Seni Mendengar dengan Hati

Posted on Updated on

Mendengarkan merupakan bagian esensi
yang menentukan komunikasi efektif. Tanpa kemampuan mendengar yang bagus,
biasanya akan muncul banyak masalah.
Mendengar tidak selalu dengan tutup
mulut, tapi juga melibatkan partisipasi aktif kita. Mendengar yang baik bukanberharap datangnya giliran berbicara.
Mendengarkan secara aktif memerlukan sejumlah tahapan, yakni :
• Mendorong mitra untuk berbicara dan mengungkapkan pemikiran, opini dan isi hatinya
• Menjelaskan mengenai informasi yang rekevan dengan topik pembicaraan Mendengar adalah komitmen untuk
memahami pembicaraan dan perasaan lawan bicara kita. Ini juga sebagai bentuk penghargaan bahwa apa yang orang lain bicarakan adalah bermanfaat untuk kita.
Pada saat yang sama kita juga bisa
mengambil manfaat yang maksimal dari
pembicaraan tersebut.

Seni mendengar dapat membangun sebuah relationship. Jika kita melakukannya dengan baik, orang-orang akan tertarik dengan kita dan interaksi kita akan
semakin harmonis.

Berikut teknik mudah yang dapat
dipraktekkan oleh setiap kita untuk menjadi seorang pendengar
yang baik :
1. Peliharalah kontak mata dengan baik.Ini menunjukkan kepada lawan bicara tentang keterbukaan dan kesungguhan kita dalam mendengarkannya
2. Condongkan tubuh ke depan.
Ini menunjukkan ketertarikan kita pada topik pembicaraan. Cara ini juga akan mengingatkan kita untuk memiliki sudat pandang yang lain, yaitu tidak hanya fokus pada diri kita sendiri tetapi memahami sipembicara
3. Buat pertanyaan ketika ada hal yang
butuh klarifikasi atau ada informasi baru yang perlu kita selidiki dari lawan bicara kita.
4. Buat selingan pembicaraan yang menarik. Hal ini bisa membuat percakapan lebih hidup dan tidak monoton.
5. Cuplik atau ulang beberapa kata yang diucapkan oleh lawan bicara kita. Ini menunjukkan bahwa kita memang mendengarkan dengan baik hingga hapal beberapa cuplikan kata.
6. Buatlah komitmen untuk memahami apa yang ia katakan, meskipun kita tidak suka atau marah. Dari sini kita akan mengetahui nilai-nilai yang diterapkan lawan bicara kita, yang mungkin berbeda dengan nilai yang kita terapkan.

Dengan berusaha untuk memahami, bisa
jadi kita akan menemukan sudut pandang,wawasan, persepsi atau kesadaran baru, yang tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya.

Jika kita selalu merasa bahwa diri kita benar, dan cara kitalah yang paling tepat, itu berarti kita tidak pernah mendengarkan.

Seorang pendengar yang baik sebenarnya hampir sama menariknya dengan pembicara yang baik. Jika kita selalu pada pola yang benar untuk jangka waktu tertentu,maka suatu saat kita akan merasakan. Untuk dapat mendengarkan dengan efektif sangat membutuhkan konsentrasi, pengalaman, pengetahuan dan keterampilan.
Dalam hal ini kita hanya perlu menerapkan beberapa prinsip yaitu:
Prinsip-prinsip untuk menjadi pendengar yang efektif adalah:
1. Tidak melakukan aktivitas mendengarkan dan berbicara pada saat yang bersamaan.
2. Mencoba memahami pokok pikiran atau ide utama pembicara
3. Hindari gangguan dari lingkungan sekitar
4. Mencoba untuk mengendalikan emosi
5. Membuat catatan yang singkat dan jelas
6. Mencoba untuk bersikap empati (perhatian dan senyuman)
7. Memperhatikan prinsip-prinsip komunikasi non verbal
8. Bertanya pada tempatnya
9. Membuat kesimpulan tentang inti sari pembicaraan
10. Memberikan umpan balik

Selain itu, tekni mendengarkan secara aktif juga harus memperhatikan aspek berikut ini :
• Mengakui atau memberikan apresiasi terhadap isi pembicaraan dari mitra
• Berempati atau bersimpati dengan masalah yang tengah dihadapi oleh mitra bicara
• Merefleksikan kembali, atau merumuskan kembali isi pembicaraan
• Menyetujui, atau memberikan persetujuan jika memang pemikiran yang dilontarkan oleh lawan bicara mengandung hal positif
• Melengkapi, atau memberikan kelengkapan informasi yang dibutuhkan oleh lawan atau mitra bicara
• Meringkaskan kembali isi pembicaraan yang telah disepakati.
Dengan komunikasi yang didasari dengan mendengar yang baik akan meraih beberapa manfaat. Adapun manfaat menjadi pendengar yang baik adalah:
· Lawan bicara akan lebih mudah menyampaikan informasi atau pesan-pesannya.
· Hubungan kerjasama kelompok atau tim akan menjadi lebih baik dan harmonis
· Mendorong lawan bicara untuk tetap menjalin hubungan atau komunikasi yang baik
· Informasi dalam bentuk instruksi, umpan balik dan yang lainnya akan lebih jelas dapat diterima oleh lawan bicara.
Semoga tulisan ini bermanfaat buat kita dikutib dari banyak sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s