingan dipihak komunikan yang dapat menguntungkannya.
5. Pesan dapat menumbuhkan sesuatu penghargaan atau reward di pihak komunikan.

Stephen Covey menekankan konsep kesalingtergantungan (interdependency) untuk menjelaskan hubungan antarmanusia. Unsur yang paling penting dalam komunikasi bukan sekadar pada apa yang kita tulis atau kita katakan, tetapi lebih pada karakter kita dan bagaimana kita menyampaikan pesan kepada penerima pesan. Jika kata-kata atau pun tulisan kita dibangun dari teknik hubungan manusia yang dangkal (etika kepribadian), bukan dari diri kita yang paling dalam (etika karakter), maka orang lain akan melihat atau membaca sikap kita. Jadi syarat utama dalam komunikasi efektif adalah karakter yang kokoh yang dibangun dari pondasi integritas pribadi yang kuat. Menurut Stephen Covey, justru komunikasi merupakan ketrampilan yang paling penting dalam hidup kita. Kita menghabiskan sebagian besar jam di saat kita sadar dan bangun untuk berkomunikasi. Sama halnya dengan pernafasan, komunikasi kita anggap sebagai hal yang otomatis terjadi begitu saja,sehingga kita tidak memiliki kesadaran untuk melakukannya dengan efektif. Kita tidak pernah dengan secara khusus mempelajari bagaimana menulis dengan efektif, bagaimana membaca dengan cepat dan efektif, bagaimana berbicara secara efektif, apalagi bagaimana menjadi pendengar yang baik. Bahkan untuk yang
terakhir, yaitu ketrampilan untuk mendengar tidak pernah diajarkan atau kita pelajari dalam proses pembelajaran yang
kita lakukan baik di sekolah formal maupun pendidikan informal lainnya. Bahkan menurut Covey, hanya sedikit orang yang pernah mengikuti pelatihan mendengar. Dan sebagian besar pelatihan tersebut adalah teknik Etika Kepribadian, yang terpotong dari dasar karakter dan dasar hubungan yang mutlak vital bagi pemahaman kita terhadap keberadaan orang lain.
Syarat utama agar komunikasi itu efektif adalah kredibilitas
Keterampilan komunikasi antar perorangan adalah kemampuan untuk terus menerus membangun kredibilitas dan dapat
dipercayanya segala apa yang kita komunikasikan. Untuk membangun kredibilitas harus ada isi pesan yang jelas, suara/intonasi dalam menyampaikan pesan dan wahana bagaimana orang itu menyampaikan pesan. Jadi semakin seseorang tidak konsekuen dengan ketiga hal tersebut, maka akan menentukan kredibilitas sesorang, semakin tidak konsekuen akan menjadi semakin “tidak dipercaya”.
Johnson, Sutton dan Harris (2001: 81)menunjukkan cara-cara agar komunikasi efektif dapat dicapai. Menurut mereka, komunikasi efektif dapat terjadi melalui atau dengan didukung oleh aktivitas role-playing, diskusi, aktivitas kelompok kecil dan materi-materi pengajaran yang relevan. Meskipun penelitian mereka terfokus pada komunikasi efektif untuk proses belajar-mengajar, hal yang dapat dimengerti di sini adalah bahwa suatu proses komunikasi membutuhkan aktivitas, cara dan sarana lain agar bisa berlangsung dan mencapai hasil yang efektif.
Menurut Thomas Leech dalam bukunya “Say it like Shakespeare”. Ada lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus kita perhatikan yaitu:
(1) Pengirim pesan (sender),
(2) Pesan yang dikirimkan (message),
(3) Bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel atau media),
(4) Penerima pesan (receiver),
(5) Umpan balik (feedback).
Leech menambahkan, bahwa untuk membangun komunikasi yang efektif, setidaknya kita harus menguasai empat keterampilan dasar dalam komunikasi, yaitu membaca-menulis (bahasa tulisan) dan mendengar-berbicara (bahasa lisan). Begitu pentingmya, banyak orang menghabiskan waktunya untuk melakukan,paling tidak,salah satu keempat keterampilan itu.
Komunikasi efektif tejadi apabila sesuatu (pesan) yang diberitahukan komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan, sehingga tidak terjadi salah persepsi. Komunikasi adalah sebuah kegiatan mentransfer sebuah informasi baik secara lisan maupun tulisan. Namun, tidak semua orang mampu melakukan komunikasi dengan baik. Terkadang ada orang yang mampu menyampaikan semua informasi secara lisan tetapi tidak secara tulisan ataupun sebaliknya.
Bagaimanakah caranya agar kita mampu melakukan komunikasi yang baik, komunikasi yang dua arah, komunikasi yang efektif, sehingga target informasi yang harus disampaikan ataupun diserap sesuai dengan harapan ?

SIKAP POSITIF DALAM BERKOMUNIKASI
Kemampuan berkomunikasi secara efektif penting dikuasai karena peranannya yang sangat vital dalam hubungan antar manusia. Dalam pergaulan sehari-hari sering diketemukan bahwa kemampuan berkomunikasi dapat memperlancar atau sebaliknya dapat pula menghambat hubungan interpersonal tersebut. Demikian pula dalam menjalankan tugas sebagai petugas kesehatan, kemampuan petugas dalam berkomunikasi akan sangat menunjang keberhasilan tugasnya mengelola pelayanan kesehatn baik di rumah sakit, klinik maupun di puskesmas

Walaupun kita menghabiskan sebagian besar waktu sejak bangun di pagi hari untuk berkomunikasi hingga kita merasa bahwa berkomunikasi sama mudahnya seperti kita menghela napas, namun ternyata tidak semua komunikasi yang kita kerjakan membuahkan hasil yang kita inginkan. Komunikasi dianggap sebagai hal yang otomatis terjadi begitu saja, sehingga kita tidak memiliki kesadaran untuk melakukannya dengan efektif. Misalnya, kita jarang secara khusus belajar bagaimana cara menulis, membaca dengan cepat, berbicara secara efektif, atau kita bahkan tidak merasa perlu menjadi pendengar yang baik. Padahal, semua kemampuan itu penting artinya dalam interaksi kita sebagai mahluk sosial. Demikian pula dengan persiapan-persiapan khusus agar komunikasi yang kita lakukan pada orang lain dapat berjalan dengan efektif, tentunya sering tidak kita hiraukan.
Seseorang sering mengkomunikasikan perasaan mereka dengan isyarat non-verbal. Kita cenderung menyampaikan isyarat tentang perasaan kita dengan hal-hal yang kita lakukan bukan dengan kata-kata. Ini disebut sebagai komunikasi nonverbal. Kita akan lebih efektif berkomunikasi jika memahami komunikasi nonverbal yang sering diungkapkan melalui bahasa simbol seperti tanda petunjuk, tanda larangan, suara bel atau lonceng, dan simbol status. Atau yang disampaikan melalui bahasa tubuh seperti ekspresi wajah, gerak-gerik, dan berbagai isyarat lainnya. Demikian pula sebaliknya, sikap, perangai, dan hal-hal non verbal lainnya dari diri kita terkadang mempengaruhi orang lain dalam memahami isi pesan yang kita sampaikan.
Menjaga sikap positif dari diri kita selama melakukan komunikasi dengan orang lain tentunya harus kita lakukan seoptimal mungkin agar terjadi komunikasi yang baik dan efektif antara kita dengan orang lain. Beberapa hal dalam membangun sikap positif kita dengan orang lain akan diulas, mulai dari dalam diri (inner sight) berupa pengenalan diri, sampai pada pengenalan apa yang kita kerjakan sehingga kita siap dengan sikap dan pikiran positif menghadapi orang lain.
Menurut pendekatan dari Dr. Patricia Paton yang mengemukakan 3 paradigma agar interaksi dengan orang lain bisa berjalan secara efektif. Paradigma yang akan kita kupas adalah:
1. Bagaimana kita memandang diri sendiri
2. Bagaimana kita memandang orang lain
3. Bagaimana kita memandang tugas/ pekerjaan

1.1 MENGENAL DIRI SENDIRI
Dr. Patricia Paton mengemukakan bahwa sebelum kita dapat menghargai orang lain, dalam hal ini adalah pelanggan, kita perlu memberikan perhatian dan penghargaan pada diri sendiri (pada kemampuan kita, pada pengetahuan kita, pada keterampilan kita, dan pada penampilan kita).
Ternyata hal ini sesuai juga dengan ungkapan “Ajining diri soko lathi, ajining raga soko busono” dalam Bahasa Jawa (lokal/ nasional) tersebut memiliki arti bahwa berharganya diri kita, berasal dari ucapan (lidah) kita, sedangkan berharganya badan (raga) kita dari cara berpakaian kita. Ungkapan tersebut mengingatkan kita bahwa segala sesuatu yang kita pakai, penampilan kita, tutur kata kita, serta ucapan-ucapan kita akan menimbulkan reaksi timbal balik penghargaan/ sikap hormat orang lain kepada kita.
Untuk dapat mengenali siapa diri kita kita dapat melakukan simulasi berikut ini:

Coba tuliskan 5 hal yang baik dan 5 hal yang buruk tentang diri anda pada kolom di bawah ini:

Nama : ………………………………………………….

NO. HAL-HAL YANG BAIK DARI ANDA HAL-HAL BURUK DARI ANDA
1. ……………………….. ……………………….
2. ……………………….. ……………………….
3. ……………………….. ……………………….
4. ………………………. ……………………….
5. ………………………. ……………………….

Coba berikan lembar di bawah ini pada masing-masing teman anda (2 orang atau lebih), minta tuliskan 5 hal yang baik dan 5 hal yang buruk tentang diri anda seperti pada kolom di bawah ini:
NO. HAL-HAL YANG BAIK DARI ANDA HAL-HAL BURUK DARI ANDA
1. ……………………….. ……………………….
2. ……………………….. ……………………….
3. ……………………….. ……………………….
4. ………………………. ……………………….
5. ………………………. ……………………….

Kemudian kumpulkan hasil yang anda buat dengan yang teman-teman anda buat dan tuangkan pada sebuah tabel.

Khusus untuk jumlah yang sama, coba kenali dan tandai hal yang anda tulis, dan ternyata sama dengan yang teman anda tuliskan. Jumlahkan dan tuliskan pada kolom ”jumlah yang sama”. Sedangkan ”jumlah tambahan” adalah jumlah semua hal yang ditulis teman anda dikurangi jumlah yang sama. Misalkan anda menuliskan 10 hal tentang diri anda, ternyata teman anda juga menuliskan 4 hal yang sama dengan yang anda tuliskan, maka jumlah yang sama adalah 4. Artinya teman anda mengetahui 4 hal tentang diri anda. Sedangkan jumlah tambahan adalah 20 – 4 = 16, itu adalah hal-hal tambahan tentang diri anda yang dikenali teman-teman anda.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai pendekatan Johari Window yang dipergunakan pada simulasi ini.
Johari Window adalah teknik yang ditemukan oleh dua psikolog Amerika, Joseph Luft (1916 – 2014) dan Harrington Ingham (1914 – 1995), berguna membantu orang dalam memahami hubungan dirinya dengan orang lain. Charles Handy menyebut konsep ini sebagai ”Johari house” dengan 4 ruang (Jo diambil dari Joseph, sedangkan Hari diambil dari Harrington). Ruang pertama disebut open (arena/ terbuka) adalah bagian diri dimana baik diri sendiri ataupun orang lain mengetahuinya. Ruang kedua disebut blind spot (buta) adalah bagian diri yang dikenali orang lain walaupun diri sendiri tidak menghiraukannya. Sedangkan ruang ketiga disebut hidden (facade/ tertutup) diisi beberapa hal dari diri yang kita sembunyikan dari orang lain. Dan ruang keempat disebut unknown (tidak dikenali/ gelap), berisi bagian diri yang baik secara sadar atau tidak sadar tidak diketahui oleh diri sendiri ataupun orang lain. Untuk lebih mudahnya Johari Window dapat digambarkan sebagai berikut:
Enter Post Title Here

Penerapan Johari Window pada komunikasi menempatkan seseorang agar perlu memperluas daerah terbuka pada dirinya, sehingga baik diri sendiri atau orang lain memahami semua hal dari dirinya baik positif atau negatif. Orang lain akan lebih mengenal kita dan tidak segan atau salah tingkah menghadapi kita, mereka akan dengan mudah memahami siapa diri kita dan tidak canggung berkomunikasi dengan kita. Sebaliknya kita pun lebih mengenal lebih banyak tentang diri kita dari orang lain, terutama hal-hal yang tidak kita hiraukan selama ini. Kita lebih cermat mengelola diri kita agar tidak menyinggung orang lain atau menghambat komunikasi kita dengan orang lain.
Beberapa teknik dapat dilakukan dalam rangka memperluas daerah terbuka kita, atau dengan kata lain membuka diri pada orang lain. Salah satunya adalah dengan mengenali tanggapan (feed back) orang lain, baik yang berupa kata-kata, sindiran, cara bertutur, ataupun perilaku non verbal lainnya (isyarat, raut muka, perilaku tertentu) terhadap kita. Dari sini kita dapat menilai adanya hal-hal yang perlu diperbaiki dari diri kita. Kemudian kita perlu melakukan pembuktian (self discovery) dengan cara menanyakan pada orang lain, ataupun melakukan hal-hal lain untuk memperjelas dugaan kita atas tanggapan orang lain. Atas dasar inilah kita melakukan perbaikan diri, atau mungkin penjelasan lebih lanjut mengenai siapa diri kita yang sebenarnya pada orang lain.
Hal lain yang dapat kita lakukan adalah curhat (curahan hati/ self disclosure), yaitu kita menyampaikan isi hati kita pada orang yang kita percaya. Tentunya kita curhat mengenai beberapa hal yang patut kita kemukakan pada orang lain, dan kita perlu memilih secara cermat pada siapa kita melakukan curhat itu, agar tidak disalahgunakan orang lain ataupun merugikan kita sendiri kelak di kemudian hari. Secara singkat, beberapa teknik membuka diri dapat dilihat pada bagan berikut ini.
Enter Post Title Her1

Dari bagan di atas, maka kita menemukan kata kunci membuka diri adalah dengan berani bertanya (ask) dan mengemukakan (tell) pada orang lain. Namun bagaimana sikap kita bila hal-hal yang orang lain kemukakan tentang kita ternyata tidak benar? Tidak perlu marah, kecewa, dan dendam. Itu menunjukkan bahwa mereka tidak mengenal siapa diri kita yang sebenarnya. Kita perlu membuktikan melalui pikiran, perkataan, sikap, dan perilaku kita bahwa apa yang mereka kemukakan adalah salah.
Bagaimana? Sudah pahamkah mengenai Johari Window? Sekarang mari kita kembali pada tabel terakhir yang sudah kita isi, tentunya cermati isi dari kolom ”jumlah yang sama” dan ”jumlah tambahan”. Kemudian isi tabel berikut ini.

Enter Post Title Her2

Perihal Diri Mengenal diri Tidak mengenal diri
Diketahui orang lain Daerah Terbuka
Jumlah yang sama: … Daerah Buta
Jumlah tambahan dari teman: …..
Tidak diketahui orang lain Daerah Tertutup
Jumlah yang anda tulis dikurangi jumlah yang sama: …. Daerah Gelap
Hasil lain dari psikotest/ uji potensi diri lain: …..

Nah, sekarang coba bandingkan berapa banyak nilai dari masing-masing ruang. Kecuali ruang keempat/ daerah gelap, karena diisi berdasarkan hasil uji potensi diri yang sudah anda lakukan sebelumnya. Tentunya kita bandingkan antara jumlah di daerah terbuka dengan gabungan jumlah daerah yang lain. Kita menemukan betapa kecilnya pengetahuan akan diri kita sendiri, baik potensi yang positif ataupun hal-hal yang negatif dari diri kita.
Beberapa hal yang perlu kita renungkan mengenai diri kita diantaranya adalah:
– Terkadang walaupun sudah lama kita menjalani hidup ini, namun masih ada bahkan banyak hal mengenai diri kita yang tidak kita ketahui.
– Apalagi orang lain, mereka terhalang berbagai alasan untuk mengenal kita jauh lebih baik.
– Beberapa hal membutuhkan orang lain untuk mengungkap siapa sebenarnya diri kita. Hal ini membutuhkan kesadaran diri kita akan kebutuhan berinteraksi dengan orang lain.
– Demikian sebaliknya orang lain membutuhkan keterbukaan kita mengenai siapa diri kita yang sebenarnya, dan tentunya hal-hal yang patut saja.
– Berbagai potensi diri tentunya perlu dicari dan dikembangkan demi membangun citra positif kita.
– Hambatan dalam membuka daerah terbuka kita seluas-luasnya pada orang lain membuat kita tidak percaya diri dalam berinteraksi atau bahkan berprasangka negatif pada orang lain

– Demikian pula orang lain akan menjadi canggung, dan serba salah ketika berinteraksi dengan kita karena tidak mengenal kita sepatutnya.

Bagaimana? Sudah terbayang apa yang perlu kita lakukan untuk memperbaiki kualitas diri kita? Silakan rencanakan perubahan diri dan tentukan jangka waktu yang dibutuhkan, karena perubahan butuh waktu.
Simulasi ini dapat dikembangkan dengan menambah jumlah isian, ataupun diganti dengan metode lain dengan titik tangkap pada perubahan diri demi memperbaiki interaksi dengan orang lain. Selamat mencoba.

1.2 MENGENAL KLIEN

Setelah kita mengenal diri sendiri, maka untuk meningkatkan efektifitas komunikasi kita pada orang lain, terutama dalam hal ini adalah pelanggan, maka sangat perlu kita mengenal apa, siapa dan bagaimana pelanggan yang akan kita layani.
Tentunya tidak sembarang kita mengenal orang lain, namun ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan selama mengenali orang lain. Lakukan hubungan yang emosional secara positif dengan orang lain (pelanggan) dan dengan apapun yang kita kerjakan. Kita perlu menghargai keberadaan mereka. Hubungan emosional yang positif dapat dikatakan sebagai hubungan emosional yang hangat, akrab dan menyenangkan. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membangun hubungan emosional yang positif, diantaranya dengan memperkenalkan diri (menunjukkan bahwa kita terbuka pada orang lain), tersenyum (tentunya berasal dari hati kita yang senang bergaul dengan orang yang baru), mengobrol ringan atau sesuai dengan minat lawan bicara kita (menunjukkan bahwa kita sependapat dan tidak asing bagi mereka), dan lain sebagainya.
Saat mengenal orang lain, kita jangan lupa memperhatikan beberapa tanda dan gejala yang sifatnya non verbal dari lawan bicara kita, diantaranya:
1. Tutur Kata
Tutur kata dapat mewakili karakter seseorang. Dengan memperhatikan tutur kata seseorang saat dia berbicara, maka
kita dapat memperkirakan bagaimana karakternya. Tentunya bukan rangkaian kata-kata yang diucapkannya semata, namun bagaimana dia bertutur. Dengan kata lain bagaimana dia mengucapkan kata demi kata dalam rangkaian kalimat. Dari sini kita dapat memperkirakan apakah dia seorang yang penyabar, pendendam, pemarah, atau lainnya.
2. Bahasa Tubuh
Bahasa tubuh ini diartikan sebagai gerak-gerik tubuh atau bagian tubuh baik disengaja ataupun bukan yang terjadi pada saat seseorang terdiam atau saat berkomunikasi dengan orang lain. Bahasa tubuh erat kaitannya dengan kondisi seseorang dan juga dapat menunjukkan suasana hati seseorang. Kita dapat dengan mudah mengenali apakah seseorang itu sedang bahagia, kecewa, atau susah, hanya dengan memperhatikan bahasa tubuhnya.
3. Perbuatan
Perbuatan adalah buah dari tutur kata dan bahasa tubuh. Walaupun perbuatan dapat dengan mudah kita kenali, namun terkadang tidak menunjukkan secara sebenarnya bagaimana karakter dan suasana hati seseorang. Pada kasus tertentu terdapat keterpaksaan untuk berbuat sesuatu (contoh: agar terlihat baik di depan orang lain) sehingga tidak menunjukkan karakter yang sebenarnya dari seseorang.
4. Kebiasaan
Kebiasaan dapat dijadikan sebagai patokan utama menentukan kerakter seseorang karena sebagian besar kebiasaan terbentuk dari aktivitas alam bawah sadar seseorang. Hal ini terkait dengan karakter dan kepribadian seseorang yang lazimnya tersembunyi.
5. Penyelesaian terhadap masalah
Ketika seseorang menyelesaikan masalah, maka dia dipaksa untuk mengambil sebuah keputusan. Pada saat inilah, terlihat dengan jelas karakter seseorang, baik dari tutur kata, bahasa tubuh, ataupun perbuatannya.
6. Penampilan
Ada ungkapan yang menyatakan “penampilan seseorang bisa menipu”. Namun kita dapat juga menilai karakter seseorang dari penampilannya walaupun sifatnya tidak mutlak. Minimal dengan melihat penampilan seseorang kita dapat mengatur sikap dan perilaku kita selama mengenal orang tersebut lebih dalam.

Bagaimana? Sudah terbayang apa yang akan anda lakukan agar bisa mengenal orang lain dengan lebih baik?
Kali ini saya mencontohkan pelangan kita yang berasal dari orang lansia
Cara berkomunikasi adalah salah satu poin terpenting yang dapat menjembatani hubungan yang positif antara lansia dengan keluarganya, anak, menantu, cucu, dan lingkungan. Tips dibawah ini diharapkan dapat membantu dalam berinteraksi dan memahami orangtua kita yang sudah lansia.
1. Antusiasme. Beri mereka kesan bahwa anda suka berbicara dengan mereka, dan bahwa anda peduli kepada mereka. Ketika anda memberi mereka kesan bahwa anda sangat antusias berbicara dengan mereka, anda membuat mereka lebih percaya diri. Mereka akan lebih terbuka kepada anda.
2. Senyuman yang tulus. Ketika anda tersenyum pada orang, anda menyampaikan pesan bahwa anda menyukai mereka dan kehadiran mereka membuat anda bahagia. Senyuman anda akan menyebabkan mereka ingin tersenyum kembali pada anda yang secara langsung akan membangun hubungan positif antara anda berdua.
3. Kontak mata. Kontak mata yang kuat mengkomunikasikan kepada orang lain bahwa anda tidak hanya tertarik pada mereka dan apa yang mereka katakan, tetapi juga menunjukkan bahwa anda dapat dipercaya, tulus untuk bertemu dengan mereka secara langsung. Akibatnya, orang secara alami akan lebih memperhatikan anda dan memperhatikan apa yang anda katakan.
4. Menjadi pendengar yang baik. Dengarkan setiap kata yang mereka katakan dan beresponlah serelevan mungkin. Anda dapat bertanya setiap kali anda tidak mengerti pada hal-hal yang mereka katakan. Namun bila anda tetap tidak mengerti, berpura pura saja mengerti. Berusaha menerima alur berpikir mereka meskipun tidak sesuai dengan alur berpikir dan nalar anda. Tidak memotong pembicaraan, tidak mencela, tidak cenderung memberi nasehat, tidak menyalahkan, tidak membanding2kan dengan orang lain, dsb.
5. Panggilan sopan yang menyenangkan. Nama adalah salah satu kata yang memiliki nilai emosional yang sangat kuat bagi seseorang. Cara memanggil, intonasi dalam memanggil, sangat menentukan respon dari lawan bicara kita, khususnya lansia.
6. Menggunakan bahasa yang sederhana, pengucapan yang jelas, dan intonasi yang ramah. Bahasa yang anda gunakan, dan cara bicara yang jelas dan ramah membuat orang yang lebih tua dari anda merasa dihargai, dan ingin menghargai anda pula. Hal ini dapat menumbuhkan minat mereka untuk ingin mendengar lebih lanjut.
7. Menemukan dan mengangkat kelebihan mereka serta memuji usaha mereka: Mengatakan dengan jujur dan memberitahu mereka mengapa anda menyukai atau mengagumi mereka, membuat mereka merasa lebih berharga, lebih berguna, serta dapat meningkatkan motivasi mereka untuk lebih berkarya dan beraktivitas. Jika menyatakan secara langsung dirasakan kurang tepat, cobalah dengan pernyataan tidak langsung (dapat dengan menggunakan komunikasi non-verbal)
8. Menanyakan keinginan mereka. Ajukan pertanyaan terbuka yang akan membuat mereka berbicara tentang apa yang sedang mereka pikirkan. Tangkap cerita mereka, karena cerita itu biasanya penting untuk mendorong mereka dalam menumpahkan kegelisahan mereka.
9. Beradaptasi dengan bahasa tubuh dan perasaan mereka. Rasakan bagaimana perasaan mereka pada saat ini dengan mengamati bahasa tubuh dan nada suara. Dari sudut pandang ini, anda dapat menyesuaikan kata-kata, bahasa tubuh, dan nada suara anda sehingga mereka akan merespon lebih positif.
10. Bina kedekatan emosional. Misalnya dapat dengan menggunakan kata-kata seperti “kami, kita”, untuk segera membangun sebuah ikatan. Bila anda menggunakan kata kata tersebut, anda seperti menciptakan suasana bahwa anda dan mereka berada pada posisi dan tingkat yang sama. Kesamaan akan menyebabkan kedekatan emosional.

Tidak jauh berbeda dengan lansia, orang yang sedang sakit tentunya membutuhkan perhatian lebih dan kepekaan kita saat mengenali dan menindaklanjuti bentuk komunikasi yang akan kita berikan pada mereka.

ada beberapa hal yang dapat dicatat sebagai renungan, antara lain:
– Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengenali lawan bicara kita, tentunya diawali dengan pikiran positif dari kita.
– Sebagian besar komunikasi menggunakan aktivitas non verbal, coba kita mengenal lawan bicara tanpa harus
berbicara/ berbincang terlebih dahulu.
– Bangun suasana yang simpatik dengan menyapa, senyum, dan menciptakan suasana saling percaya dan hangat.

1.3 MENGENAL PEKERJAAN SEBAGAI PETUGAS KESEHATAN

Selain menghargai diri sendiri, dan orang lain, kita harus bisa menghargai pekerjaan yang kita lakukan. Jadi, kita perlu memilih pekerjaan yang kita anggap penting dan khusus sehingga kita melakukan pekerjaan tersebut dengan sepenuh hati dan penuh perhatian. Tentunya hal ini akan berimbas pada cara komunikasi kita terhadap masyarakat
Baiklah, untuk mempersingkat bahasan, coba kita renungkan dan tuliskan hasil pada kotak berikut ini.
Apa motivasi anda menjadi seorang petugas kesehatan
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Apakah motivasi tersebut sesuai dengan harapan sebenarnya menjadi seorang petugas kesehatan ………………………………………………………………
Mengapa? …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… …………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh petugas kesehatan Secara umum, petugas kesehatn bertugas memeriksa kesehatan pasien, membina kesehatan pasien, melayani keluhan kesehatan, mengamati penyakit dan menyehatkan lingkungan disekitar pasien. Namun pada hakekatnya, tugas petugas kesehatan adalah memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kesehatan terhadap pasien dan masyarakat serta tugas-tugas administrasi tempat bertugas. Jadi tugasnya tidak hanya masalah medis dan keperawatan, namun juga administrasi dan perbantuan kegiatan kesehatan masyarakat, termasuk pembinaan jejaring kerja dengan pihak terkait penyelenggaraan pemerintahan
Oleh karena itu, sebagai petugas kesehatn dalam menjalankan tugasnya tidak hanya berkomunikasi dengan para pasien yang sangat bervariasi, namun juga dengan para petugas kesehatn lainnya yang berbagai jenis dan profesi. Kesiapan mental kita sebagai petugas tentunya perlu dilengkapi dengan kesiapan pengetahuan hubungan sosial di masyarakat, sehingga kita dapat membina sikap positif kita, yang berimbas pada efektivitas komunikasi kita pada orang lain.

KESIMPULAN
Bersikap yang positif dalam berkomunikasi sebagai petugas kesehatan dengan acuan sebagai berikut:
– Bersikap Netral
– Mampu mengendalikan diri maupun situasi
– Kreatif berfikir dan berencana
– Mampu menangani dan mengelola perubahan
– Optimis
– Mampu mengkomunikasikan sifat-sifat positif secara efektif

Pendekatan Kesehatan Masyarakat

Taut Posted on Updated on

Pendekatan Kesehatan Masyarakat

• Peran serta masyarakat adalah suatu bentuk bantuan masyarakat dalam hal pelaksanaan upaya kesehatan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitattif dalam bentuk bantuan tenaga, dana, sarana, prasarana serta bantuan moralitas sehingga tercapai tingkat kesehatan yang optimal.
• Peran serta masyarakat adalah proses untuk :
1. Menumbuhkan dan meningkatkan tanggung jawab individu, keluarga terhadap kesehatan / kesejahteraan dirinya, keluarganya dan masyarakat
2. Mengembangkan kemampuan untuk berkontribusi dalam pembangunan kesehatan, sehingga individu / keluarga tumbuh menjadi perintis pembangunan (agent of development) yang dilandasi semangat gotong royong

Keguguran Disebabkan Sejumlah Makanan Yang Dikonsumsi Ibu Hamil

Posted on Updated on

Keguguran Disebabkan Sejumlah Makanan Yang Dikonsumsi Ibu Hamil
Oleh : Elvi Zuliani, SKM

hamil ElviZ@sehati
Keguguran merupakan momok yang menakutkan bagi ibu hamil apalagi yang sudah lama menantikannya.
Keguguran pada ibu hamil dapat disebabkan makanan yang dikonsumsi oleh ibu tidak diperhatikan dan mengandung kadar Vitamin C dosis tinggi yang berlebihan. Keguguran adalah kematian bayi sebelum usia 20 minggu kehamilan atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup di luar kandungan. Istilah medis untuk keguguran adalah aborsi spontan.
Di Indonesia, berdasarkan data Riskesda tahun 2010 sekitar 4- 5 % Ibu hamil mengalami keguguran, dan sebagian besar keguguran terjadi dalam tiga bulan pertama kehamilan. Kecil kemungkinan keguguran terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu, atau disebut keguguran terlambat. Resiko keguguran memiliki persentase sebesar 15% – 40% dari ibu hamil, dan 60-75% keguguran terjadi sebelum usia kehamilan 3 bulan. Namun jumlah kejadian atau resiko keguguran akan menurun pada usia kehamilan di atas 3 bulan.
Di Sumatera Utara dari seluruh kehamilan,sekitar 15 -20% ibu hamil berpeluang mengalami 1 kali keguguran. Ini semua diawali dengan tanda-tanda bahaya kehamilan berupa sakit kepala yang hebat dan penglihatan kabur.
Penyebab Terjadinya Keguguran
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya keguguran adalah:
•Adanya kelainan pada janin yang disebabkan kelainan kromosom, yang terjadi saat berlangsungnya proses pembuahan. Akibatnya, embrio yang terbentuk cacat dan dikeluarkan tubuh.
•Adanya kelainan pada ibu, seperti kelainan pada sistem hormonal (bisa hormon prolaktin yang terlalu tinggi atau progesteron yang terlalu rendah), sistem kekebalan tubuh, infeksi menahun, dan penyakit berat yang diderita si ibu hamil.
•Adanya kelainan pada rahim. Kelainan yang paling umum terjadi adalah adanya miom (tumor jaringan otot) yang dapat mengganggu pertumbuhan embrio. kelainan lain yaitu rahim terlalu lemah sehingga tidak mampu menahan berat janin yang sedang berkembang. Kehamilan dalam rahim yang terlalu lemah biasanya hanya mampu bertahan hingga akhir trimester pertama.
•Penyebab lain adalah infeksi, seperti terkena virus TORCH, HIV, Hepatitis dll.
•Keguguran juga dapat diakibatkan oleh gaya hidup. Wanita yang cenderung merokok, mengkonsumsi minuman keras, obesitas atau berat badan kurang dapat memiliki gangguan hormon yang berakibat gangguan kehamilan.
Sehubungan dengan gaya hidup kebiasaan makan dan memakan-makanan tertentu juga dapat menyebabkan terjadinya keguguran pada ibu hamil. Ternyata banyak makanan menyebabkan keguguran pada ibu hamil, ada beberapa jenis makanan yang berpotensi menyebabkan keguguran janin.
1. Nanas.
Menurut cerita turun temurun hindarilah mengkonsumsi nenas berlebihan sewaktu hamil. Ini disebabkan nenes mengandung enzim protease bromelain, seperti papein pada papaya. Enzimini dapat melembutkan leher rahim sehingga menyebabkan keguguran

2. Peterseli
Parsley atau peterseli biasanya dijadikan taburan dalam makanan tertentu untuk digunakan sebagai penambah rasa makanan. Namun, terlalu banyak mengonsumsi parsley atau jusnya bisa membuat Anda keguguran.

3. Kayu manis
Jenis rempah yang satu ini umum ditemukan pada setiap dapur rumah. Ibu hamil sebaiknya berhati-hati dengan aneka makanan yang mengandung kayu manis dalam jumlah yang banyak.
Kayu manis ini mengandung vitamin C yang sangat tinggi, sehingga berbahaya untuk janin. Gejala awalnya, kayu manis akan menyebabkan Anda ingin buang air kecil terus menerus, dan akhirnya keguguran.

4. Pepaya
Buah yang satu ini banyak jadi favorit perempuan. Meski manis dan empuk, jika dikonsumsi secara berlebihan, terutama pada kehamilan minggu ke empat, buah ini ternyata bisa menyebabkan keguguran alami karena kandungan vitamin C-nya. Menurut para ahli di dalam papaya mengandung zat papain yaitu zat yang dapat membuat janin anda keguguran.

5. Tebu
Ibu hamil memang harus memilih jenis makanan dan minuman yang ia konsumsi agar tak berpengaruh buruk pada janinnya. Maraknya penjual air tebu saat ini, kadang membuat ibu hamil juga tergoda untuk meminumnya. Memang segar ya, apalagi saat hamil ibu cenderung kerap merasa gerah dan haus. Namun apakah air tebu baik dikonsumsi oleh ibu hamil?
Air tebu jelas memiliki kandungan energi yang sehat dan cukup banyak, sebab ada karbohidrat di dalamnya. Bila lemas atau kurang tenaga, ibu hamil boleh mengonsumsinya tetapi jangan terlalu banyak sebab tebu tak hanya mengandung vitamin C yang sangat tinggi, tapi juga meningkatkan suhu (panas) dalam tubuh. Peningkatan suhu ini akan membuat perut berkontraksi dan akhirnya keguguran.

6. Kacang tanah
Kacang tanah ternyata juga disinyalir menjadi penyebab keguguran. Satu genggam kacang tanah dianggap sudah terlalu berlebihan untuk ibu hamil, karena berpotensi menggugurkan kandungan.

7.Wijen.
Dari sejumlah penelitian, Wijen diketahui memiliki beberapa kandungan zat-zat kimia di dalamnya, seperti gliserida (meliputi asam oleat, palmitat, linoleat, miristinat, stearat), sesamolin, sesamin, lignans, sesamol, planteose, pedaliin, sitokrom C, prantosa, protein, vitamin B1, A, dan E. Wijen juga mengandung fitosterol (yakni sterol tanaman) serta serat bernama lignin. Dalam wijen terkandung 400-413 fitosterol /100 gr, jumlah ini adalah yang tertinggi diantara jenis kacang-kacangan dan biji-bijian.
Selain itu, biji wijen juga kaya akan kandungan nutrisi. Dalam ¼ gelas wijen terkandung kalsium sebanyak 351 mg (35% dari total kebutuhan kalsium setiap harinya), serta magnesium sebanyak 126 mg. Wijen juga kaya akan mineral seperti zinc (seng) dan tembaga. Tetapi hati-hati untuk ibu hamil sebab diketahui banyak mengkonsumsi wijen saat hamil dapat menyebabkan keguguran. Satu sendok biji wijen yang dicampur dengan madu dapat menyebabkan keguguran pada janin anda.

8. Teh hijau
The hijau yang memiliki banyak kandungan polifelin yang berfungsi melancarkan pencernaan, menangkap radikal bebas dalam tubuh, membunuh bakteri disentri, menghancurkan lemak, serta dapat mencegah pertumbuhan sel kangker. Selain itu teh hijau juga mengandung katekin yang berfungsi untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi kolestrol, mencegah diabetes serta serta mencegah penyakit batu ginjal juga mengandung fluoride yang dapat mencegah terjadinya gigi yang mudah rusak,. Tetapi pada ibu hamil ternyata manfaat ini kurang sebab dapat menyebabkan masalah pada kesuburan dan dapat menyebabkan keguguran pada janin apa lagi dikonsumsi rutin dalam waktu yang lama dan dalam jumlah besar.

9. Ikan kalengan
Ikan kalengan mengandung zat kimia, biasanya menggunakan pengawet seperti garam dan zat kimia lainnya, hal ini berbahaya bagi ibu hamil sebab dapat meningkatkan tekanan darah dan lebih bahaya lagi pada keadaan tertentu bisa menyebabkan gangguan yang berakhir dengan keguguran janin.

10. Keju Olahan
Keju yang dimaksud adalah keju yang dibuat dari susu tanpa patreurisasi (yaitu proses yang digunakan dalam pemanasan makanan untuk membunuh organisme yang merugikan tubuh) akan berpotensi untuk menimbulkan bakteri listeria, yang akan mengganggu kesehatan janin anda. Jika anda memilih keju untuk olahan di rumah pastikan tertera keterangan melalui pasteurisasi. Ada beberapa jenis keju yang memerlukan beberapa kali proses, nah keju semacam ini yang tidak baik untuk kandungan anda. Ternyata makanan yang mengandung keju ini merupakan makanan kesekaan wanita pada saat hamil maka hati-hati dan perlu waspada

11. Buah-buahan dengan rasa asam
Kebanyakan buah dengan rasa asam seperti jeruk mengandung banyak vitamin C. Vitamin C dipercaya sebagai alat kontrasepsi alami karena itu jangan mengkonsumsi vitamin C dalam dosis tinggi, sebab dapat membuat anda mengalami keguguran di awal kehamilan. Untuk itu hindari makan buah-buahan yang rasanya asam dalam jumlah yang banyak dan berlebihan.

12. Hati
Hati (liver) yang dihasilkan dari sapi, kambing dan jenis unggas sebaiknya dihindari pada masa bulan ke dua kehamilan anda, hati mengandung vitamin A dalam bentuk retinol yang dapat menyebabkan keguguran. Anda dapat kembali mengkonsumsi hati pada bulan ke 4 kehamilan anda, tentunya dengan porsi dan cara memasak yang tepat.

13. Alkohol
Mengkonsumsi alkohol menyebabkan gangguan pada kehamilan, apalagi pada awal kehamilan karena berbahaya pada janin dan dapat memicu terjadinya keguguran. Bila kandungan selamat alias tidak terjadi keguguran maka alkohol dapat menyebabkan kerusakan mental dan fisik bahkan dalam kasus yang parah akan menyebabkan kelainan janin. Alkohol yang dikonsumsi ibu hamil akan mempengaruhi janin sampai merusak sistem saraf pada bayi.
Sebaiknya untuk mencegah agar kehamilan anda tidak mengalami keguguran maka, ahli kesehatan dr. Rifsia Ajani mengingatkan, pada periode tiga bulan awal (trimester pertama), ibu hamil harus menjaga asupan makanan guna menjaga janin dari cacat lahir dan mencegah keguguran. Untuk itu, sebaiknya mengonsumsi asam folat 400 mg setiap hari selama 12 minggu untuk menjaga kesehatan bayi.
Asam folat merupakan vitamin B yang larut dalam air. Banyak ditemukan pada sayuran berdaun hijau gelap, misalnya bayam, kangkung, sawi, atau brokoli. Ibu hamil dilarang keras makan ikan mentah, seperti sushi dan sashimi. Daging setengah matang diduga menjadi penyumbang bakteri yang tidak baik untuk perkembangan janin. Pastikan anda mengkonsumsi makanan yang matang dengan sempurna. Jika anda ragu-ragu ketika memesan makanan di rumah makan cepat saji, anda bisa mengolah di rumah dengan kematangan yang sempurna, misalnya 71-72 derajat celcius memasak dada ayam.

PENERAPAN SURVAILANS EPIDEMIOLOGI

Posted on

PENERAPAN SURVAILANS EPIDEMIOLOGI DALAM PENYELENGGARAAN UPAYA KESEHATAN DI INDONESIA
Oleh:
Elvi Zuliani, SKM

DASAR PEMIKIRAN
Pembangunan Kesehatan merupakan upaya penyeleng-garaan kesehatan untuk mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduknya. Salah satu upaya penting dalam Penyel-enggaraan upaya kesehatan adalah survailans epidemiologi.
Pada beberapa dekade terakhir banyak negara di dunia mengalami kepanikan disebabkan munculnya penyakit infeksi yang tidak mengenal batas geografis. Belum lagi situasi dunia di eraglobalisasi ini memiliki begitu kompleks permasalahan kesehatan meliputi pendistribusian hasil produksi yang tak terbatas dapat menyebar diseluruh belahan dunia dengan segala dampak akibat dari hasil produk makanan, produk industri, produk pertanian dan sebagainya. Persoalan lingkungan dan bencana alam yang melanda dunia dan segala permasalahan yang terus berkembangan bersamaan dengan subsidi silang disetiap negara di dunia yang saling berhubungan.
Indonesia sebagai negara yang ikut aktib dalam percaturan dunia tidak lepas dari dampak apapun terhadap kondisi dan situasi tersebut baik yang positif atau negatif. Keadaan ini seharusnya dapat dikendalikan manakala provider kesehatan beserta masyarakat terlatih, terampil dan disiplin untuk memanfaatkan survailans epidemiologi yang pedoman manajemen maupun pedoman peraktisnya telah disusun pemerintah melalui Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dapat dilaksanakan secara efektif dan terpadu di tingkat propinsi maupun kabupaten/kota.
Untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2015, manajemen kesehatan membutuhkan informasi kesehatan yang tersusun dalam sistem informasi kesehatan nasional (SIKNAS). Untuk menjamin ketersediaan data dan informasi masalah kesehatan dan jumlah serta pendistribusian penduduk dalam memenuhi kebutuhan JPKN (jaring pelayanan kesehatan nasional)maka perlu difungsikan sistem survailans epidemiologi kesehatan sebagai substansi dari SIKNAS.
Survailans epidemiologi adalah upaya yang sistematis dan berkelanjutan untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis data dan informasi dari berbagai kejadian kesehatan untuk disebarluaskan dan kemudian dijadikan dasar pengambilan keputusan. Dengan demikian, survailans epidemiologi sangat diperlukan dalam manajemen program kesehatan dan harus dilaksanakan dalam menyelenggarakan berbagai tugas dan fungsi khususnya disektor kesehatan.
Dasar Hukum Penyelenggaraan Survailans
Dalam penyelenggaraan survailans epidemiologi kesehatan , Menteri Kesehatan RI telah menerbitkan 2 (dua) keputusan penting yakni:
1.Kepmenkes RI No. 116/MENKES/SK/VIII/2003 tentang pedoman penyelenggaraan sistem survailans epidemiologi kesehatan di dalam pedoman ini yang termasuk lingkup sistem survailans epidemiologi kesehatan adalah: Survailans epidemiologi penyakit menular, survailans epidemiologi penyakit tidak menular, survailans epidemiologi kesehatan lingkungan dan prilaku, survailans epidemiologi masalah kesehatan, survailans epidemiologi kesehatan matra.
2.Dan Kepmenkes RI No. 1479/MENKES/SK/X/2003 Tentang pedoman penyelenggaraan sistem survailans epidemiologi penyakit menular dan penyakit tidak menular terpadu (Survailans Terpadu Penyakit) didalam pedoman ini yang termasuk lingkup survailans terpadu penyakit adalah: STP bersumber data puskesmas (25 penyakit menular), STP bersumber data rumah sakit (25 penyakit menular & 4 penyakit tidak menular), STP bersumber data laboratorium ( 8 penyakit menular), STP bersumber data KLB penyakit & keracunan, STP bersumber data puskesmas sentinel (25 penyakit menular amp; 2 penyakit tidak menular), STP bersumber data rumah sakit sentinel ( 25 penyakit menular & 24 penyakit tidak menular). Dan Kepmenkes diatas diperkuat dengan Peraturan Pemerintah No 25 tahun 2000 pasal 3 ayat 5 yang menyebutkan kewenangan pemerintah (pusat) antara lain adalah pencegahan penyakit menular.
Dalam pedoman penyelenggaraan survailans tersebut secara jelas dituliskan bahwa lingkup penyelenggaraan survailans epidemiologi tidak hanya terbatas pada penyakit menular dan tidak menular, namun juga termasuk survailans faktor risiko lingkungan dan prilaku, survailans masalah kesehatan serta masalah matra. Lingkup penyelenggaraan survailans epidemiologi ini sejalan dengan kebijakan Ditjen Pemberantasan Penyakit Menular & Penyehatan Lingkungan yang dikenal dengan model “ Manajemen Pemberantasan Penyakit Menular & Penyehatan Lingkungan Terpadu Berbasis Wilayah”

Tujuan Penerapan Survailans Epidemiologi
Tersedianya data dan informasi epidemiologi yang faktual, cepat, tepat/akurat dan terpercaya untuk pengambilan keputusan dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi program kesehatan serta meningkatkan kewaspadaan (sistem kewaspadaan dini) dan respons yang tinggi terhadap kejadian luar biasa (KLB) ditingkat Kecamatan/Puskesmas, Kabupaten/Kota dan propinsi yang didukung Tim Epidemiologi Propinsi (TEP) dan Tim Epidemiologi Kab/Kota (TEK) yang handal
Tujuan akhir (goals) dari survailans epidemioligi ini adalah tersedianya sejumlah Health Output berupa data dan informasi yang digunakan sebagai alasan dan bukti dalam membuat tindakan atau program atau kebijakan (Evidance Based Health Management).
Sistem Survailans Nasional
Indonesia sebagai warga dunia dan anggota PBB, memiliki komitmen kerjasama global dalam memerangi atau menghadapi berbagai penyakit secara global. Banyak komitmen global yang berkaitan dengan survailans. Komitmen global juga merupakan komitmen kabupaten/ kota dengan demikian pelaksana komitmen terhadap survailans dunia khususnya WHO adalah kabupeten /Kota.
Survailans sebagai suatu kondisi pengumpul, analisis dan interpretasi data dan disseminasi informasi terhadap pihak terkait dalam upaya mengambil tindakan yang diperlukan (WHO), harus mampu menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk pengembangan strategi kesehatan masyarakat, pengenalan kondisi ancaman dan mengontrol penyebaran penyakit ditengah masyarakat. Survailans epidemiologi yang ditetapkan Pemerintah dengan strtegi terpadu berbasis wilayah ternyata belum mampu diterapkan di daerah. Banyak yang menjadi kendala, seperti kurangnya tenaga mahir dan berdedikasi tinggi, masih rendahnya perhatian terhadap makna dan manfaat data dan fakta sebagai basis perencanaan dan tindakan (evidence based health management), disamping pengorganisasian yang lemah dan minimnya anggaran serta terbatasnya sarana dan prasarana pendukung. Kendala-kendala ini menjadi penyebab rendahnya kualitas survailans, sehingga kejadian luar biasa penyakit menular maupun tidak menular selalu terjadi dan terlambat penanganannya.
Sistem survailas nasional secara built in merupakan fungsi atau berada dalam sistem P2PL Indonesia (CDC Indonesia). Sebagai pelaksana survailans tetap wilayah otonomi kabupaten/kota (Kern and Reichepfader, 2004). Pelaksanaan survailans tetap ada di Kabupaten/kota atau wilayah otonomi, untuk itu diperlukan kerjasama antara kabupaten dan kota dengan sistem nasional. Meski kabupaten/kota memiliki otonomi untuk mengurus rumah tangganya sendiri tidak berarti bahwa kabupaten/kota tidak memiliki komitmen sama sekali terhadap survailans nasional bahkan global. Kantor P2PL bekerjasama dengan propinsi melakukan fungsi koordinasi pelaksanaan survailans nasional tersebut.
Survailans pada tingkat wilayah kabupaten/kota adalah kegiatan yang dilakukan secara terintegrasi berkesinambungan dan terpadu, antara kegiatan survailans kejadian penyakit dengan kegiatan survailans berbagai faktor resiko penyakit berkenaan, dalam satu wilayah. Pengertian terpadu disini adalah, baik faktor resiko maupun penyakitnya diukur secara bersamaan, dianalisi, mengambil sumber daya yang sama serta pengambilan keputusannya pun harus dilakukan secara simultan atau terintegrasi.

Pendekatan Program
Survailans epidemiologi merupakan suatu alat manajemen dalam mengelola suatu program yang dalam operasionalnya merupakan suatu pendekatan pola pikir dan pola prilaku yang selalu berorientasi pada bukti baik individu maupun organisasi. Dengan demikian selalu berorientasi problem solving bukan berorientasi pada proyek dan target. Oleh karena itu kepedulian terhadap pentingnya manajemen data menjadi prasarat utama bagi setiap orang, terutama para pemimpin institusi.
Manajemen kesehatan harus berbasis fakta yang cermat, cepat, tepat dan akurat. Untuk itu, legal dan formal sudah cukup peraturan Perundang-undangan memayungi, melindungi dan menjadi dasar bagi para pembuat kebijakan dibidang kesehatan untuk mengelola penyelenggaraan sistem survailans epidemiologi kesehatan pada semua tingkat administrasi pemerintahan.
Surveilans epidemiologi memungkinkan pengambil keputusan untuk memimpin dan mengelola dengan efektif. Surveilans epidemiologi memberikan informasi kewaspadaan dini bagi pengambil keputusan dan manajer tentang masalah-masalah kesehatan yang perlu diperhatikan pada suatu populasi. Surveilans epidemiologi merupakan instrumen penting untuk mencegah outbreakpenyakit dan mengembangkan respons segera ketika penyakit mulai menyebar. Informasi dari surveilans juga penting bagi kementerian kesehatan, kementerian keuangan, dan donor, untuk memonitor sejauh mana populasi telah terlayani dengan baik (DCP2, 2008). Gambar 5.1 menyajikan skema sistem surveilans.
image002

Masalah kesehatan adalah multi kausa dan tidak kenal batas wilayah. Oleh karena itu penyelesaiannya harus pendekatan system dan melibatkan lintas sektor yang berperan secara aktif. Untuk itu diperlukan adanya Tim Survailans Epidemiologi diberbagai jenjang institusi kesehatan serta jejaring kerja survailans epidemiologi baik secara horizontal maupun vertikal dengan melibatkan Pemerintah Daerah, DPRD, Bappeda, Dinas terkait, Universitas serta UPT Pusat Seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan maupun UPT Daerah seperti Balai Laboratorium, dan lain-lain.
Untuk menyelenggarakan survailans epidemiologi dalam era otonomi dan sentralisasi ini, maka pengembangan jejaring dan kemitraan dengan instansi pemerintah dan swasta di semua tingkat administrasi, baik pusat, propinsi dan kabupaten/kota serta regional antara negara sangat penting. Jejaring dan kemitraan ini akan meningkatkan kerjasama dan komunikasi antara semua tingkat administrasi pemerintah agar berbagai data dan informasi penting dapat segera disebarluaskan, supaya masing-masing tingkat administrasi pemerintahan dapat mengambil langkah segera sesuai dengan tanggung –jawab dan kewenangannya masing-masing.
Oleh karena itu, di jajaran kesehatan jejaring yang merupakan jejaring kerjasama (networking) antar tingkatan ini perlu digalakkan dalam upaya memperkuat (strengthening) dan untuk mangkin memantapkan pelaksana survailans epidemiologi untuk menjamin pelayanan yang lebih baik kepada seluruh lapisan masyarakat, baik dalam keadaan biasa maupun dalam keadaan kedaruratan (emergency).

Contoh Penerapan Survailans Epidemiologi
Dalam tiga dasa warsa terakhir ini berbagai penyakit infeksi baru yang disebut New Emerging Infectious Diseases telah muncul di dunia. Dalam pada itu dalam delapan tahun terakhir ini telah muncul pula issue tentang bioterorisme. Sejak Desember 2003 kita telah mendengar laporan munculnya penyakit sapi gila pada ternak di Amerika Utara yang dapat menyerang manusia dalam bentuk Crutzfeld Jacob Disease . Kita juga telah mendengar laporan tentang meningkatnya kejadian influenza di Amerika dan Eropa serta wabah flu burung atau avian flu pada ternak unggas di beberapa negara Asia bahkan sudah menyerang sebagian besar wilayah Indonesia dimana penyakit ini juga menyerang manusia yang ternyata serotype nya H5N1. Penerapan survailans epidemiologi dalam komitmen untuk mengumpulkan data gejala influenza yang dikenal sebagai Influenza Like Illnes (ILI) Survailans untuk memantau kemunculan berbagai penyakit saluran nafas seperti flu burung dan SARS meliputi pola penyebarannya, kelompok resikonya, resiko yang ditimbulkannya, pencegahannya dan sistem monitoring dan penanggulangan wabah. Penerapan Accute Flaccid Paralyses Survailans untuk pelaksanaan program eradikasi polio dimana informasinya diperlukan secara nasional.
Kasus wabah nipah virus sekitar tahun 2003 yang melanda dan menyebar di 32 negara termasuk Malaysia dan Bangladesh. Dengan survailans epidemiologi maka dapat diketahui pola penularan nipah vurus di Malaysia adalah melalui mekanisme sbb: kalelawar makan jambu, kemudian jambu jatuh dan kemudian dimakan babi yang selanjutnya daging babi tersebut dimakan manusia sehingga menusia tersebut sakit. Sedangkan di Bangladesh mekanismenya sbb: kalelawar memakan jambu, jambu jatuh dan selanjutnya dimakan manusia (anak-anak) kemudian anak tersebut sakit.
Surveilans cakupan imunisasi dan KIA setiap bulan dan tahun dalam hal ini peranan surveilans adalah dalam pengumpulan data setelah pelaksanaan program imunisasi meliputi : cakupan, jumlah sasaran, kelopok umur, dll. Kemudian data diolah, dianalisis sehingga menjadi informasi untuk perencanaan program imunisasi dan KIA, penanggulangan & pencegahan penyakit yang ditemui apalagi menyangkut penyakit anak yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Survailans sebagai monitoring berperan dalam : monitor pelaksanaan program imunisasi dan pengawasan KIA untuk mengurangi angka morbiditas anak dan ibu.
Penggunaan surveilans untuk mendeteksi outbreak disentri pada suatu wilayah kerja puskesmas dan untuk memonitor performa dan efektivitas program
pengendalian TB menunjukkan grafik sebagai berikut:
image006image004

Dari grafik ini kita dapat menganalisa, dan mengambil kebijakan tindakan apa yang dapat dilakukan dari hasil pendataan dan interpretasi data dengan begitu tindakan yang akan diputuskan akan lebih tepat sasaran.

image008
Grafik 3 merupakan data ABJ (Angka Bebas Jentik) dari pemantauan warga melalui perkumpulan Dasawisma.
image010
Dari grafik hasil survailans tentang kasus DBD & ABJ tersebut dapat dibuat interpretasi terhadap data berupa:
1. Bagaimana Grafik_2 dibaca..?
2. Bagaimana hubungan curah hujan dan kejadian kasus DBD..?
3. Bagaimana pendapat kita, masalah potensial apa yang terjadi berdasarkan Grafik‐2 dan grafik‐3 diatas..? .
Walaupun dalam makalah ini tidak saya tampilkan bagaimana cara membacanya dan hasil interpretasinya tetapi ini adalah contoh penerapan survailans epidemiologi semoga Pembaca dapat mengetahui gambaran penggunaan survailans epidemiologi tersebut dapat dalam banyak tampilan dan untuk lebih jelasnya dapat belajar lebih lanjut melalui pelatihan Survailans Epidemiologi dan saya berharap pemerintah dan pengambil kebijakan dapat memfasilitasi pelatihan tersebut kepada petugas yang ditunjuk untuk menjadi Tim Survailan Epidemiologi.
Belajar dari berbagai kejadian dan contoh diatas tampak bahwa peranan survailans epidemiologi sangat menentukan dalam upaya memutuskan rantai penularan suatu penyakit, Survailans juga tidak harus memonitoring terhadap penyakit tertentu. Survailans faktor resiko tertentu, misalnya kualitas air atau kualitas udara, juga dapat dilakukan secara nasional. Hanya saja, dalam skala global survailans faktor risiko, kecuali air, tidak banyak upaya-upaya global untuk mengetahui kualitas lingkungan. Upaya kerjasama dalam hal kualitas udara, atau paremeter iklim seringkali di program melalui kerjasama di luar sektor kesehatan. Situasi ini menunjukkan bahwa peranan survailans epidemiologi serta jejaring, kemitraan dan kerjasama di antara kita semua sangat diperlukan, bukan hanya untuk melayani masyarakat tetapi juga untuk melindungi keluarga kita dan bahkan diri kita sendiri.

Strategi Aplikasi Survailans Epidemiologi
Kemampuan menyediakan data yang cepat,akurat, lengakap dan mudah merupakan harapan yang harus segera diwujudkan untuk menurunkan secara bermakna morbiditas dan mortalitas akibat endemic/epidemik penyakit menular maupun penyakit tidak menular sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya penyelenggaraan upaya kesehatan dalam mewujudkan tujuan mencapai Indonesia sehat 2015.
Dengan pendekatan program yang membutuhkan penguatan sistem survailan epidemiologi tersebut dalam rangka membangun sistem kesehatan yang berbasis desentralisasi dan pelayanan kesehatan yang berkualitas, antisipatif, responsif, proaktif, efisien dan efektif dengan perhatian pada kelompok masyarakat dan secara teknis menyentuh semua aspek dan unsur yang terlibat dalam survailans epidemiologi, maka dipastikan sistem pengamatan penyakit akan berjalan dengan baik dan berhasil guna.
Strategi yang perlu diambil dalam upaya penguatan system dalam menerapkan survailans epidemiologi ini adalah sebagai berikut:
1.Penemuan sebab ( cause fiding) kegagalan, risk factor dan kendala tehnis survailans epidemiologi secara analitis dan komprehensif
2.Menyediakan dan memfasilitasi forum komunikasi kajian epidemiologi melalui diskusi, seminar, lokakarya dan kegiatan lainnya yang bersifat lokal, regional, nasional maupun internasional.
3.Memberikan konsultasi teknis dan pelatihan secara sitematis dan praktis dalam bidang penelitian, pelatihan, advokasi dan pembelajaran.
4.Membentuk jejaring komunikasi ( net working) dan pemantapan sistem informasi kesehatan dari dan ke seluruh tingkata administrasi manajemen pelayanan kesehatan.
5.Pemantapan fungsi Tim Epidemiologi Kabupaten/kota dan propinsi
6.Penerbitan media berkala bulletin epidemiologi
7.Menciptakan survailans yang memiliki harmonisasi dalam metodelogi dan defenisi kasus dengan standar operating procedures baku dengan sistem evaluasi dalam kendali mutu pelaksanannya
8.Survailans epidemiologi yang dilakukan harus berorientasi program bukan project oriented dan bersipat berkesinambungan serta pengambilan keputusannya harus dilakukan secara simultan atau terintegrasi
9.Pelaksanaan desseminasi dan publikasi data survailans dan informasi kesehatan harus berjalan semestinya agar tujuan desseminasi tercapai untuk menciptakan sistem desseminasi yang efektif
10.Advokacy kepada para pembuat keputusan pemerintah dan stekeholder terkait lainnya
11.Pemantapan manajemen kegiatan survailans.

Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan menyangkut pentingnya penyeleng-garaan pusat data penyakit dan informasi kesehatan:
a.Akses terhadap informasi cepat, dipercaya menyangkut penyakit dan kesehatan adalah hak rakyat (access to timely and reliable information on health and diseases is a citizen’s right) ini merupakan kunci dalam penyelenggaraan sistem informasi kesehatan
b.Pengambilan keputusan yang rasional, penetapan prioritas menyangkut kesehatan masyarakat sangat membutuhkan informasi tepat waktu dan akurat
c.Penyediaan bahan obat/farmasi dilakukan berdasrkan data epidemiologi tidak dilakukan berupa kebutuhan pokok kontinyu.
Teknologi internet yang sekarang ini semamgkin baik, dan sistem teknologi yang semangkin lengkap dikemas dengan kemampuan manajemen yang teratur akan mampu menyediakan informasi pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan dokter, pasien dan masyarakat serta institusi pelayanan kesehatan lainnya sehingga dapat digunakan sebagai sarana survailans.
Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita dalam penyelenggaraan sistem pelayanan kesehatan yang baik dan berguna bagi pencapaian Indonesia sehat 2015.
Kepuatakaan:
Seksi Ilmiah, 2004 : Strategi Pemantapan Aplikasi Survailns Epidemiologi Dalam Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesi Sehat 2010 pada Simposium Survailans Kesehatan Epi-Treat Unit Program Pascasarjana USU
Achmadi Fahmi Umar, 2008: Horison Baru Kesehatan Masyarakat Di Indonesia , Penerbit Rineka Cipta, Jakarta
Achmadi Fahmi Umar. 2005. Manajemen Penyakit Berbasis, Penerbit Buku Kompas, Jakarta
Intisari Epidemiologi. Jakarta; Mitra Cendikia press.
Bhisma Mukti, 2008: Survailans Kesehatan Masyarakat ,. Pdf

Tinjauan Kegawatdaruratan Psikiatri

Gambar Posted on Updated on

TINJAUAN KEGAWATDARURATAN PSIKIATRI
Oleh: Elvi Zuliani, SKM

logo-sehati-psd.jpg
PENDAHULUAN
Dewasa ini himpitan dan masalah sosial yang dihadapi masyarakat kian banyak dan berat, dalam menyikapi situasi dan kondisi ini berbagai pola dan prilaku yang ditunjukkan oleh masyarakat. Berbagai hal ini diketahui menimbulkan fenomena yang terkadang memerlukan perhatian dan bantuan pihak-pihak profesional dimana dapat dilihat diberbagai penayangan media akibat situasi dan masalah sosial tersebut banyak orang mengalami tekanan yang menimbulkan stress, depresi dan gangguan kejiwaan. Dalam hal ini yang perlu menjadi perhatian kita adalah gangguan kejiwaan yang membutuhkan penanganan segera yang kita golongkan keadaaan kegawatdaruratan psikiatri.
Kegawatdaruratan Psikiatrik merupakan aplikasi klinis dari psikiatrik pada kondisi darurat. Kondisi ini menuntut intervensi psikiatriks seperti percobaan bunuh diri, penyalahgunaan obat, depresi, penyakit kejiwaan, kekerasan atau perubahan lainnya pada perilaku. Pelayanan kegawatdaruratan psikiatrik dilakukan oleh para profesional di bidang kedokteran, ilmu perawatan, psikologi dan pekerja sosial. Permintaan untuk layanan kegawatdaruratan psikiatrik dengan cepat meningkat di seluruh dunia sejak tahun 1960-an, terutama di perkotaan.
Penatalaksanaan pada pasien kegawatdaruratan psikiatrik sangat kompleks. Para profesional yang bekerja pada pelayanan kegawatdaruratan psikiatrik umumnya beresiko tinggi mendapatkan kekerasan akibat keadaan mental pasien mereka. Pasien biasanya datang atas kemauan pribadi mereka, dianjurkan oleh petugas kesehatan lainnya, atau tanpa disengaja. Penatalaksanaan pasien yang menuntut intervensi psikiatrik pada umumnya meliputi stabilisasi krisis dari masalah hidup pasien yang bisa meliputi gejala atau kekacauan mental baik sifatnya kronis ataupun akut.

KEDARURATAN PSIKIATRI
Kedaruratan psikiatrik adalah suatu gangguan akut pada pikiran, perasaan, perilaku, atau hubungan sosial yang membutuhkan suatu intervensi segera (Allen, Forster, Zealberg, & Currier, 2002). Menurut Kaplan dan Sadock (1993) kedaruratan psikiatrik adalah gangguan alam pikiran, perasaan atau perilaku yang membutuhkan intervensi terapeutik segera. Dari pengertian tersebut, kedaruratan psikiatri adalah gangguan pikiran, perasaan, perilaku dan atau sosial yang membahayakan diri sendiri atau orang lain yang membutuhkan tindakan intensif yang segera. Sehingga prinsip dari kedaruratan psikiatri adalah kondisi darurat dan tindakan intensif yang segera. Berdasarkan prinsip tindakan intensif segera, maka penanganan kedaruratan dibagi dalam fase intensif I (24 jam pertama), fase intensif II (24-72 jam pertama), dan fase intensif III (72 jam-10 hari).
1.Fase intensif I
Fase intensif I adalah fase 24 jam pertama pasien dirawat dengan observasi, diagnosa, tritmen dan evaluasi yang ketat. Berdasarkan hasil evaluasi pasien maka pasien memiliki tiga kemungkinan yaitu dipulangkan, dilanjutkan ke fase intensif II, atau dirujuk ke rumah sakit jiwa.
2.Fase intensif II
Fase intensif II perawatan pasien dengan observasi kurang ketat sampai dengan 72 jam. Berdasarkan hasil evaluasi maka pasien pada fase ini memiliki empat kemungkinan yaitu dipulangkan, dipindahkan ke ruang fase intensif III, atau kembali ke ruang fase intensif I.
3.Fase intensif III
Fase intensif III pasien di kondisikan sudah mulai stabil, sehingga observasi menjadi lebih berkurang dan tindakan-tindakan keperawatan lebih diarahkan kepada tindakan rehabilitasi. Fase ini berlangsung sampai dengan maksimal 10 hari. Merujuk kepada hasil evaluasi maka pasien pada fase ini dapat dipulangkan, dirujuk ke rumah sakit jiwa atau unit psikiatri di rumah sakit umum, ataupun kembali ke ruang fase intensif I atau II.
Klasifikasi Kegawatdaruratan Psikiatri adalah:
1.Tidak berhubungan dengan kelainan organik:
Diantaranya gangguan emosional akut akibat dari antara lain; kematian, perceraian, perpisaan , bencana alam, pengasingan dan pemerkosaan.
2.Berhubungan dengan kelainan organik antara lain akibat dari; trauma kapitis, struk, ketergantungan obat, kelainan metabolik, kondisi sensitivitas karena obat
Penyebabnya Kegawatdaruratan Psikiatri:
1.Tindak kekerasan
2.Perubahan perilaku
3.Gangguan penggunaan zat
Kedaruratan Psikiatri à Adalah tiap gangguan pada pikiran, perasaan dan tindakan seseorang yang memerlukan intervensi terapeutik segera .
Diantaranya yang sering adalah
1.SUICIDE (BUNUH DIRI)
2.VIOLENCE AND ASSAULTIVE BEHAVIOR (PERILAKU KEKERASAN DAN MENYERANG).
Bunuh diri
Di Amerika tiap tahun kasus bunuh diri yang berhasil mencapai 30.000 orang per
tahun dimana dilaporkan bahwa angka yang mencoba bunuh diri sekitar 8 – 10x
lebih besar dari yang berhasil melakukannya
 Di Indonesia belum ada data yang tepat yang melaporkan jumlah kejadian kasus
bunuh diri.
Literatur menunjukkan à 95% kasus bunuh diri berkaitan dengan masalah kesehatan
jiwa diantaranya : 80% Depresi,10% Skizofrenia, 5% Dementia/Delirium, 5% diagnosa
ganda yang berkaitan dengan Ketergantungan Alkohol
 Menurut Adam.K mereka yang mempunyai resiko tinggi untuk terjadinya bunuh diri adalah:
•Pria , usia diatas 45 tahun, tidak bekerja, bercerai atau ditinggal mati pasangan hidupnya
•mempunyai riwayat keluarga yang bermasalah, mempunyai penyakit fisik kronis
•mempunyai gangguan kesehatan jiwa ,Hubungan sosial yang buruk baik terhadap keluarga/lingkungan ,cenderung mengisolasi diri
Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menduga adanya resiko bunuh diri:
Adanya ide bunuh diri/percobaan bunuh diri sebelumnya
Adanya kecemasan yang tinggi, depresi yang dalam & kelelahan
Adanya ide bunuh diri yang diucapkan
Ketersediaannya alat atau cara untuk bunuh diri
Mempersiapkan warisan terutama pada pasien depresi yang agitatif
Adanya krisis dalam kehidupan baik fisik maupun mental
Adanya riwayat keluarga yang melakukan bunuh diri
Adanya kecemasan terhadap keluarga jika terjadi bunuh diri
Adanya keputus-asaan yang mendalam
Tindakan awal:
DOKTER KELUARGA /UMUM àLakukan pertolongan pertama jika diperlukan Berikan penjelasan ke keluarga pasien tentang kondisinya
Rujuk pasien ke RS terdekat
Tatalaksana:
Pencegahan yang utama
Hospitalisasi tergantung :
Diagnosis, Beratnya Depresi, Kuatnya ide bunuh diri
Kemampuan pasien dan keluarga mengatasi masalahnya
Keadaan kehidupan pasien
Tersedianya support sosial bagi pasien
Ada tidaknya faktor resiko bunuh diri pada saat kejadian

Perilaku kekerasan & menyerang (mania)
Paling penting tentukan:
Gangguan Fisik? Gangguan Mental?
Mental
Gangguan proses pikir misal Skizofrenia, Waham paranoid, Halusinasi perintah membunuh / menyerang
Gangguan kepribadian : Ambang, Antisosial, Histrionik
Intoksikasi obat / alkohol, Gejala putus obat
Gangguan organik
Gangguan Manik/Episode Manik
Depresi Agitatif/Episode Depresi
Gangguan Cemas
Reaksi Ekstra Piramidal
Tanda-tanda adanya perilaku kekerasan yang mengancam:
Kata-kata keras/kasar atau ancaman akan kekerasan
Perilaku agitatif
Membawa benda-benda tajam atau senjata
Adanya pikiran dan perilaku paranoid
Adanya penyalah gunaan zat/intoksikasi alkohol
Adanya halusinasi dengar yang memerintahkan untuk melakukan tindak kekerasan
Kegelisahan katatonik
Episode Manik
Episode Depresi Agitatif
Gangguan Kepribadian tertentu
Adanya penyakit di Otak ( terutama di lobus frontal )
Hal yang perlu diperhatikan:
Adanya ide-ide kekerasan disertai rencana dan sarana yang tersedia
Adanya riwayat kekerasan sebelumnya
Adanya riwayat gangguan impuls termasuk penjudi, pemabuk, penyalahgunaan zat psikoaktif,percobaan bunuh diri ataupun melukai diri sendiri, Psikosis.
Adanya masalah dalam kehidupan pribadi yang nyata Dokter keluarga/dokter umum
Masalah fisik? à Rujuk RS yang lengkap fasilitasnya
Masalah mental? à Rujuk ke RS Jiwa/perawatan jiwa
Jika kondisi gaduh gelisah murni karena masalah mental tidak terlalu berat & cukup kooperatif dapat diberikan:
*Haloperidol 0,5 – 1,5mg 3x/h
*Chorpromazine 25 mg 3x/h
*Diazepam 2,5 – 5mg 3x/h atau lorazepam 0,5 – 1mg 3x/h
*Risperidone 0,5 – 1mg 2x/h
*Olanzepine 5mg 1x/h
*Quetiapin 25mg 2x/h
*Clozapin 25mg 2x/h
*Anipriparole 10mg 1x/h
*K.I: antipsikotik untuk pasien trauma kepala à rujuk RSU
pertologan gangguan jiwa
STRATEGI UMUM PEMERIKSAAN PASIEN KEGAWATDARURATAN PSIKIATRI:
1.Perlindungan diri pemeriksa
2.Mencegah bahaya:
– Melukai diri sendiri dan bunuh diri
– Kekerasan terhadap orang
3.Adakah disebabkan kondisi medik?
4.Adakah kemungkinan psikosis fungsional?
INTERVENSI KEPERAWATAN:
Intervensi keperawatan pada klien kegawatdaruratan psikiatri difokuskan pada beberapa hal sesuai dengan tujuan dan diagnosa yang sudah ditetapkan. Pada dasarnya intervensi difokuskan pada :
1.Lingkungan
2.Hubungan perawat-klien
3.Afektif
4.Kognitif
5.Prilaku
6.Sosial
7.fisiologis
Intervensi Lingkungan: Dalam merawat klien depresi, prioritas utama ditujukan pada potensial bunuh diri. Klien yang mania juga merupakan ancaman terjadinya kecelakaan. Klien memiliki daya nilai yang rendah, senang tindakan yang risiko tinggi, tidak mampu menilai realitas yang berbahaya dan konsekuensi dari perilakunya. Keadaan ini berindikasi untuk menempatkan klien pada tempat yang aman, misalnya: dilantai dasar, perabotan yang sederhana, kurangi rangsangan, suasana yang tenang untuk mengurangi stres dan panik klien
Hubungan Perawat- Klien: Perawat perlu mempunyai kesadaran diri dan kontrol emosi serta pengertian yang luas tentang depresi dan mania. Bekerja dengan klien depresi pendekatan perawat adalah hangat, menerima, diam yang aktif, jujur, empati. Sering intervensi ini sukar dipertahankan karena klien tidak memberi respons. Hubungan saling percaya yang terapeutik perlu dibina dab dipertahankan. Bicara lembut, sederhana dan beri waktu pada klien untuk berpikir dan menjawab.Berbeda dengan klien mania yang sangat senang bicara, manipulatif, hiperaktif, konsentrasi rendah dan singkat, pikiran meloncat, penilaian miskin. Klien mungkin mendominasi dan memanipulasi klien dan kelompok. Batasan yang konstruktif diperlukan untuk mengontrol perilaku klien.
Intervensi Afektif: sangat penting karena klien sukar mengekspresikan perasaanya. Kesadaran dan kontrol diri perawat pada dirinya merupakan sarat utama. Pada klien depresi, perawa harus mempunyai harapan bahwa klien akan lebih baik. Sikap perawat yang menerima klien, hangat, sederhana akan mengekspresikan pengharapan pada klien. Perawat bukan menggembirakan dan mengatakan tidak perlu khawatir, tetapi menenangkan dan menerima klien. Mendorong klien mengekspresikan pengalaman yang menyakitkan dan menyedihkan secara verbal akan mengurangi intensitas masalah yang dihadapinya danmetaskan kehidupan lebih berarti. Jadi, intervensi pertama adalah membantu pasien mengekspresikan perasaannya, kemudian dilanjutkan dengan intervensi yang berfokus pada kognitif, perilaku atau sosial. Klien depresi dan mania yang diizinkan mengekspresikan marah, ketidakpuasan, kecemasan merasakan pengalaman baru, dan kemudian perawat membantu untuk menganalisis dan menyadari perasaannya dan selanjutnya bersama-sam mencari alternatif pemecahan masalah sehat dan konstruktif.
Intervensi Kognitif: intervensi ini bertujuan untuk meningkatkan kontrol diri klien pada tujuan dan perilaku, meningkatkan harga diri dan membantu klien memodifikasi harapan yang negatifKlien depresi yang memandang dirinya negatif perlu dibantu untuk mengkaji perasaannya, dan identifikasi maslah yang berhubungan.
Pikiran negatif yang ada harus diubah melalui beberapa cara:
1.Identifikasi semua ide, pikiran yang negatif
2.Identifikasi aspek positif dari dirinya( yang dimiliki, kemampuan, keberhasilan, kesempatan)
3.Dorong klien menilai kembali persepsi, logika, rasional
4.Bantu klien berubah dari tidak realitas kerealitas, dari persepsi yang salah atau negatif ke persepsi positif
5.Sertakan klien aktivitas yang memperlihatkan hasil. Beri penguatan dan pujian akan keberhasilannya.
Intervensi Perilaku: intervensi berfokus pada mengaktifkan klien yang diarahkan pada tujuan yang realistik. Memberi tanggung jawab secara bertahap dalam aktivitas di ruangan. Klien depresi berat dengan penurunan motivasi perlu dibuat aktivitas yang terstruktur. Beri penguatan pada aktivitas yang berhasil.
Intervensi Sosial: Masalah utama dalam intervensi ini adalah kurangnya keterampilan berinteraksi. Untuk itu diperlukan preses belajar membina hubungan yang terdiri dari:
1.Mengkaji kemampuan, dukungan dan minat klien
2.Mengobservasi dan mengkaji sumber dukungan yang ada pada klien
3.Membimbing klien melakukan hubungan interpersonal. Dapat dengan role model, role play, dengan mencoba pengalaman hubungan sosial yang lalu
4.Beri umpan balik dan penguatan hubungan interpersonal yang positif
5.Dorong klien untuk memulai hubungan sosial yang lebih luas (keluarga, klien lain).
Intervensi Fisiologis: Tujuan intervensi ini adalah meningkatkan status kesehatan klien. Makanan, tidur, kebersihan diri, penampilan yang terganggu memerlukan perhatian perawat. Dalam hal istirahat, klien depresi takut sehingga memerlukan dukungan. Klien mania yang selalu segar dan tidak pernah ngantuk, perlu diberi suasana yang mendukung dengan peraturan yang konstruktif.
EVALUASI
Efektifitas asuhan keperawatan dapat dilihat dari perubahan respon maladptif. Klien akan dapat:
1.Menerima dan mengakui perasaannya dan perasaan orang lain.
2.Memulai kuminikasi
3.Mengontrol perilaku sesuai dengan keterbatasannya (tidak manipulatif)
4.Mempergunakan proses pemecahan masalah.

Kepustakaan;
Keliat Budi Anna,1992 Kedaruratan Pada Gangguan Alam Perasaan, Penerbit Arcan, Jakarta
Dr, NongLumingkewas, 1990 Text Book Psikiatri
Anira Forrever, Makalah PICU (Psychiatric Intensive Care Unit)

Gangguan Kehamilan

Gambar Posted on Updated on

GANGGUAN KEHAMILAN Oleh: Elvi Zulianilogo-sehati-psd.jpg

Gangguan Kehamilan adalah kumpulan gejala dan tanda (syndroma ) yang dialami oleh wanita selama hamil yang menimbulkan ketidak amanan dan rasa tidak nyaman, bahkan dapat membahayakan kehamilan, tumbuh kembang janin dalam kandungan, proses persalinan yang berbentuk atau berupa penyakit-penyakit yang menyertai kehamilan. Gangguan  kehamilan berupa keluhan atau gejala yang timbul bersamaan dengan kehamilan yang dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan ibu dan janin dalam kandungan yang terjadi selama ibu hamil baik pada trimester I, II maupun trimester III.

 Gangguan kehamilan

 

Gangguan Kehamilan yang sering dialami oleh ibu hamil ada beberapa jenisJenis gangguan kehamilan beragam, dari yang ringan sampai yang berat. Semua jenis gangguan kehamilan dapat diatasi. Beberapa di antaranya sebetulnya sudah dapat dicegah. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pemeriksaan kehamilan rutin / Antenatal care (ANC) Sekurang-kurangnya 6 kali selama kehamilan. Menjaga kesehatan dan berolahraga ringan dapat mengurangi dan menghilangkan gangguan kehamilan tersebut. Bila gangguan kehamilan tak kunjung hilang kami sarankan agar anda segera menghubungi dokter kandungan dan bidan. Dapat saja keluhan ibu hamil tersebut merupakan pertanda awal dari bahaya kehamilan yang tidak bisa disepelekan.

Gangguan kehamilan yang dapat kami rangkum untuk anda adalah sebagai berikut :
1. Mual- Muntah:
Sekitar 50% wanita hamil mengalami mual-mual, dan beberapa sampai muntah-muntah. Keluhan ini terjadi dalam 12 minggu pertama kehamilan, biasanya menghilang pada akhir waktu tersebut. Tapi kadang-kadang muncul kembali menjelang akhir kehamilan yang disebabkan oleh kepekaan terhadap hormon kehamilan. Hal ini akan diperberat bila si ibu terlalu cemas atau mengalami tekanan emosional. Kebanyakan mual – mual ini dapat diatasi dengan cara sederhana, komposisi makanan yang tidak mengandung lemak, karbohidrat rendah akan dapat mengurangi mual-mual.
Penyebab Mual – Muntah pada ibu Hamil
Kadar hormon HCG dan estrogen yang meningkat drastis pada trimester pertama akan memicu bagian otak yang mengontrol mual dan muntah. Selain itu, saluran cerna juga menjadi terdesak karena memberi ruang untuk janin tumbuh. Akibatnya terjadi refluks asam ( keluarnya asam dari lambung ketenggorokan) dan lambung bekerja lebih lambat menyerap makanan, sehingga menyebabkan mual dan muntah
Contoh diet yang disesuaikan untuk ibu hamil:
Ketika bangun tidur: Seiris toast atau 2 biskuit kering crecker, dengan minuman teh encer.
8.00 : Sarapan ringan dengan sereal atau toast dengan selai atau madu , dan mungkin teh ringan jika calon ibu merasa dapat memakan lebih banyak, diet dapat disesuaikan dengan kebutuhannya
10.00 : Toast dengan segelas susu, teh atau sari buah
12.30 : Makan siang. Sop dengan toast atau cream
crecker, beras atau mie dengan sayuran rebus
15.30 : Teh, Toast, selai, jus buah dan kue basah
18.30 : Makan malam. Daging atau ayam, sayuran hijau,
kentang, salad dan puding beras
21.30 : Minum teh, coklat, susu hangat atau susu soda
Jam tidur: Segelas minum dan cream creaker jika calon ibu bangun ditengah malam
Jika mual-mula begitu mengganggu semisal muntah terjadi berlebihan sampai 7 kali dalam sehari, kondisi ibu menjadi lemah, tidak selera makan, BB menurun dan nyeri ulu hati. Keadaan ini tidak boleh dibiarkan. Mintalah bantuan bidan atau dokter, kemungkinan ibu hamil sedang mengidap penyakit berat dan memerlukan perawatan rumah sakit Tetap dalam beberapa kasus mual-muntah, obat –obatan dapat membantu calon ibu merasa lebih enak dan mengatasinya dengan lebih mudah. Pengobatan tradisional : jahe, P6 acupressure. Obat-obatan : antihistamin (antialergi) (seperti cyclizine atau meclozine) akan membantu., vitamin B6 cukup efektif namun hati-hati terhadap efek samping, vitamin B12 efektif mengurangi mual dan muntah namun belum diteliti keamanannya. Dalam kasus yang lebih parah, khususnya muntah-muntah yang menggangu obat bernama metoclopramide yang diminum 3 kali sehari bisa membantu. Tetapi bila keadaan muntah-muntah berlebihan maka kondisi ini disebut hyperemesis gravidarum , hal ini butuh penanganan khusus dan mendapatkan terapi infus. Jika tidak dikoreksi akan buruk akibatnya/pengaruhnya terhadap anak di kandungan maupun pada diri ibu sendiri.Sekitar 1,5% -2% ibu hamil mengalami keadaan Hyperemesis gravidarum ini. Gangguan ini memiliki gejala: muntah terus, lebih dari 3-4 kali sehari. Ibu tidk nafsu makan sama sekali BB ibu pun turun 2 -3 Kg dalam seminggu, kekurangan cairan, gangguan elektrolit, lemah dan tidak bertenaga, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

2. Keram Perut Saat Hamil
Saat hamil terkadang muncul rasa keras dan kram disekitar daerah perut. Hal ini biasanya terjadi pada ibu hamil dan umumnya tidak membahayakan, meski demikian tak berarti boleh dibiarkan sampai menimbulkan rasa sakit berkepanjangan. Kalau intensitas dan kekerapananya tinggi sebaiknya segera periksakan ke dokter jangan tunggu sampai sakit.
Istilah kram perut sebenarnya tidak dikenal dalam medis, yang ada adalah kontraksi dalam kehamilan. Keadaan ini adalah wajar yang menandakan bahwa didalam rahim terdapat benda hidup lainnya. Kontraksi ini merupakan reaksi fisiologis dari rahim secara periodik karena rahim sedang berisi. Kontraksi mulai dirasakan sejak trimester kedua kehamilan. Dan umumnya terjadi sesekali saja. Jika menimbulkan rasa sakit tetap harus diwaspadai karena kram yang berkelanjutan sampai sakit bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran premature. Saat hamil terkadang muncul rasa keras dan kram disekitar daerah perut. Hal ini biasanya terjadi pada ibu hamil dan umumnya tidak membahayakan, meski demikian tak berarti boleh dibiarkan sampai menimbulkan rasa sakit berkepanjangan. Kalau intensitas dan kekerapananya tinggi sebaiknya segera periksakan ke dokter jangan tunggu sampai sakit.
Sakit perut yang dialami ibu hamil dikatakan normal jika selama awal kehamilan, biasanya akan mengalami perasaan berat pada perut dan sedikit sakit, seperti saat menjelang haid. Ini lebih disebabkan pengaruh meningkatnya hormon progesterondan relaxin,yang membuat sambungan –sambungan tulang disekitar rahim agak merenggang. Namun ini seharusnya sudah menghilng pada saatkehamilan berusia 10- 12 minggu
Penyebab Kram
Rasa kram timbul disebabkan oleh gangguan asupan oksigen ke rahim sehingga terjadi kekurangan oksigen. Jika asupan oksigen tidak lancar, aliran darah pun menjadi tidak lancar. Inilah yang menimbulkan rasa sakit.
Sebenarnya janin dalam perut dilingkupi oleh ari-ari sehingga saat rahim berkontraksi darah pun terhambat alirannya ke dalam janin. Jika intensitas dan frekuensi kontraksi cukup tinggi cadangan oksigen ari-ari pun bisa berkurang atau bahkan habis.
Kontraksi dianggap normal ketika memasuki usia 37- 40 minggu, yakni minggu-minggu mendekati kelahiran. Bila kram perut sering muncul diusia kehamilan kurang dari 20 minggu, di khawatirkan bisa menyebabkan keguguran. Kram berat yang terjadi di salah satu sisi perut bagian bawah, di bulan 1 -3 pertama kehamilan bisa jadi tanda kehamilan ektopik, khususnya jika ibu mengalami perdarahan atau flek berwarna kecoklatan, rasa sakit pada bahu disisi yang sama dengan bagian perut yang sakit atau merasa sakit saat berhubungan seks. Setiap kehamilan punya resiko untuk itu, terutama ibu hamil dengan kelebihan berat badan maupun yang berat badannya sagat kurang. Kontraksi yang masih dianggap wajar adalah berlangsuang sesaat saja atau masih dalam hitungan 1-3 menit saja.
Ada cara mudah yang dianjurkan untuk mengurangi kram atau kontraksi yang berlangsung yaitu dengan menghentikan segala kegiatan yang sedang dilakukan segera dan segeralah istirahat.Pada bulan-bulan akhir kehamilan, rasa sakit yang parah di perut bagian bawah yang tidak hilang meskipun sudah istirahat mungkin pertanda ibu mengalami p;acenta abruption yaitu lepasnya plasenta dari dinding rahim
Gangguan asupan oksigen itu disebakan oleh berbagai factor yang salah satunya adalah aktifitas ibu hamil yang berlebihan, karena kegitan yang berlebihan dapat membuat daya serap oksigen lemah. Penyebab lain adalah asupan gizi ibu hamil yang kurang bagus, sehingga ibu kekurangan energi untuk mengantarkan darah dan oksigen ke rahim.
Terakhir yang menjadi penyebab adalah faktor emosi. Keadaan jiwa seseorang saat hamil sangat mempengaruhi keseluruhan proses kehamilan. Oleh karena itu stress dapat memicu gangguan asupan oksigen.
Penanganan. Dengan melakukan konsultasi dokter dan pemeriksaan CTG dan pemberian obat-obatan untuk melebarkan pembuluh darah, selain itu ibu hamil sebaiknya tidak terlalu banyak aktifitas karena akan menimbulkan kelelahan dan ketegangan.
3. Heart burn
Heart burn adalah sensasi rasa panas atau rasa tidak nyaman yang dirasakan dibalik tulang dada,atau tenggorokan, atau keduanya.
Penyebab heart burn pada kehamilan masih belum jelas namun diperkirakan disebabkan oleh perubahan hormonal yang mengganggu pergerakan lambung dan berakibat refluks gastroesofageal. Hal ini terjadi karena perubahan hormonal tersebut menyebabkan pergerakan saluran cerna menjadi lebih lama. Selain itu, pembesaran rahim juga dapat menekan perut dan mendorong asam lambung untuk keluar ke atas. Heart burn dapat diikuti dengan regurgitasi asam dari lambung yang mencapai tenggorokan atau mulut dan mengakibatkan rasa asam atau pahit di mulut. Keluhan ini tidak akan mempengaruhi kehamilan, dan pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengurangi gejala yang terjadi.

Heart burn adalah keluhan yang sering terjadi selama kehamilan. Modifikasi gaya hidup yang dianjurkan adalah memperbaiki postur, mempertahankan posisi berdiri terutama setelah makan, tidur dengan posisi kepala lebih tinggi, dan modifikasi diet seperti makan makanan dalam jumlah kecil, mengurangi makan makanan berlemak dan makanan yang dapat mengiritasi lambung seperti kafein.

Penanganan
•Makan makanan dalam porsi kecil anitidine 3 kali makan dalam porsi besar
•Makan perlahan-lahan
•Minum minuman hangat seperti teh
•Hindari makan makanan yang pedas, aniti-gorengan
•Jangan berbaring segera setelah makan
•Pertahankan posisi kepala di tempat tidur lebih tinggi dibandingkan kaki. Atau letakkan bantal dibawah bahu untuk mencegah naiknya asam lambung ke tenggorokan
•Jangan mencampur makanan berlemak dengan makanan manis dalam satu waktu dan coba untuk pisahkan makanan cair dan padat
•Obat-obatan. Pilihan terapi obat-obatan untuk heart burn adalah anitid, H2 reseptor antagonis, dan panghambat pompa proton. Obat-obatan ini digunakan untuk mengurangi gejala refluks asam. Antasid dapat menetralisir asam lambung dan dapat digunakan untuk mengurangi gejala heart burn. H2 reseptor antagonis seperti anitidine, dapat mengurangi produksi asam lambung, dilaporkan cukup efektif dan aman buat wanita hamil. Penghambat pompa proton seperti omeprazole dapat menekan produksi asam lambung.
4. Anemia
Anemia Gizi : adalah kekurangan kadar haemoglobin (Hb) dalam darah yang disebabkan karena kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan Hb tersebut. Di Indonesia sebagian besar anemia ini disebabkan karena kekurangan zat besi (Fe) hingga disebut Anemia Kekurangan Zat Besi atau Anemia Gizi Besi.
Di negara berkembang pada umumnya, meskipun uji coba menunjukkan seorang wanita hamil menderita anemia, namun jumlah wanita hamil yang menderita anemia sesungguhnya, sedikit. Hal ini sebagian disebabkan selama kehamilan, terjadi peningkatan volume darah total (Haemodilusi), sehingga seakan-akan darah calon ibu tampak kekurangan/anemia. Tapi anemia yang sesungguhnya dapat menimbulkan masalah pada ibu hamil. Karena itu , dokter secara rutin mrengukur kadar hemoglobin dalam darah dan melakukan beberapa pengujian terhadap contoh darah yang sama. Biasanya pengujian dilakukan pada kunjungan pertama, dan pengujian berikutnya pada kehamilan kira-kira 28 minggu.
Anemia sering ditandai dengan wajah ibu yang pucat, mata merah dan telapak tangan pucat, cepat lelah, lemah dan lesu kemungkinan ibu hamil menderita kurang darah. Sel-sel darah merah kekurangan unsur hemoglobin. Anemia yang berat bisa mengganggung jantung. Keluhan dimana sering berdebar pada pasien ini kemungkinan karena sudah sampai stadium membebani jantung.
Anemia kekurangan zat besi mudah diatasi dengan pemberian tambahan pil zat besi (sulfas ferosus), atau tablet penambah zat besi lainnya. Anemia dalam kehamilan berefek buruk pada kehamilan, selain juga berefek buruk pada janin yang dikandung. Pasokan zat asam janin kurang dari normal. Gangguan plasenta dan perdarahan pasca-persalinan sering terjadi pada ibu hamil yang anemia.Beberapa wanita, khususnya yang mengandung bayi kembar, memerlukan vitamin pencegah anemia bernama asam folic, namun kebanyakan yang lainnya tidak memerlukannya.
Keharusan ibu hamil untuk meminum tablet zat besi adalah sesering dia mengingatnya, kecuali bidan atau dokter menunjukkan dia mengalami anemia yang sesungguhnya sehingga memerlukan perawatan khusus dan penanganan di rumah sakit.
5.Konstipasi (sembelit)
Konstipasi adalah hambatan pengeluaran dari sisa-sisa makanan yang berkaitan dengan kesulitan BAB akibat tinja yang keras disertai dengan nyeri pada perut.
Penyebab
Konstipasi pada wanita hamil tidak hanya berkaitan dengan kurangnya asupan serat, namun juga berkaitan dengan peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan berkurangnya pergerakan lambung dan meningkatnya waktu transit makanan di lambung. Selain itu penekanan rektum (bagian terbawah usus besar) akibat pembesaran rahim juga dapat menyebabkan konstipasi.

Suatu penelitian menyebutkan bahwa terjadinya konstipasi semakin berkurang dengan bertambahnya usia kehamilan. Gandum atau makanan yang mengandung serat efektif di dalam menangani konstipasi. Apabila nyeri perut dan konstipasi yang terjadi tidak ada perbaikan dengan asupan makanan berserat, maka penggunaan laksatif sebagai perangsang lebih efektif dibandingkan laksatif yang membentuk masa tinja. Efek samping penggunaan laksatif diantaranya adalah diare dan nyeri perut.

Penanganan
•Makan makanan berserat (roti gandum, buah, sayuran)
•Minum cairan dalam jumlah cukup (6 – 8 gelas air dan 1 -2 gelas jus per hari)
•Minum minuman hangat terutama di pagi hari
•Miliki waktu khusus untuk BAB dan hindari mengedan ketika BAB
•Ketika di toilet dapat melakukan gerakan duduk tegak dan bersandar sedikit kebelakang, naikkan lengan ke atas untuk mengaktifkan gerakan usus besar, bergerak dari samping ke samping untuk melancarkan gerakan usus, dan letakkan salah satu kaki di suatu kotak untuk menurunkan tekanan dari anus (dubur)
•Apabila memiliki pekerjaan yang mengharuskan duduk sepanjang waktu, berdirilah dan berjalan setiap jam atau kapanpun ada waktu
•Diskusikan penggunaan laksatif dengan dokter
6. Hemoroid
Hemoroid atau sering dikenal dengan wasir atau ambeien (pile)adalah penonjolan vena di sekitar anus (dubur) yang ditandai dengan perdarahan anorektal (daerah dubur dan rektum ), nyeri dan gatal di anus.
Keluhan ini lebih umum pada multigravidae (wanita yang pernah beberapakali mengandung), dan juga tampak terjadi di sejumlah keluarga. Keluhan yang lazim adalah pendarahan selama buang air besar, tonjolan lembut dirasakan selama pemakainan kertas toilet,atau sakit. Kadang-kadang hemoroid muncul untuk pertama kali setelah melahirkan, yang dirasakan tidak menyenangkan. Sembelit dan mengejan untuk mengosongkan perut menambah keluhan ini.
Penyebab
Asupan serat yang kurang dan kehamilan adalah faktor pencetus untuk terjadinya hemoroid. Penekanan pada rektum dan vagina akibat pertumbuhan dari bayi dapat menyebabkan hemoroid pada wanita hamil. Dalam suatu penelitian, dikatakan bahwa 8% wanita hamil mengalami hemoroid pada 3 bulan terakhir kehamilan.
Penanganan
Penanganan untuk hemoroid meliputi modifikasi makanan, krim (seperti Anusol-HC), pengobatan oral (lewat mulut), dan operasi. Belum ada bukti mengenenai keefektifan dan keamanan pengunaan krim untuk wanita hamil. Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa 84% wanita hamil mengalami perbaikan gejala setelah diberikan pengobatan oral. Pada kasus berat, terapi operasi dapat dilakukan. Operasi pada umumnya jarang dilakukan pada wanita hamil karena hemoroid akan mengecil dengan sendirinya ketika wanita tersebut melahirkan. Modifikasi gaya hidup wanita hamil dengan hemoroid :
•Minum air yang banyak dan buah-buahan dapat melunakkan tinja
•Hindari terjadinya konstipasi karena konstipasi dapat menyebabkan terjadinya hemoroid dan menyebabkannya terasa lebih sakit
•Hindari duduk atau berdiri dalam waktu lama, ubah posisi secara berkala
•Usahakan tidak mengedan ketika BAB
•Kompres dingin atau menggunakan es pada daerah pembesaran vena (anus) atau mandi dengan menggunakan air hangat beberapa kali sehari untuk mengurangi nyeri
•Hindari pakaian dalam yang ketat, celana ketat
•Diskusikan terapi hemoroid dengan dokter yang merawat
7. Bercak pada Vagina (Keputihan)
Peningkatan suplai darah dan hormonal menyebabkan peningkatan produksi cairan vagina. Kualitas dan kuantitas dari bercak vagina berubah ketika wanita tersebut hamil. Wanita umumnya memproduksi cairan vagina lebih banyak ketika hamil. Sekitar 30% calon ibu menyadari keputihan yang meningkat ini .Bercak vagina normal pada umumnya berwarna putih atau bening, tidak gatal atau terasa panas, tidak berbau, dan dapat terlihat berwarna kuning atau mengering pada pakaian dalam. Apabila bercak tersebut memiliki bau tidak enak diikuti dengan rasa gatal atau panas, berkaitan dengan nyeri ketika berkemih, maka wanita tersebut mungkin menderita bakterial vaginosis (infeksi bakteri), trikomoniasis (parasit), atau kandidiasis (jamur).

Penanganan
•Gunakan pakaian dalam yang memiliki bahan katun atau yang terbuat dari serat natural
•Hindari pemakaina jeans atau celana ketat
•Jangan menggunakan cairan pembersih vagina. Hal tersebut dapat menyebabkan masuknya udara di dalam peredaran darah atau dapat memecahkan cairan ketuban pada kehamilan triwulan akhir
•Bersihkan area vagina menggunakan air dan sabun
•Basuh dari arah depan ke belakang
•Hubungi dokter bila mengalami gejala rasa terbakar, gatal, bengkak, bau tidak enak, bercak darah, atau bercak berwarna hijau atau kuning terang pada vagina
Dokter hanya dapat menentukan penyebab sebenarnya dengan memeriksa cairan yang diambil dari vagina memakai tongkat kapas. Jika dia melihatnya di bawah mikroskop, maka dapat diberi resep yang sesuai. Beberapa dokter mengambil cairan dari vagina pada sekitar 32 minggu kehamilan. Cairan ini diperiksa di laboratorium untuk mengetahui apakah wanita itu terinfeksi steptococus grup B. Karena bakteri ini bisa menginfeksi bayi, wanita yang vaginanya ditempati bakteri ini diberi antibiotik ketika persalinan sudah mendekati.
8. Nyeri Punggung
Khususnya dalam kehamilan lanjut, sendi pinggul dan ligamen menjadi relaks. Disaat yang sama peningkatan berat rahim mengubah pusat keseimbangan, sehingga calon ibu berdiri dengan pundak agak tertarik ke belakang, dan kenyataannya sikap ini justru menimbulkan sakit punggu, terutama lebih dirasakan oleh ibu multigravidae.

Nyeri pada punggung selama kehamilan bervariasi antara 35 – 60 %. Diantara semua wanita ini, 47 – 60 % melaporkan bahwa nyeri punggung terjadi pada kehamilan 5 – 7 bulan. Selain itu dilaporkan juga bahwa nyeri punggung ini bertambah parah di sore hari menjelang malam. Ditengah malam mungkin sulit tidur. Rasa sakit biasanya dirasakan di bagian bawah punggung atau sendi sacroiliac. Pengobatan sebagian besar adalah mencegah kondisi ini semangkin parah.Nyeri punggung pada wanita hamil berkaitan dengan peningkatan berat badan akibat pembesaran rahim dan peregangan dari otot penunjang karena hormon relaksan (hormon yang membuat otot relaksasi atau lemas) yang dihasilkan.
Terdapat 3 tipe penangan yang dapat dilakukan pada nyeri punggung akibat kehamilan yaitu:
1.Senam di dalam air
2.Bantal Ozzlo
3.Akupunktur yang berkaitan dengan fisioterapi
4.Modifikasi gaya hidup
•Pakailah sepatu berhak rendah (tapi tidak datar)
•Hindari mengangkat benda berat
•Lakukan posisi berjongkok ketika mengambil barang yang terjatuh dibandingkan dengan posisi membungkuk
•Jangan berdiri terlalu lama, bila harus berdiri dalam waktu lama maka letakkan salah satu kaki di atas kotak kecil di bawah
•Duduk di kursi yang memiliki penahan punggung yang baik, atau tempatkan bantal kecil dibelakang punggung dan letakkan kaki diatas kotak kecil di bawah
•Tidur pada sisi kiri atau kanan dengan menggunakan guling diantara kedua tungkai untuk penahan
•Berikan sebotol air panas dan usapkan atau mandi dengan air panas atau dipijat
•Lakukan olahraga untuk memperkuat otot punggung
•Berdiri dalam posisi yang benar. Berdiri tegak akan meredakan peregangan punggung
•Hubungi tenaga kesehatan apabila mengalami nyeri punggung bagian bawah yang menjalar ke perut dan tidak membaik dengan perubahan posisi atau istirahat selama 1 jam. Hal ini mungkin merupakan tanda-tanda bersalin dini.
9. Pembengkakan Gusi
Peningkatan peredaran darah dan suplai hormonal dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan perdarahan pada gusi yang disebut epulis. Perawatan gigi selama kehamilan tidak berbeda sari saat saat yang lain. Didaerah-daerah di mana fluroid tidak ditambahkan ke air minum, pemakainan 1 tablet per hari mengandung 1 miligram fluorine yang diminum sejak minggu ke-20 kehamilan akan melindungi janin dari karies gigi.
Disarankan
•Rawat gigi dengan hati-hati. Sikat gigi dan dental floss secara teratur
•Lakukan pemeriksaan gigi secara berkala untuk memastikan kesehatan gigi dan mulut

Pembengkakan gusi
10. Varises Vena
Kehamilan menyebabkan timbulnya varises di kaki wanita yang sebelumnya pernah mengalami. Pembuluh darah muncul selama kehamilan tetapi secara keseluruhan cendrung membesar dan menjadi lebih nyata pada bual-bulan terakhir. Pembuluh darah tampak membesar bahkan ada yang seperti tabung di bawah kulit, atau seperti jaring laba-laba di sekitar tumit dan dibelakang lutut. Kaki terasa berat, terlihat jelek dan kadang-kadang terasa sakit dan bengkak. Kebanyakan hilang setelah bayi lahir.
Penyebab
Varises vena disebabkan oleh pengumpulan darah pada vena bagian perifer (tepi) akibat tidak efisiennya katup yang ada. Pada kondisi normal, katup pada vena mencegah darah kembali mengalir ke tungkai. Peningkatan volume darah dan peningkatan tekanan akibat pembesaran rahim dapat melambatkan aliran darah yang terkadang menyebabkan pembesaran atau pembengkakan dari pembuluh balik. Varises vena dapat berupa pelebaran vena yang berwarna biru di permukaan kulit, gatal, dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Kaki dan persendian dapat menjadi bengkak. Varises vena merupakan keluhan umum akibat kehamilan.
Terapi penekanan dengan menggunakan stoking khusus dapat mengurangi gejala varises yang sudah terjadi namun tidak dapat mencegah varises yang akan terjadi.

Penanganan
•Hindari duduk atau berdiri dalam waktu lama, ubah posisi secara berkala
•Hindari berada dalam posisi yang membatasi peredaran darah pada tungkai (seperti menyilangkan kaki ketika duduk)
•Tinggikan posisi tungkai dan kaki ketika duduk
•Berolahraga secara teratur
•Pemakaian stoking namun hindari pakai celana yang terlalu ketat di bagian tungkai
11. Pembengkakan pada Tungkai dan Kaki (Oedema)
Pengumpulan cairan dalam jaringan tubuh adalah normal selama kehamilan. Rata-rata calon ibu mengumpulkan 3 sampai 6 liter cairan, separuhnya dalam 10 minggu terakhir kehamilan. Pembekakan tumit, bagian paling bawah dari tubuh sering terjadi, terutama di malam hari,tetapi tidaklah serius tetapi bila pembengkakan terjdi pada pagi-pagi sekali, maka ini menjadi peringatan bahwa wanita ini mungkin mengembangkan hipertensi kehamilan dan butuh segera konsultasi kedokter.
Penekanan pembuluh darah akibat pertumbuhan dari janin menyebabkan tertahannya cairan pada tungkai sehingga terjadilah edema (bengkak) pada tungkai dan kaki. Wanita yang terlalu berat dibanding tinggi badannya sehingga mencapai lebih dari 0,5 kg perminggu setelah minggu ke 30, 50% mempunyai peluang oedema. Disarankan
•Jangan berdiri dalam waktu lama
•Banyak minum cairan (6 – 8 gelas perhari)
•Hindari makanan dengan kadar garam tinggi
•Letakkan tungkai dan kaki pada posisi tinggi ketika duduk, hindari menyilangkan kedua kaki
•Hindari menggunakan sepatu ketat, pilih sepatu yang berhak rendah
•Diet kaya protein, rendah protein dapat menyebabkan edema
•Beristirahat dalam posisi miring ke kiri atau kanan membantu pengaliran darah ke ginjal
12. Pertambahan Berat Badan Berlebihan
Selama kehamilan wanita bertambah berat badannya. Yang patut ditanyakan adalah seberapa besar pertambahan yang diperbolehkan. Sampai saat ini pertambahan BB dibatasi dengan cukup ketat,karena ahli kebidanan yakin ada hubungan yang dekat antara pertambahan berat den gejala pre-eklamsia.

Waspadailah jika berat badan ibu hamil naik lebih dari 1 kg dalam seminggu, terkadang disertai tungkai dan mata kaki yang membengkak, tekanan darah meninggi, air seni keruh, nyeri kepala, dan penglihatan berkunang-kunang. Kemungkinan itu merupakan gejala dan tanda pre-eclampsia, yang jika dibiarkan akan masuk ke dalam eklampsia, penyakit yang mengancam nyawa ibu maupun anak jika tidak segera ditanggulangi.

13. Keluar Darah Dari Liang Rahim
Perdarahan sebelum, sewaktu dan sesudah bersalin adalah kelainan yang tetap berbahaya dan mengancam jiwa ibu.
Keluar darah dari liang rahim pada masa kehamilan kurang dari 28 minggu atau 7 bulan, kemungkinan terjadi keguguran. Ancaman keguguran yang masih awal dapat dibendung dengan perawatan khusus, agar janin selamat sampai cukup bulan. Namun akan gagal mempertahankan kehamilan jika perdarahan telanjur banyak dan berlebihan.
Keluar darah pada kehamilan yang lebih tua, kemungkinan ada gangguan pada air-ari. Keluar darah dapat disertai rasa nyeri mulas melilit di perut bawah, bisa juga tidak. Keluarnya darah dengan rasa nyeri disertai keluarnya lendir, apalagi jika sampai keluar air ketuban (menyerupai air seni), tergolong keadaan gawat darurat kehamilan. Ibu harus segera dilarikan ke rumah sakit, mencegah seberapa mungkin dalam 24 jam kehamilan masih dapat dipertahankan. Penangan dapat bersifat pasif dan pertolongan cara persalinan tergantung jenis kelainan sebagai penyebab perdarahannya
14. Keluar cairan ketuban
Ketuban atau bungkus bayi dalam kandungan tidak boleh pecah sebelum tiba waktunya persalinan. Jika sampai pecah, berarti cairan ketuban akan tumpah keluar dari liang rahim, dan anak yang seharusnya terlindung steril di dalamnya terancam bahaya tercemar oleh bibit penyakit dari dunia luar. Keadaan ini disebut Ketuban Pecah Dini (KPD), yakni keluar cairan menyerupai air seni tapi tak berbau pesing, sebelum merasa mulas-mulas tanda awal persalinan.
Adakalanya, cairan ketuban tidak bening lagi, melainkan sudah kehijau-hijauan, tanda sudah terinfeksi kuman dari luar. Infeksi cairan ketuban mengancam janin yang terbungkus di dalamnya. Ini pun tergolong gawat darurat. Janin perlu diselamatkan agar tidak sampai menderita infeksi di dalam kandungan ibunya.
Kepustakaan:
Jones Derek Llewellyn, 2005, Setiap Wanita, Pustaka Delapratama
Mochtar Rustam, 2000, Sinopsis Obstetri, EGC, Jakarta