Kesehatan Populer

Keguguran Disebabkan Sejumlah Makanan Yang Dikonsumsi Ibu Hamil

Posted on Updated on

Keguguran Disebabkan Sejumlah Makanan Yang Dikonsumsi Ibu Hamil
Oleh : Elvi Zuliani, SKM

hamil ElviZ@sehati
Keguguran merupakan momok yang menakutkan bagi ibu hamil apalagi yang sudah lama menantikannya.
Keguguran pada ibu hamil dapat disebabkan makanan yang dikonsumsi oleh ibu tidak diperhatikan dan mengandung kadar Vitamin C dosis tinggi yang berlebihan. Keguguran adalah kematian bayi sebelum usia 20 minggu kehamilan atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup di luar kandungan. Istilah medis untuk keguguran adalah aborsi spontan.
Di Indonesia, berdasarkan data Riskesda tahun 2010 sekitar 4- 5 % Ibu hamil mengalami keguguran, dan sebagian besar keguguran terjadi dalam tiga bulan pertama kehamilan. Kecil kemungkinan keguguran terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu, atau disebut keguguran terlambat. Resiko keguguran memiliki persentase sebesar 15% – 40% dari ibu hamil, dan 60-75% keguguran terjadi sebelum usia kehamilan 3 bulan. Namun jumlah kejadian atau resiko keguguran akan menurun pada usia kehamilan di atas 3 bulan.
Di Sumatera Utara dari seluruh kehamilan,sekitar 15 -20% ibu hamil berpeluang mengalami 1 kali keguguran. Ini semua diawali dengan tanda-tanda bahaya kehamilan berupa sakit kepala yang hebat dan penglihatan kabur.
Penyebab Terjadinya Keguguran
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya keguguran adalah:
•Adanya kelainan pada janin yang disebabkan kelainan kromosom, yang terjadi saat berlangsungnya proses pembuahan. Akibatnya, embrio yang terbentuk cacat dan dikeluarkan tubuh.
•Adanya kelainan pada ibu, seperti kelainan pada sistem hormonal (bisa hormon prolaktin yang terlalu tinggi atau progesteron yang terlalu rendah), sistem kekebalan tubuh, infeksi menahun, dan penyakit berat yang diderita si ibu hamil.
•Adanya kelainan pada rahim. Kelainan yang paling umum terjadi adalah adanya miom (tumor jaringan otot) yang dapat mengganggu pertumbuhan embrio. kelainan lain yaitu rahim terlalu lemah sehingga tidak mampu menahan berat janin yang sedang berkembang. Kehamilan dalam rahim yang terlalu lemah biasanya hanya mampu bertahan hingga akhir trimester pertama.
•Penyebab lain adalah infeksi, seperti terkena virus TORCH, HIV, Hepatitis dll.
•Keguguran juga dapat diakibatkan oleh gaya hidup. Wanita yang cenderung merokok, mengkonsumsi minuman keras, obesitas atau berat badan kurang dapat memiliki gangguan hormon yang berakibat gangguan kehamilan.
Sehubungan dengan gaya hidup kebiasaan makan dan memakan-makanan tertentu juga dapat menyebabkan terjadinya keguguran pada ibu hamil. Ternyata banyak makanan menyebabkan keguguran pada ibu hamil, ada beberapa jenis makanan yang berpotensi menyebabkan keguguran janin.
1. Nanas.
Menurut cerita turun temurun hindarilah mengkonsumsi nenas berlebihan sewaktu hamil. Ini disebabkan nenes mengandung enzim protease bromelain, seperti papein pada papaya. Enzimini dapat melembutkan leher rahim sehingga menyebabkan keguguran

2. Peterseli
Parsley atau peterseli biasanya dijadikan taburan dalam makanan tertentu untuk digunakan sebagai penambah rasa makanan. Namun, terlalu banyak mengonsumsi parsley atau jusnya bisa membuat Anda keguguran.

3. Kayu manis
Jenis rempah yang satu ini umum ditemukan pada setiap dapur rumah. Ibu hamil sebaiknya berhati-hati dengan aneka makanan yang mengandung kayu manis dalam jumlah yang banyak.
Kayu manis ini mengandung vitamin C yang sangat tinggi, sehingga berbahaya untuk janin. Gejala awalnya, kayu manis akan menyebabkan Anda ingin buang air kecil terus menerus, dan akhirnya keguguran.

4. Pepaya
Buah yang satu ini banyak jadi favorit perempuan. Meski manis dan empuk, jika dikonsumsi secara berlebihan, terutama pada kehamilan minggu ke empat, buah ini ternyata bisa menyebabkan keguguran alami karena kandungan vitamin C-nya. Menurut para ahli di dalam papaya mengandung zat papain yaitu zat yang dapat membuat janin anda keguguran.

5. Tebu
Ibu hamil memang harus memilih jenis makanan dan minuman yang ia konsumsi agar tak berpengaruh buruk pada janinnya. Maraknya penjual air tebu saat ini, kadang membuat ibu hamil juga tergoda untuk meminumnya. Memang segar ya, apalagi saat hamil ibu cenderung kerap merasa gerah dan haus. Namun apakah air tebu baik dikonsumsi oleh ibu hamil?
Air tebu jelas memiliki kandungan energi yang sehat dan cukup banyak, sebab ada karbohidrat di dalamnya. Bila lemas atau kurang tenaga, ibu hamil boleh mengonsumsinya tetapi jangan terlalu banyak sebab tebu tak hanya mengandung vitamin C yang sangat tinggi, tapi juga meningkatkan suhu (panas) dalam tubuh. Peningkatan suhu ini akan membuat perut berkontraksi dan akhirnya keguguran.

6. Kacang tanah
Kacang tanah ternyata juga disinyalir menjadi penyebab keguguran. Satu genggam kacang tanah dianggap sudah terlalu berlebihan untuk ibu hamil, karena berpotensi menggugurkan kandungan.

7.Wijen.
Dari sejumlah penelitian, Wijen diketahui memiliki beberapa kandungan zat-zat kimia di dalamnya, seperti gliserida (meliputi asam oleat, palmitat, linoleat, miristinat, stearat), sesamolin, sesamin, lignans, sesamol, planteose, pedaliin, sitokrom C, prantosa, protein, vitamin B1, A, dan E. Wijen juga mengandung fitosterol (yakni sterol tanaman) serta serat bernama lignin. Dalam wijen terkandung 400-413 fitosterol /100 gr, jumlah ini adalah yang tertinggi diantara jenis kacang-kacangan dan biji-bijian.
Selain itu, biji wijen juga kaya akan kandungan nutrisi. Dalam ¼ gelas wijen terkandung kalsium sebanyak 351 mg (35% dari total kebutuhan kalsium setiap harinya), serta magnesium sebanyak 126 mg. Wijen juga kaya akan mineral seperti zinc (seng) dan tembaga. Tetapi hati-hati untuk ibu hamil sebab diketahui banyak mengkonsumsi wijen saat hamil dapat menyebabkan keguguran. Satu sendok biji wijen yang dicampur dengan madu dapat menyebabkan keguguran pada janin anda.

8. Teh hijau
The hijau yang memiliki banyak kandungan polifelin yang berfungsi melancarkan pencernaan, menangkap radikal bebas dalam tubuh, membunuh bakteri disentri, menghancurkan lemak, serta dapat mencegah pertumbuhan sel kangker. Selain itu teh hijau juga mengandung katekin yang berfungsi untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi kolestrol, mencegah diabetes serta serta mencegah penyakit batu ginjal juga mengandung fluoride yang dapat mencegah terjadinya gigi yang mudah rusak,. Tetapi pada ibu hamil ternyata manfaat ini kurang sebab dapat menyebabkan masalah pada kesuburan dan dapat menyebabkan keguguran pada janin apa lagi dikonsumsi rutin dalam waktu yang lama dan dalam jumlah besar.

9. Ikan kalengan
Ikan kalengan mengandung zat kimia, biasanya menggunakan pengawet seperti garam dan zat kimia lainnya, hal ini berbahaya bagi ibu hamil sebab dapat meningkatkan tekanan darah dan lebih bahaya lagi pada keadaan tertentu bisa menyebabkan gangguan yang berakhir dengan keguguran janin.

10. Keju Olahan
Keju yang dimaksud adalah keju yang dibuat dari susu tanpa patreurisasi (yaitu proses yang digunakan dalam pemanasan makanan untuk membunuh organisme yang merugikan tubuh) akan berpotensi untuk menimbulkan bakteri listeria, yang akan mengganggu kesehatan janin anda. Jika anda memilih keju untuk olahan di rumah pastikan tertera keterangan melalui pasteurisasi. Ada beberapa jenis keju yang memerlukan beberapa kali proses, nah keju semacam ini yang tidak baik untuk kandungan anda. Ternyata makanan yang mengandung keju ini merupakan makanan kesekaan wanita pada saat hamil maka hati-hati dan perlu waspada

11. Buah-buahan dengan rasa asam
Kebanyakan buah dengan rasa asam seperti jeruk mengandung banyak vitamin C. Vitamin C dipercaya sebagai alat kontrasepsi alami karena itu jangan mengkonsumsi vitamin C dalam dosis tinggi, sebab dapat membuat anda mengalami keguguran di awal kehamilan. Untuk itu hindari makan buah-buahan yang rasanya asam dalam jumlah yang banyak dan berlebihan.

12. Hati
Hati (liver) yang dihasilkan dari sapi, kambing dan jenis unggas sebaiknya dihindari pada masa bulan ke dua kehamilan anda, hati mengandung vitamin A dalam bentuk retinol yang dapat menyebabkan keguguran. Anda dapat kembali mengkonsumsi hati pada bulan ke 4 kehamilan anda, tentunya dengan porsi dan cara memasak yang tepat.

13. Alkohol
Mengkonsumsi alkohol menyebabkan gangguan pada kehamilan, apalagi pada awal kehamilan karena berbahaya pada janin dan dapat memicu terjadinya keguguran. Bila kandungan selamat alias tidak terjadi keguguran maka alkohol dapat menyebabkan kerusakan mental dan fisik bahkan dalam kasus yang parah akan menyebabkan kelainan janin. Alkohol yang dikonsumsi ibu hamil akan mempengaruhi janin sampai merusak sistem saraf pada bayi.
Sebaiknya untuk mencegah agar kehamilan anda tidak mengalami keguguran maka, ahli kesehatan dr. Rifsia Ajani mengingatkan, pada periode tiga bulan awal (trimester pertama), ibu hamil harus menjaga asupan makanan guna menjaga janin dari cacat lahir dan mencegah keguguran. Untuk itu, sebaiknya mengonsumsi asam folat 400 mg setiap hari selama 12 minggu untuk menjaga kesehatan bayi.
Asam folat merupakan vitamin B yang larut dalam air. Banyak ditemukan pada sayuran berdaun hijau gelap, misalnya bayam, kangkung, sawi, atau brokoli. Ibu hamil dilarang keras makan ikan mentah, seperti sushi dan sashimi. Daging setengah matang diduga menjadi penyumbang bakteri yang tidak baik untuk perkembangan janin. Pastikan anda mengkonsumsi makanan yang matang dengan sempurna. Jika anda ragu-ragu ketika memesan makanan di rumah makan cepat saji, anda bisa mengolah di rumah dengan kematangan yang sempurna, misalnya 71-72 derajat celcius memasak dada ayam.

Iklan

Gangguan Kehamilan

Gambar Posted on Updated on

GANGGUAN KEHAMILAN Oleh: Elvi Zulianilogo-sehati-psd.jpg

Gangguan Kehamilan adalah kumpulan gejala dan tanda (syndroma ) yang dialami oleh wanita selama hamil yang menimbulkan ketidak amanan dan rasa tidak nyaman, bahkan dapat membahayakan kehamilan, tumbuh kembang janin dalam kandungan, proses persalinan yang berbentuk atau berupa penyakit-penyakit yang menyertai kehamilan. Gangguan  kehamilan berupa keluhan atau gejala yang timbul bersamaan dengan kehamilan yang dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan ibu dan janin dalam kandungan yang terjadi selama ibu hamil baik pada trimester I, II maupun trimester III.

 Gangguan kehamilan

 

Gangguan Kehamilan yang sering dialami oleh ibu hamil ada beberapa jenisJenis gangguan kehamilan beragam, dari yang ringan sampai yang berat. Semua jenis gangguan kehamilan dapat diatasi. Beberapa di antaranya sebetulnya sudah dapat dicegah. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pemeriksaan kehamilan rutin / Antenatal care (ANC) Sekurang-kurangnya 6 kali selama kehamilan. Menjaga kesehatan dan berolahraga ringan dapat mengurangi dan menghilangkan gangguan kehamilan tersebut. Bila gangguan kehamilan tak kunjung hilang kami sarankan agar anda segera menghubungi dokter kandungan dan bidan. Dapat saja keluhan ibu hamil tersebut merupakan pertanda awal dari bahaya kehamilan yang tidak bisa disepelekan.

Gangguan kehamilan yang dapat kami rangkum untuk anda adalah sebagai berikut :
1. Mual- Muntah:
Sekitar 50% wanita hamil mengalami mual-mual, dan beberapa sampai muntah-muntah. Keluhan ini terjadi dalam 12 minggu pertama kehamilan, biasanya menghilang pada akhir waktu tersebut. Tapi kadang-kadang muncul kembali menjelang akhir kehamilan yang disebabkan oleh kepekaan terhadap hormon kehamilan. Hal ini akan diperberat bila si ibu terlalu cemas atau mengalami tekanan emosional. Kebanyakan mual – mual ini dapat diatasi dengan cara sederhana, komposisi makanan yang tidak mengandung lemak, karbohidrat rendah akan dapat mengurangi mual-mual.
Penyebab Mual – Muntah pada ibu Hamil
Kadar hormon HCG dan estrogen yang meningkat drastis pada trimester pertama akan memicu bagian otak yang mengontrol mual dan muntah. Selain itu, saluran cerna juga menjadi terdesak karena memberi ruang untuk janin tumbuh. Akibatnya terjadi refluks asam ( keluarnya asam dari lambung ketenggorokan) dan lambung bekerja lebih lambat menyerap makanan, sehingga menyebabkan mual dan muntah
Contoh diet yang disesuaikan untuk ibu hamil:
Ketika bangun tidur: Seiris toast atau 2 biskuit kering crecker, dengan minuman teh encer.
8.00 : Sarapan ringan dengan sereal atau toast dengan selai atau madu , dan mungkin teh ringan jika calon ibu merasa dapat memakan lebih banyak, diet dapat disesuaikan dengan kebutuhannya
10.00 : Toast dengan segelas susu, teh atau sari buah
12.30 : Makan siang. Sop dengan toast atau cream
crecker, beras atau mie dengan sayuran rebus
15.30 : Teh, Toast, selai, jus buah dan kue basah
18.30 : Makan malam. Daging atau ayam, sayuran hijau,
kentang, salad dan puding beras
21.30 : Minum teh, coklat, susu hangat atau susu soda
Jam tidur: Segelas minum dan cream creaker jika calon ibu bangun ditengah malam
Jika mual-mula begitu mengganggu semisal muntah terjadi berlebihan sampai 7 kali dalam sehari, kondisi ibu menjadi lemah, tidak selera makan, BB menurun dan nyeri ulu hati. Keadaan ini tidak boleh dibiarkan. Mintalah bantuan bidan atau dokter, kemungkinan ibu hamil sedang mengidap penyakit berat dan memerlukan perawatan rumah sakit Tetap dalam beberapa kasus mual-muntah, obat –obatan dapat membantu calon ibu merasa lebih enak dan mengatasinya dengan lebih mudah. Pengobatan tradisional : jahe, P6 acupressure. Obat-obatan : antihistamin (antialergi) (seperti cyclizine atau meclozine) akan membantu., vitamin B6 cukup efektif namun hati-hati terhadap efek samping, vitamin B12 efektif mengurangi mual dan muntah namun belum diteliti keamanannya. Dalam kasus yang lebih parah, khususnya muntah-muntah yang menggangu obat bernama metoclopramide yang diminum 3 kali sehari bisa membantu. Tetapi bila keadaan muntah-muntah berlebihan maka kondisi ini disebut hyperemesis gravidarum , hal ini butuh penanganan khusus dan mendapatkan terapi infus. Jika tidak dikoreksi akan buruk akibatnya/pengaruhnya terhadap anak di kandungan maupun pada diri ibu sendiri.Sekitar 1,5% -2% ibu hamil mengalami keadaan Hyperemesis gravidarum ini. Gangguan ini memiliki gejala: muntah terus, lebih dari 3-4 kali sehari. Ibu tidk nafsu makan sama sekali BB ibu pun turun 2 -3 Kg dalam seminggu, kekurangan cairan, gangguan elektrolit, lemah dan tidak bertenaga, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

2. Keram Perut Saat Hamil
Saat hamil terkadang muncul rasa keras dan kram disekitar daerah perut. Hal ini biasanya terjadi pada ibu hamil dan umumnya tidak membahayakan, meski demikian tak berarti boleh dibiarkan sampai menimbulkan rasa sakit berkepanjangan. Kalau intensitas dan kekerapananya tinggi sebaiknya segera periksakan ke dokter jangan tunggu sampai sakit.
Istilah kram perut sebenarnya tidak dikenal dalam medis, yang ada adalah kontraksi dalam kehamilan. Keadaan ini adalah wajar yang menandakan bahwa didalam rahim terdapat benda hidup lainnya. Kontraksi ini merupakan reaksi fisiologis dari rahim secara periodik karena rahim sedang berisi. Kontraksi mulai dirasakan sejak trimester kedua kehamilan. Dan umumnya terjadi sesekali saja. Jika menimbulkan rasa sakit tetap harus diwaspadai karena kram yang berkelanjutan sampai sakit bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran premature. Saat hamil terkadang muncul rasa keras dan kram disekitar daerah perut. Hal ini biasanya terjadi pada ibu hamil dan umumnya tidak membahayakan, meski demikian tak berarti boleh dibiarkan sampai menimbulkan rasa sakit berkepanjangan. Kalau intensitas dan kekerapananya tinggi sebaiknya segera periksakan ke dokter jangan tunggu sampai sakit.
Sakit perut yang dialami ibu hamil dikatakan normal jika selama awal kehamilan, biasanya akan mengalami perasaan berat pada perut dan sedikit sakit, seperti saat menjelang haid. Ini lebih disebabkan pengaruh meningkatnya hormon progesterondan relaxin,yang membuat sambungan –sambungan tulang disekitar rahim agak merenggang. Namun ini seharusnya sudah menghilng pada saatkehamilan berusia 10- 12 minggu
Penyebab Kram
Rasa kram timbul disebabkan oleh gangguan asupan oksigen ke rahim sehingga terjadi kekurangan oksigen. Jika asupan oksigen tidak lancar, aliran darah pun menjadi tidak lancar. Inilah yang menimbulkan rasa sakit.
Sebenarnya janin dalam perut dilingkupi oleh ari-ari sehingga saat rahim berkontraksi darah pun terhambat alirannya ke dalam janin. Jika intensitas dan frekuensi kontraksi cukup tinggi cadangan oksigen ari-ari pun bisa berkurang atau bahkan habis.
Kontraksi dianggap normal ketika memasuki usia 37- 40 minggu, yakni minggu-minggu mendekati kelahiran. Bila kram perut sering muncul diusia kehamilan kurang dari 20 minggu, di khawatirkan bisa menyebabkan keguguran. Kram berat yang terjadi di salah satu sisi perut bagian bawah, di bulan 1 -3 pertama kehamilan bisa jadi tanda kehamilan ektopik, khususnya jika ibu mengalami perdarahan atau flek berwarna kecoklatan, rasa sakit pada bahu disisi yang sama dengan bagian perut yang sakit atau merasa sakit saat berhubungan seks. Setiap kehamilan punya resiko untuk itu, terutama ibu hamil dengan kelebihan berat badan maupun yang berat badannya sagat kurang. Kontraksi yang masih dianggap wajar adalah berlangsuang sesaat saja atau masih dalam hitungan 1-3 menit saja.
Ada cara mudah yang dianjurkan untuk mengurangi kram atau kontraksi yang berlangsung yaitu dengan menghentikan segala kegiatan yang sedang dilakukan segera dan segeralah istirahat.Pada bulan-bulan akhir kehamilan, rasa sakit yang parah di perut bagian bawah yang tidak hilang meskipun sudah istirahat mungkin pertanda ibu mengalami p;acenta abruption yaitu lepasnya plasenta dari dinding rahim
Gangguan asupan oksigen itu disebakan oleh berbagai factor yang salah satunya adalah aktifitas ibu hamil yang berlebihan, karena kegitan yang berlebihan dapat membuat daya serap oksigen lemah. Penyebab lain adalah asupan gizi ibu hamil yang kurang bagus, sehingga ibu kekurangan energi untuk mengantarkan darah dan oksigen ke rahim.
Terakhir yang menjadi penyebab adalah faktor emosi. Keadaan jiwa seseorang saat hamil sangat mempengaruhi keseluruhan proses kehamilan. Oleh karena itu stress dapat memicu gangguan asupan oksigen.
Penanganan. Dengan melakukan konsultasi dokter dan pemeriksaan CTG dan pemberian obat-obatan untuk melebarkan pembuluh darah, selain itu ibu hamil sebaiknya tidak terlalu banyak aktifitas karena akan menimbulkan kelelahan dan ketegangan.
3. Heart burn
Heart burn adalah sensasi rasa panas atau rasa tidak nyaman yang dirasakan dibalik tulang dada,atau tenggorokan, atau keduanya.
Penyebab heart burn pada kehamilan masih belum jelas namun diperkirakan disebabkan oleh perubahan hormonal yang mengganggu pergerakan lambung dan berakibat refluks gastroesofageal. Hal ini terjadi karena perubahan hormonal tersebut menyebabkan pergerakan saluran cerna menjadi lebih lama. Selain itu, pembesaran rahim juga dapat menekan perut dan mendorong asam lambung untuk keluar ke atas. Heart burn dapat diikuti dengan regurgitasi asam dari lambung yang mencapai tenggorokan atau mulut dan mengakibatkan rasa asam atau pahit di mulut. Keluhan ini tidak akan mempengaruhi kehamilan, dan pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengurangi gejala yang terjadi.

Heart burn adalah keluhan yang sering terjadi selama kehamilan. Modifikasi gaya hidup yang dianjurkan adalah memperbaiki postur, mempertahankan posisi berdiri terutama setelah makan, tidur dengan posisi kepala lebih tinggi, dan modifikasi diet seperti makan makanan dalam jumlah kecil, mengurangi makan makanan berlemak dan makanan yang dapat mengiritasi lambung seperti kafein.

Penanganan
•Makan makanan dalam porsi kecil anitidine 3 kali makan dalam porsi besar
•Makan perlahan-lahan
•Minum minuman hangat seperti teh
•Hindari makan makanan yang pedas, aniti-gorengan
•Jangan berbaring segera setelah makan
•Pertahankan posisi kepala di tempat tidur lebih tinggi dibandingkan kaki. Atau letakkan bantal dibawah bahu untuk mencegah naiknya asam lambung ke tenggorokan
•Jangan mencampur makanan berlemak dengan makanan manis dalam satu waktu dan coba untuk pisahkan makanan cair dan padat
•Obat-obatan. Pilihan terapi obat-obatan untuk heart burn adalah anitid, H2 reseptor antagonis, dan panghambat pompa proton. Obat-obatan ini digunakan untuk mengurangi gejala refluks asam. Antasid dapat menetralisir asam lambung dan dapat digunakan untuk mengurangi gejala heart burn. H2 reseptor antagonis seperti anitidine, dapat mengurangi produksi asam lambung, dilaporkan cukup efektif dan aman buat wanita hamil. Penghambat pompa proton seperti omeprazole dapat menekan produksi asam lambung.
4. Anemia
Anemia Gizi : adalah kekurangan kadar haemoglobin (Hb) dalam darah yang disebabkan karena kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan Hb tersebut. Di Indonesia sebagian besar anemia ini disebabkan karena kekurangan zat besi (Fe) hingga disebut Anemia Kekurangan Zat Besi atau Anemia Gizi Besi.
Di negara berkembang pada umumnya, meskipun uji coba menunjukkan seorang wanita hamil menderita anemia, namun jumlah wanita hamil yang menderita anemia sesungguhnya, sedikit. Hal ini sebagian disebabkan selama kehamilan, terjadi peningkatan volume darah total (Haemodilusi), sehingga seakan-akan darah calon ibu tampak kekurangan/anemia. Tapi anemia yang sesungguhnya dapat menimbulkan masalah pada ibu hamil. Karena itu , dokter secara rutin mrengukur kadar hemoglobin dalam darah dan melakukan beberapa pengujian terhadap contoh darah yang sama. Biasanya pengujian dilakukan pada kunjungan pertama, dan pengujian berikutnya pada kehamilan kira-kira 28 minggu.
Anemia sering ditandai dengan wajah ibu yang pucat, mata merah dan telapak tangan pucat, cepat lelah, lemah dan lesu kemungkinan ibu hamil menderita kurang darah. Sel-sel darah merah kekurangan unsur hemoglobin. Anemia yang berat bisa mengganggung jantung. Keluhan dimana sering berdebar pada pasien ini kemungkinan karena sudah sampai stadium membebani jantung.
Anemia kekurangan zat besi mudah diatasi dengan pemberian tambahan pil zat besi (sulfas ferosus), atau tablet penambah zat besi lainnya. Anemia dalam kehamilan berefek buruk pada kehamilan, selain juga berefek buruk pada janin yang dikandung. Pasokan zat asam janin kurang dari normal. Gangguan plasenta dan perdarahan pasca-persalinan sering terjadi pada ibu hamil yang anemia.Beberapa wanita, khususnya yang mengandung bayi kembar, memerlukan vitamin pencegah anemia bernama asam folic, namun kebanyakan yang lainnya tidak memerlukannya.
Keharusan ibu hamil untuk meminum tablet zat besi adalah sesering dia mengingatnya, kecuali bidan atau dokter menunjukkan dia mengalami anemia yang sesungguhnya sehingga memerlukan perawatan khusus dan penanganan di rumah sakit.
5.Konstipasi (sembelit)
Konstipasi adalah hambatan pengeluaran dari sisa-sisa makanan yang berkaitan dengan kesulitan BAB akibat tinja yang keras disertai dengan nyeri pada perut.
Penyebab
Konstipasi pada wanita hamil tidak hanya berkaitan dengan kurangnya asupan serat, namun juga berkaitan dengan peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan berkurangnya pergerakan lambung dan meningkatnya waktu transit makanan di lambung. Selain itu penekanan rektum (bagian terbawah usus besar) akibat pembesaran rahim juga dapat menyebabkan konstipasi.

Suatu penelitian menyebutkan bahwa terjadinya konstipasi semakin berkurang dengan bertambahnya usia kehamilan. Gandum atau makanan yang mengandung serat efektif di dalam menangani konstipasi. Apabila nyeri perut dan konstipasi yang terjadi tidak ada perbaikan dengan asupan makanan berserat, maka penggunaan laksatif sebagai perangsang lebih efektif dibandingkan laksatif yang membentuk masa tinja. Efek samping penggunaan laksatif diantaranya adalah diare dan nyeri perut.

Penanganan
•Makan makanan berserat (roti gandum, buah, sayuran)
•Minum cairan dalam jumlah cukup (6 – 8 gelas air dan 1 -2 gelas jus per hari)
•Minum minuman hangat terutama di pagi hari
•Miliki waktu khusus untuk BAB dan hindari mengedan ketika BAB
•Ketika di toilet dapat melakukan gerakan duduk tegak dan bersandar sedikit kebelakang, naikkan lengan ke atas untuk mengaktifkan gerakan usus besar, bergerak dari samping ke samping untuk melancarkan gerakan usus, dan letakkan salah satu kaki di suatu kotak untuk menurunkan tekanan dari anus (dubur)
•Apabila memiliki pekerjaan yang mengharuskan duduk sepanjang waktu, berdirilah dan berjalan setiap jam atau kapanpun ada waktu
•Diskusikan penggunaan laksatif dengan dokter
6. Hemoroid
Hemoroid atau sering dikenal dengan wasir atau ambeien (pile)adalah penonjolan vena di sekitar anus (dubur) yang ditandai dengan perdarahan anorektal (daerah dubur dan rektum ), nyeri dan gatal di anus.
Keluhan ini lebih umum pada multigravidae (wanita yang pernah beberapakali mengandung), dan juga tampak terjadi di sejumlah keluarga. Keluhan yang lazim adalah pendarahan selama buang air besar, tonjolan lembut dirasakan selama pemakainan kertas toilet,atau sakit. Kadang-kadang hemoroid muncul untuk pertama kali setelah melahirkan, yang dirasakan tidak menyenangkan. Sembelit dan mengejan untuk mengosongkan perut menambah keluhan ini.
Penyebab
Asupan serat yang kurang dan kehamilan adalah faktor pencetus untuk terjadinya hemoroid. Penekanan pada rektum dan vagina akibat pertumbuhan dari bayi dapat menyebabkan hemoroid pada wanita hamil. Dalam suatu penelitian, dikatakan bahwa 8% wanita hamil mengalami hemoroid pada 3 bulan terakhir kehamilan.
Penanganan
Penanganan untuk hemoroid meliputi modifikasi makanan, krim (seperti Anusol-HC), pengobatan oral (lewat mulut), dan operasi. Belum ada bukti mengenenai keefektifan dan keamanan pengunaan krim untuk wanita hamil. Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa 84% wanita hamil mengalami perbaikan gejala setelah diberikan pengobatan oral. Pada kasus berat, terapi operasi dapat dilakukan. Operasi pada umumnya jarang dilakukan pada wanita hamil karena hemoroid akan mengecil dengan sendirinya ketika wanita tersebut melahirkan. Modifikasi gaya hidup wanita hamil dengan hemoroid :
•Minum air yang banyak dan buah-buahan dapat melunakkan tinja
•Hindari terjadinya konstipasi karena konstipasi dapat menyebabkan terjadinya hemoroid dan menyebabkannya terasa lebih sakit
•Hindari duduk atau berdiri dalam waktu lama, ubah posisi secara berkala
•Usahakan tidak mengedan ketika BAB
•Kompres dingin atau menggunakan es pada daerah pembesaran vena (anus) atau mandi dengan menggunakan air hangat beberapa kali sehari untuk mengurangi nyeri
•Hindari pakaian dalam yang ketat, celana ketat
•Diskusikan terapi hemoroid dengan dokter yang merawat
7. Bercak pada Vagina (Keputihan)
Peningkatan suplai darah dan hormonal menyebabkan peningkatan produksi cairan vagina. Kualitas dan kuantitas dari bercak vagina berubah ketika wanita tersebut hamil. Wanita umumnya memproduksi cairan vagina lebih banyak ketika hamil. Sekitar 30% calon ibu menyadari keputihan yang meningkat ini .Bercak vagina normal pada umumnya berwarna putih atau bening, tidak gatal atau terasa panas, tidak berbau, dan dapat terlihat berwarna kuning atau mengering pada pakaian dalam. Apabila bercak tersebut memiliki bau tidak enak diikuti dengan rasa gatal atau panas, berkaitan dengan nyeri ketika berkemih, maka wanita tersebut mungkin menderita bakterial vaginosis (infeksi bakteri), trikomoniasis (parasit), atau kandidiasis (jamur).

Penanganan
•Gunakan pakaian dalam yang memiliki bahan katun atau yang terbuat dari serat natural
•Hindari pemakaina jeans atau celana ketat
•Jangan menggunakan cairan pembersih vagina. Hal tersebut dapat menyebabkan masuknya udara di dalam peredaran darah atau dapat memecahkan cairan ketuban pada kehamilan triwulan akhir
•Bersihkan area vagina menggunakan air dan sabun
•Basuh dari arah depan ke belakang
•Hubungi dokter bila mengalami gejala rasa terbakar, gatal, bengkak, bau tidak enak, bercak darah, atau bercak berwarna hijau atau kuning terang pada vagina
Dokter hanya dapat menentukan penyebab sebenarnya dengan memeriksa cairan yang diambil dari vagina memakai tongkat kapas. Jika dia melihatnya di bawah mikroskop, maka dapat diberi resep yang sesuai. Beberapa dokter mengambil cairan dari vagina pada sekitar 32 minggu kehamilan. Cairan ini diperiksa di laboratorium untuk mengetahui apakah wanita itu terinfeksi steptococus grup B. Karena bakteri ini bisa menginfeksi bayi, wanita yang vaginanya ditempati bakteri ini diberi antibiotik ketika persalinan sudah mendekati.
8. Nyeri Punggung
Khususnya dalam kehamilan lanjut, sendi pinggul dan ligamen menjadi relaks. Disaat yang sama peningkatan berat rahim mengubah pusat keseimbangan, sehingga calon ibu berdiri dengan pundak agak tertarik ke belakang, dan kenyataannya sikap ini justru menimbulkan sakit punggu, terutama lebih dirasakan oleh ibu multigravidae.

Nyeri pada punggung selama kehamilan bervariasi antara 35 – 60 %. Diantara semua wanita ini, 47 – 60 % melaporkan bahwa nyeri punggung terjadi pada kehamilan 5 – 7 bulan. Selain itu dilaporkan juga bahwa nyeri punggung ini bertambah parah di sore hari menjelang malam. Ditengah malam mungkin sulit tidur. Rasa sakit biasanya dirasakan di bagian bawah punggung atau sendi sacroiliac. Pengobatan sebagian besar adalah mencegah kondisi ini semangkin parah.Nyeri punggung pada wanita hamil berkaitan dengan peningkatan berat badan akibat pembesaran rahim dan peregangan dari otot penunjang karena hormon relaksan (hormon yang membuat otot relaksasi atau lemas) yang dihasilkan.
Terdapat 3 tipe penangan yang dapat dilakukan pada nyeri punggung akibat kehamilan yaitu:
1.Senam di dalam air
2.Bantal Ozzlo
3.Akupunktur yang berkaitan dengan fisioterapi
4.Modifikasi gaya hidup
•Pakailah sepatu berhak rendah (tapi tidak datar)
•Hindari mengangkat benda berat
•Lakukan posisi berjongkok ketika mengambil barang yang terjatuh dibandingkan dengan posisi membungkuk
•Jangan berdiri terlalu lama, bila harus berdiri dalam waktu lama maka letakkan salah satu kaki di atas kotak kecil di bawah
•Duduk di kursi yang memiliki penahan punggung yang baik, atau tempatkan bantal kecil dibelakang punggung dan letakkan kaki diatas kotak kecil di bawah
•Tidur pada sisi kiri atau kanan dengan menggunakan guling diantara kedua tungkai untuk penahan
•Berikan sebotol air panas dan usapkan atau mandi dengan air panas atau dipijat
•Lakukan olahraga untuk memperkuat otot punggung
•Berdiri dalam posisi yang benar. Berdiri tegak akan meredakan peregangan punggung
•Hubungi tenaga kesehatan apabila mengalami nyeri punggung bagian bawah yang menjalar ke perut dan tidak membaik dengan perubahan posisi atau istirahat selama 1 jam. Hal ini mungkin merupakan tanda-tanda bersalin dini.
9. Pembengkakan Gusi
Peningkatan peredaran darah dan suplai hormonal dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan perdarahan pada gusi yang disebut epulis. Perawatan gigi selama kehamilan tidak berbeda sari saat saat yang lain. Didaerah-daerah di mana fluroid tidak ditambahkan ke air minum, pemakainan 1 tablet per hari mengandung 1 miligram fluorine yang diminum sejak minggu ke-20 kehamilan akan melindungi janin dari karies gigi.
Disarankan
•Rawat gigi dengan hati-hati. Sikat gigi dan dental floss secara teratur
•Lakukan pemeriksaan gigi secara berkala untuk memastikan kesehatan gigi dan mulut

Pembengkakan gusi
10. Varises Vena
Kehamilan menyebabkan timbulnya varises di kaki wanita yang sebelumnya pernah mengalami. Pembuluh darah muncul selama kehamilan tetapi secara keseluruhan cendrung membesar dan menjadi lebih nyata pada bual-bulan terakhir. Pembuluh darah tampak membesar bahkan ada yang seperti tabung di bawah kulit, atau seperti jaring laba-laba di sekitar tumit dan dibelakang lutut. Kaki terasa berat, terlihat jelek dan kadang-kadang terasa sakit dan bengkak. Kebanyakan hilang setelah bayi lahir.
Penyebab
Varises vena disebabkan oleh pengumpulan darah pada vena bagian perifer (tepi) akibat tidak efisiennya katup yang ada. Pada kondisi normal, katup pada vena mencegah darah kembali mengalir ke tungkai. Peningkatan volume darah dan peningkatan tekanan akibat pembesaran rahim dapat melambatkan aliran darah yang terkadang menyebabkan pembesaran atau pembengkakan dari pembuluh balik. Varises vena dapat berupa pelebaran vena yang berwarna biru di permukaan kulit, gatal, dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Kaki dan persendian dapat menjadi bengkak. Varises vena merupakan keluhan umum akibat kehamilan.
Terapi penekanan dengan menggunakan stoking khusus dapat mengurangi gejala varises yang sudah terjadi namun tidak dapat mencegah varises yang akan terjadi.

Penanganan
•Hindari duduk atau berdiri dalam waktu lama, ubah posisi secara berkala
•Hindari berada dalam posisi yang membatasi peredaran darah pada tungkai (seperti menyilangkan kaki ketika duduk)
•Tinggikan posisi tungkai dan kaki ketika duduk
•Berolahraga secara teratur
•Pemakaian stoking namun hindari pakai celana yang terlalu ketat di bagian tungkai
11. Pembengkakan pada Tungkai dan Kaki (Oedema)
Pengumpulan cairan dalam jaringan tubuh adalah normal selama kehamilan. Rata-rata calon ibu mengumpulkan 3 sampai 6 liter cairan, separuhnya dalam 10 minggu terakhir kehamilan. Pembekakan tumit, bagian paling bawah dari tubuh sering terjadi, terutama di malam hari,tetapi tidaklah serius tetapi bila pembengkakan terjdi pada pagi-pagi sekali, maka ini menjadi peringatan bahwa wanita ini mungkin mengembangkan hipertensi kehamilan dan butuh segera konsultasi kedokter.
Penekanan pembuluh darah akibat pertumbuhan dari janin menyebabkan tertahannya cairan pada tungkai sehingga terjadilah edema (bengkak) pada tungkai dan kaki. Wanita yang terlalu berat dibanding tinggi badannya sehingga mencapai lebih dari 0,5 kg perminggu setelah minggu ke 30, 50% mempunyai peluang oedema. Disarankan
•Jangan berdiri dalam waktu lama
•Banyak minum cairan (6 – 8 gelas perhari)
•Hindari makanan dengan kadar garam tinggi
•Letakkan tungkai dan kaki pada posisi tinggi ketika duduk, hindari menyilangkan kedua kaki
•Hindari menggunakan sepatu ketat, pilih sepatu yang berhak rendah
•Diet kaya protein, rendah protein dapat menyebabkan edema
•Beristirahat dalam posisi miring ke kiri atau kanan membantu pengaliran darah ke ginjal
12. Pertambahan Berat Badan Berlebihan
Selama kehamilan wanita bertambah berat badannya. Yang patut ditanyakan adalah seberapa besar pertambahan yang diperbolehkan. Sampai saat ini pertambahan BB dibatasi dengan cukup ketat,karena ahli kebidanan yakin ada hubungan yang dekat antara pertambahan berat den gejala pre-eklamsia.

Waspadailah jika berat badan ibu hamil naik lebih dari 1 kg dalam seminggu, terkadang disertai tungkai dan mata kaki yang membengkak, tekanan darah meninggi, air seni keruh, nyeri kepala, dan penglihatan berkunang-kunang. Kemungkinan itu merupakan gejala dan tanda pre-eclampsia, yang jika dibiarkan akan masuk ke dalam eklampsia, penyakit yang mengancam nyawa ibu maupun anak jika tidak segera ditanggulangi.

13. Keluar Darah Dari Liang Rahim
Perdarahan sebelum, sewaktu dan sesudah bersalin adalah kelainan yang tetap berbahaya dan mengancam jiwa ibu.
Keluar darah dari liang rahim pada masa kehamilan kurang dari 28 minggu atau 7 bulan, kemungkinan terjadi keguguran. Ancaman keguguran yang masih awal dapat dibendung dengan perawatan khusus, agar janin selamat sampai cukup bulan. Namun akan gagal mempertahankan kehamilan jika perdarahan telanjur banyak dan berlebihan.
Keluar darah pada kehamilan yang lebih tua, kemungkinan ada gangguan pada air-ari. Keluar darah dapat disertai rasa nyeri mulas melilit di perut bawah, bisa juga tidak. Keluarnya darah dengan rasa nyeri disertai keluarnya lendir, apalagi jika sampai keluar air ketuban (menyerupai air seni), tergolong keadaan gawat darurat kehamilan. Ibu harus segera dilarikan ke rumah sakit, mencegah seberapa mungkin dalam 24 jam kehamilan masih dapat dipertahankan. Penangan dapat bersifat pasif dan pertolongan cara persalinan tergantung jenis kelainan sebagai penyebab perdarahannya
14. Keluar cairan ketuban
Ketuban atau bungkus bayi dalam kandungan tidak boleh pecah sebelum tiba waktunya persalinan. Jika sampai pecah, berarti cairan ketuban akan tumpah keluar dari liang rahim, dan anak yang seharusnya terlindung steril di dalamnya terancam bahaya tercemar oleh bibit penyakit dari dunia luar. Keadaan ini disebut Ketuban Pecah Dini (KPD), yakni keluar cairan menyerupai air seni tapi tak berbau pesing, sebelum merasa mulas-mulas tanda awal persalinan.
Adakalanya, cairan ketuban tidak bening lagi, melainkan sudah kehijau-hijauan, tanda sudah terinfeksi kuman dari luar. Infeksi cairan ketuban mengancam janin yang terbungkus di dalamnya. Ini pun tergolong gawat darurat. Janin perlu diselamatkan agar tidak sampai menderita infeksi di dalam kandungan ibunya.
Kepustakaan:
Jones Derek Llewellyn, 2005, Setiap Wanita, Pustaka Delapratama
Mochtar Rustam, 2000, Sinopsis Obstetri, EGC, Jakarta

PROGRAM PELAKSANAAN IMD DI INDONESIA

Posted on Updated on

Program Pelaksanaan IMD DI Indonesia
Ditulis : Oleh Elvi Zuliani (ElviZ @ Sehati)

DASAR PEMIKIRAN

Pemerintah Indinesia mendukung kebijakan WHO dan UNICEF yang merekomendasikan inisiasi Menyusu Dini (IMD) sebagai tindakan penyelamat kehidupan karena IMD dapat menyelamatkan 22% dari bayi yang meninggal sebelum usia satu bulan (Din.Kes,2010). Pelaksanaan IMD di luar negeri sudah di mulai sejak tahun 1987, Penelitian Karen M. Edmon,dkk (Pediatric, March 2006) di Ghana membuktikan bahwa 16% kematian neonatus dapat dicegah bila bayi mendapat ASI dihari pertamnya. Angka tersebut meningkat menjadi 22% bila bayi melakukan IMD dalam satu jam pertama setelah lahir. Sedangkan dinegeri kita sendiri Indonesia pelaksanaan IMD ini baru disadari sejak tahun 2006.
Menyusu secara baik dan benar dapat mencegah kematian bayi serta gangguan perkembangan bayi.Kebanyakan ibu tidak tahu bahwa membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah kelahiran atau lebih dikenal dengan IMD sangat bermanfaat.Proses yang hanya memakan waktu satu jam tersebut berpengaruh pada sang bayi seumur hidup.
Melakukan IMD berarti ” bayi belajar beradaptasi dengan kelahiran- nya di dunia, dimana dia yang baru saja keluar dari tempat ternyaman di dunia yaitu di dalam rahim sang ibu berjuang dengan kemampuan yang dianugrahkan Allah kepadanya dengan segala prosesnya untuk mencari sendiri puting susu ibunya.
Selain itu proses IMD menimbulkan kedekatan antara si ibu dengan si bayi sebab, dengan memisahkan si ibu dengan bayinya ternyata daya tahan si bayi akan drop hingga mencapai 25%. Ketika si ibu bersama dengan si bayi, daya tahan sibayi akan berada dalam kondisi prima, si ibu dapat melakukan proteksi terhadap si bayi.
Menurut hasil beberapa penelitian IMD dipercaya akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh si bayi terhadap penyakit-penyakit yang beresiko kematian tinggi misalnya kanker syaraf, leukimia dan beberapa penyakit lainnya.
Kebanyakan petugas merasa IMD sulit diselenggarakan karena hambatan waktu dan tempat. Tapi, diantara yang kebanyakan, ada sedikit yang mendukung IMD. Terpujilah para bidan yang mendukung IMD untuk dilaksanakan karena apa yang mereka lakukan tersebut adalah suatu perbuatan mulia dan membawa perubahan bangsa ke arah yang lebih baik.(Dir.Bin.GiziMasy Depkes, 2008)

PENGERTIAN
Inisiasi menyusu dini merupakan salah satu metode baru dalam persalinan. Dalam Arti Inisiasi Menyusu Dini adalah meletakkan bayi didada ibunya setelah tubuh dilap dengan kain bersih (kecuali pada bagian tangan bayi) dan bagian punggung bayi ditutup dengan selimut (untuk mencegah hipotermi) kemudian bayi dibiarkan mencari payudara ibunya dalam waktu satu jam setelah lahir (UNICEF_WHO,1993).
IMD (Inisiasi Menyusu Dini) adalah bayi diberi kesempatan memulai/inisiasi menyusu sendiri segera setelah lahir/dini, dengan membiarkan kontak kulit bayi dengan kulit ibu setidaknya satu jam atau lebih sampai menyusu pertama selesai (Roesli, 2008)

PESAN PESAN UNTUK IBU DAN KELUARGA INDONESIA

1. TUHAN MENETAPKAN BAHWA DADA IBU YANG BARU MELAHIRKAN AKAN MENGHANGATKAN BAYI DENGAN TEPAT. Ketika baru lahir, bayi tidak perlu dibedong. suhu kulit dada ibu yang melahirkan akan menyesuaid\kan dengan suhu ibu. Jika bayi kedinginan, suhu kelit ibu otomatis naik dua derajat untuk menghangatkan bayi sehingga dapat mencegah resiko hypothermia. Jika bayi kepanasan, suhu kelit ibu otomatis turun satu derajat untuk mendinginkan bayi. Tuhan telah menggariskan kulit ibu sebagai termoregulator bagi suhu tubuh bayi
2.Dalam IMD, Sang Pencipta memberikan perlindungan alamiah bagi bayi. Sewaktu IMD, bayi memperoleh kolostrum yang penting untuk kelangsungan hidupnya.Kolostrum kaya akan zat pembentukan kekebalan tubuh bayi dari infeksi.Kolostrum juga membantu pertumbuhan usus dengan membuat dan mematangkan lapisan yang melindungi dindin usus bayi masih lemah.
3.IMD adalah karunia Sang Pencipta untuk melindungi si bayi. Sebagian besar masyarakat akan melihat ini sebagai hal yang lazim. Tetapi, secara ilmiah ini adalah keajaiban Tuhan untuk membangun imunitas bayi. Sewaktu merayap di dada ibu, bayi menjilat-jilat kulit ibu dan menekan bakteri baik (tak berbahaya) dari kulit ibu. Bakteri baik ini akan berkembang biak membentuk koloni di usus dan usus bayi sehingga bayi menjadi lebih kebal dari bakteri lain (bakteri jahat)yang akan dihadapi di dunia barunya.
4. Melalui IMD, Tuhan pun melimpahkan kasih sayangNya pada sang ibu.. Kaki bayi yang menendang-nendang perut ibu secara halus merangsang pengerutan rahim sehingga membantu pengeluaran plasenta dan mengurangi perdarahan ibu.Hisapan bayi pada puting ibu merangsang Hormon Prolaktin dan Oksitosin. Hormon Prolaktin merangsang produksi ASI. Sementara, keluarnya Hormon Oksitosin (cuddle hormoni love hormon)membuat ibu lebih tenang,rileks, mencintai dan bahagia. Oksitosin juga merangsang keluarnya ASI secara lancar dan pengerutan rahim yang mencegah perdarahan usai persalinan.

TATA lAKSANA IMD

1. Inisiasi dini sangat membutuhkan kesabaran dari sang ibu, dan rasa percaya diri yang tinggi, dan membutuhkan dukungan yang kuat dari sang suami dan keluarga, jadi akan membantu ibu apabila saat inisiasi menyusu dini suami atau keluarga mendampinginya.

2. Obat-obatan kimiawi, seperti Mis: pijat, aroma therapi, bergerak, hypnobirthing dan lain sebagainya coba untuk dihindari.

3. Ibulah yang menentukan posisi melahirkan, karena dia yang akan menjalaninya.

4. Setelah bayi dilahirkan, secepat mungkin keringkan bayi tanpa menghilangkan vernix yang menyamankan kulit bayi.

5. Tengkurapkan bayi di dada ibu atau perut ibu dengan skin to skin contact, selimuti keduanya dan andai memungkinkan dan dianggap perlu beri si bayi topi.

6. Biarkan bayi mencari puting ibu sendiri. ibu dapat merangsang bayi dengan sentuhan lembut dengan tidak memaksakan bayi ke puting ibunya.

7. Dukung dan bantu ibu untuk mengenali tanda-tanda atau perilaku bayi sebelum menyusu (pre-feeding) yang dapat berlangsung beberapa menit atau satu jam bahkan lebih, diantaranya:
a. Istirahat sebentar dalam keadaan siaga, menyesuaikan dengan lingkungan.
b. Memasukan tangan ke mulut, gerakan mengisap, atau mengelurkan suara.
c. Bergerak ke arah payudara.
d. Daerah areola biasanya yang menjadi sasaran.
e. Menyentuh puting susu dengan tangannya.
f. Menemukan puting susu, reflek mencari puting (rooting) melekat dengan mulut terbuka lebar.Biarkan bayi dalam posisi skin to skin contact sampai proses menyusu pertama selesai.

8. Bagi ibu-ibu yang melahirkan dengan tindakan, seperti oprasi, berikan kesempatan skin to skin contact.

9. Bayi baru DIPISAHKAN dari ibu untuk ditimbang, diukur, dicap; SETELAH MENYUSU AWAL. Tunda prosedur yang invasive seperti suntikan vit K dan menetes mata bayi.

10. Dengan rawat gabung, ibu akan mudah merespon bayi. Andaikan bayi dipisahkan dari ibunya yang terjadi kemudian ibu tidak bisa merespon bayinya dengan cepat, sehingga mempunyai potensi untuk diberikan susu formula, jadi akan lebih membantu apabila bayi tetapi bersama ibunya selama 24 jam dan selalu hindari makanan atau minuman.

MENGENAL 5 PRILAKU PENTING SEBELUM BAYI BERHASIL MENYUSU (PRE FEEDING BEHAVIOR)


1. Dalam 30 menit pertama bayi umumnya berada dalam keadaan istirahat/diam atau dalam keadaan siaga (rest/quite alert stage). Bayi diam tak bergerak dan sesekali membuka lebar matanyanya untuk melihat ibunya. Masa tenang merupakan penyesuaian peralihan dari keadaan dalam kandungan ke keadaan luar kandungan.
2. Selanjutnya, dalam 30- 40 menit berikutnya, bayi akan mengeluarkan suara, gerakan mulut seperti mau minum, mencium dan menjilat tangan. Bayi mencium dan merasakan cairan ketuban yang ada ditangannya. Bau ini sama dengan bau cairan yang dikeluarkan payudara ibu. Selain itu, bau dan rasa ini akan membimbing bayi untuk menemukan payudara dan puting susu ibu.
3. Secara naluriah, ketika mencium bau payudara, bayi mulai mengeluarkan air liur.
4. Bayi mulai bergerak ke arah payudara dengan kaki menendang-nendang perut ibu, sambil menjilat-jilat kulit ibu, menghentak-hentakkan kepala ke dada ibu, menoleh ke kiri dan ke kanan, serta menyentuh dan meremas daerah puting susu dengan tangannya.
5. Terakhir, bayi akan menemukan , menjilat, mengkulum puting, membuka mulut lebar, dan melekat dengan baik pada puting susu sang ibu.

Dengan melakukan IMD, ASI akan keluar lebih cepat dan banyak. Ketika baru lahir, bayi hanya memerlukan ASI. Makanan atau minuman selain ASI hanya membebani kerja lambung dalam saluran pencernaan lain serta ginjal bayi.Dengan melakukan IMD, akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap penyakit.
Sebuah rumah sakit yang benar-benar mendukung ibu dan anak tidak akan menyediakan ruangan khusus bayi, karena dengan memisahkan ibu dan anak menurunkan daya tahan tubuh bayi sampai 25%. jadi seharusnya tempat bayi adalah disisi ibu, 24 jam penuh.Untuk agar ibu dapat membuat suatu proteksi terhadap bayi bila memang perlu.
Menurut pendapat banyak ahli 95 % bayi menangis bukan karena kelaparan, tapi karena dia dipisahkan dari ibunya. Karena seorang bayi yang baru lahir, dibekali dari rahim ibunya untuk bertahan selama 2 – 3 hari tanpa makan. Jadi jangan pernah memberikan susu formula untuk bayi, walau air susu ibu belum keluar.

MDGs Indonesia Menuju Masyarakat Sehat Sejahtera

Posted on Updated on

Masyarakat merupakan aset bagi suatu negara. Sebuah negara akan kuat dan maju bila dihuni dan didukung oleh masyarakat yang sehat dan produktif. Status kesehatan masyarakat sangat menentukan kemajuan dan perkembangan bangsa dan negara apapun itu tanpa ada tawar menawar. Kesehatan merupakan salah satu aspek yang sangat menentukan dalam membangun unsur manusia agar memiliki kualitas seperti yang diharapkan, mampu bersaing diera globalisasi ini yang penuh dengan tantangan saat ini maupun masa yang akan datang.
Menurut Menteri Kesehatan dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH Kesehatan merupakan unsur dominan dalam Millenium Development Goals(MDGs) dan Indonesia sebagai salah satu negara yang ikut menandatangani persetujuan tersebut harus konsisten tetap mencapai tujuan dari MDGs tersebut. Adapun Kesehatan menjadi dominan disebabkan karena lima dari delapan agenda MDGs berkaitan langsung dengan kesehatan. Adapun kelima agenda tersebut adalah:
1. Agenda ke – 1 memberantas kemiskinan dan kelaparan.
2. Agenda ke – 4 menurunkan angka kematian anak.
3. Agenda ke – 5 meningkatkan kesehatan ibu
4. Agenda ke – 6 memerangi HIV/AIDS, Malaria dan penyakit lainnya.
5. Agenda ke – 7 melestarikan lingkungan hidup
Sejalan dengan bergulirnya gerakan pencapaian tujuan MDGs tersebut ada berbagai strategi yang dijalankan oleh kementrian kesehatan dan sehubungan dengan pelaksanaan Agenda ke – 4 dan ke – 5 maka pada tahun 2011 mulai dilaksanakan Program Jaminan Persalinan (Jampersal) yaitu pemberian jaminan persalinan bagi masyarakat yang belum mendapatkan jaminan kesehatn untuk persalianan. Jaminan pelayanan yang diberikan mencakup: pemeriksaan kehamilan, pelayanan persalinan, pelayanan nifas, pelayanan KB, pelayanan neonatus dan promosi ASI.

LIMA STRATEGI OPERASIONAL TURUNKAN AKI
Kebijakan dan strategi pembangunan kesehatn dalam rangka penurunan AKI yang saat ini sedang dijalankan oleh kementrian kesehatan adalah: strategi untuk ” penguatan puskesmas dan jaringannya, penguatan manajemen program dan sistem rujukannya, meningkatkan peran serta masyarakat, kerjasama dan kemitraan, kegiatan akselerasi dan inovasi tahun 2011 dan penelitian dan pengenbangan inovasi yang terkoordinir.

Untuk mendukung pelaksanaan lima strategi yang telah dicanangkan oleh kementrian kesehatan ini maka kita sebagai institusi yang terkait langsung dalam hal ini Bidan maupun institusi pendidikan yang akan melahirkan para Bidan yang di harapkan berperan langsung tersebut harus dengan sungguh sungguh menjunjung tinggi tugas dan tanggung jawab tersebut dengan meletakkan landasan yang ikhlas dalam setiap tindakan.
Bagi para mahasiswa Kesehatan, perawat, bidan, dan dokter yang sedang menuntut ilmu dan sedang berjuang untuk menjadi profesional maka langkah sebaik-baiknya adalah dengan selalu berpegang teguh terhadap Niatan Hati yang baik dan positif agar dapat menjadi tenaga profesional pelaksana pelayanan kesehatan .
Bagi institusi pendidikan yang terkait dengan tenaga profesional pelaksana pelayanan kesehatan untuk mendukung pelaksanaan MDGs tersebut maka sudah menjadi tugas dan selayaknya dalam mengelola pendidikan hendaknya dapat memberikan pengalaman nyata dan sebaik-baiknya dengan pendekatan edukasi yang menerapkan praktek langsung…khususnya dibidang kemasyarakatan karena ujung dari pelayanan kesehatan tersebut muaranya adalah masyarakat itu sendiri.

Bayi Yang Me-Kuning (Ikterus Pada Bayi)

Posted on Updated on

Kondisi kuning pada bayi baru lahir, bisa mengenai mata, wajah atau bahkan sekujur tubuh. Hal ini dikenal dengan istilah bayi kuning atau ikterus neunatorum

Ikterus: (jaundice) adalah warna kekuningan pada kulit dan selaput mata.
Neonatorum: adalah bayi baru lahir.

Pada hari-hari pertama kerhidupannya , tidak sedikit bayi mengalami kuning (ikterus). Menurut penelitian , sekitar 70% bayi lahir mengalami kuning.

Anda mungkin pernah mendengar atau bahkan melihat sendiri seorang bayi baru lahir berwarna kuning di sekujur kulit dan selaput matanya. Warna kuning dapat terlihat beberapa jam hingga beberapa hari setelah lahir. Kemunculannya tak jarang mengundang tanya, mengapa kulit si bayi berwarna kekuningan sementara bayi yang lain tidak? Apa penyebabnya ? Adakah yang salah ? Dan mungkin berbagai pertanyaan mengiringi kemunculan warna kuning pada kulit bayi baru lahir.

PENGERTIAN
Ikterus neonatorum (bayi baru lahir berwarna kuning) adalah kondisi munculnya warna kuning di kulit dan selaput mata pada bayi baru lahir karena adanya bilirubin (pigmen empedu) pada kulit dan selaput mata sebagai akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah (hiperbilirubinemia).

ANGKA KEJADIAN
Warna kekuningan pada bayi baru lahir adakalanya merupakan kejadian alamiah (fisologis), adakalanya menggambarkan suatu penyakit (patologis).
Bayi berwarna kekuningan yang alamiah (fisiologis) atau bukan karena penyakit tertentu dapat terjadi pada 25% hingga 50% bayi baru lahir cukup bulan (masa kehamilan yang cukup), dan persentasenya lebih tinggi pada bayi prematur.Gambaran proses bayi kuning

Disebut alamiah (fisiologis) jika warna kekuningan muncul pada hari kedua atau keempat setelah kelahiran, dan berangsur menghilang (paling lama) setelah 10 hingga 14 hari.Ini terjadi karena fungsi hati belum sempurna (matang) dalam memproses sel darah merah.
Selain itu, pada pemeriksaan laboratorium kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah tidak melebihi batas yang membahayakan (ditetapkan).

PARAMATER
Ada beberapa batasan warna kekuningan pada bayi baru lahir untuk menilai proses alamiah (fisiologis), maupun warna kekuningan yang berhubungan dengan penyakit (patologis), agar kita lebih mudah mengenalinya.

Secara garis besar, batasan kekuningan bayi baru kahir karena proses alamiah (fisiologis) adalah sebagai berikut:

Warna kekuningan nampak pada hari kedua sampai hari keempat.
Secara kasat mata, bayi nampak sehat
Warna kuning berangsur hilang setelah 10-14 hari.
Kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah kurang dari 12 mg%.

Adapun warna kekuningan pada bayi baru lahir yang menggambarkan suatu penyakit (patologis), antara lain:

Warna kekuningan nampak pada bayi sebelum umur 36 jam.
Warna kekuningan cepat menyebar kesekujur tubuh bayi.
Warna kekuningan lebih lama menghilang, biasanya lebih dari 2 minggu.
Adakalanya disertai dengan kulit memucat (anemia).
Kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah lebih dari 12 mg% pada bayi cukup bulan dan lebih dari 10 mg% pada bayi prematur.

Jika ada tanda-tanda seperti di atas (patologis), bayi kurang aktif, misalnya kurang menyusu, maka sebaiknya segera periksa ke dokter terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.

Disamping itu, beberapa kondisi yang dapat beresiko terhadap bayi, antara lain:

Infeksi yang berat.
Kekurangan enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase(G 6 PD).
Ketidaksesuaian golongan darah antara ibu dan janin
Beberapa penyakit karena genetik (penyakit bawaan atau keturunan).

APA PENYEBAB BAYI KUNING?
Pada saat di dalam rahim, bayi membutuhkan ekstra sel darah merah yang diproses oleh hati. Tetapi hati bayi baru lahir biasanya belum mencapai maturasi, sehingga kapasitas pengolahannya belum efisien. karena, terjadinya peningkatan kadar bilirubin, sehingga bayi tampak kuning

Tentu kita bertanya-tanya, bagaimana warna kekuningan dapat terjadi, baik pada proses alamiah (fisiologis) maupun warna kekuningan yang berhubungan dengan penyakit?
Pada dasarnya warna kekuningan pada bayi baru lahir dapat terjadi karena beberapa hal, antara lain:
Proses pemecahan sel darah merah (eritrosit) yang berlebihan.
Gangguan proses transportasi pigmen empedu (bilirubin).
Gangguan proses penggabungan (konjugasi) pigmen empedu (bilirubin) dengan protein.
Gangguan proses pengeluaran pigmen empedu (bilirubin) bersama air.

Gangguan pada proses di atas (dan proses lain yang lebih rumit) menyebabkan kadar pigmen empedu (bilirubin) dalam darah meningkat, akibatnya kulit bayi nampak kekuningan.

PENGOBATAN
Pada bayi baru lahir dengan warna kekuningan karena proses alami (fisiologis), tidak berbahaya dan tidak diperlukan pengobatan khusus, kondisi tersebut akan hilang dengan sendirinya.
Prinsip pengobatan warna kekuningan pada bayi baru lahir adalah menghilangkan penyebabnya.
Cara lain adalah upaya mencegah peningkatan kadar pigmen empedu (bilirubin) dalam darah. Hal ini dapat dilakukan dengan:

Meningkatkan kemampuan kinerja enzim yang terlibat dalam pengolahan pigmen empedu (bilirubin).
Mengupayakan perubahan pigmen empedu (bilirubin) tidak larut dalam air menjadi larut dalam air, agar memudahkan proses pengeluaran (ekskresi), dengan cara pengobatan sinar (foto terapi).
Membuang pigmen empedu (bilirubin) dengan cara transfusi tukar.
Perlu diketahui, Jika anda memberikan ASI ekslusif, maka kuning pada bayi akan berlangsung lebih lama. Meski demikian ibu tidak perlu cemas dan tetap meneruskan pemberian ASI pada bayi:

Ada beberapa Tip yang harus menjadi pusat perhatian ibu yang baru memeiliki bayi dalam menghindari bayi kuning yaitu:
1. Patuhi jadwal untuk berkunjung ke dokter atau bidan. Bila kadar bilirubin tidk terlalu tinggi (<10mg%), umumnya bayi diperkenankan untuk pulang kerumah. Bila 3 hari setelah kepulangan kerumah, bayi diminta kembali ke dokter atau rumah bersalin untuk kontrol kadar bilirubin. Maksudnya bila terjadi peningkatan bilirubin yang tinggi dapat segera dilakukan tindakan.
2. Cermati kondisi bayi. Jika ada tanda-tanda bayi tidak aktif seperti tidur terus dan malas menyusu segeralah kerumah sakit. Hal ini dapat dijadikan indikator bahwa telah terjadi peningkatan kadar bilirubin yang beresiko memicu kejang pada bayi. Cara lainnya yang termudah untuk mengamati peningkatan bilirubin adalah melalui bola mata dan kulit bayi yang terlihat kuning
3. Berikan ASI sebanyak mungkin. Banyak minum ASI dapat membantu menurunkan kadar bilirubin, karena bilirubin dapat dikeluarkan melalui urine dan kotoran bayi
4. Jemur bayi di matahari pagi. Menjemur bayi tanpa busana dibawah sinar matahari pagi antara pukul 07.30 – 08.30 dapat membantu memecahkan bilirubin dalam darah. Lindungi mata bayi dari sorotan sinar matahari secara langsung.

ANJURAN
Apapun jenisya, jika pembaca mendapati bayi kuning, sebaiknya konsultasi kepada dokter atau dokter spesialis anak.
Meski disebutkan bahwa bayi kuning sebagian besar diantaranya karena proses alami (fisiologis) dan tidak perlu pengobatan, seyogyanya para orang tua tetap waspada, mengingat bayi masih dalam proses tumbuh kembang. Karenanya, konsultasi kepada dokter atau dokter spesialis anak adalah langkah bijaksana.