KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN PENDEKATAN GENETIKA

Posted on

Kesehatan Masyarakat Dengan Pendekatan Genetika ~~~ Oleh Elvi Zuliani

Latar Belakang

Menurut berbagai penulis (mis, Baum,2002, Mc Michael,2002, Last, 2002) bahwa Masa depan kesehatan masyarakat sulit untuk diprediksi. Adanya perkembangan beberapa faktor diterminan kesehatan yang amat pesat perkembangannya , dikemukakan ada tiga determinan utama yang bisa menentukan arus utama kesehatan masyarakat yaitu: pertama globalisasi, kedua adalah perubahan lingkungan globaltermasuk didalamnya perubahan iklimyang menentukan ekosistemdan yang ketiga teknologi genomic yang bisa menjungkirbalikkan teori-teori ilmu sosial dan kesehatn termasuk kesehatan masyarakat.
Pada kesempatan ini saya akan coba mengungkapkan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat timbul maupun berkembang sejalan dengan teknologi genomic atau berpandangan genetika.

Bagi ahli kesehatan masyarakat pencapaian teknologi genetika bisa digunakan untuk mencegah penyakit dan upaya kesehatan masyarakat secara lebih terarah dan terfokus.
Segala hal yang menyangkut informasi biologi manusia semua tersimpan di bagian inti dari sel-sel kehidupan yakni substansi yang dikenal dengan nama gen. Gen menyimpanberbagai informasi tentang keturunan, potensi penyakit yang akan diderita, variasi antar manusia dan kesehatan secara umum.

Penerapan ilmu Genetika bagi Kesehatan Masyarakat
Dengan teknologi baru, kini gen manusia tela dipetakan. Tidak hanya dipetakan, namun bisa diutak atik, dimodifikasi sehingga penyakit bisa sembuh. Diperkirakan pada tahun 2015 atau 2025, pendekatan konvensional dalam bidang kesehatan akan menjadi masa lalu dan tergantikan dengan teknologi baru yang disebut pendekatan genetic.
Sebagai contoh misalnya kegiatan kesehatan masyarakat atau Public Health dalam pelaksanaannya selalu berorientasi pencegahan melalui promosi, prevensi. Namun untuk melakukan pencegahan fokus perhatiannya adalah:
a.Untuk penyakit menular, fokus perhatiannya adalah disease management
b.Program pencegahan juga seringkali diarahkan kepada pengendalian faktor resiko seperti kegemukan (obesitas), darah tinggi, resiko lingkungan dan lain-lain
c. Pencegahan yang ditujukan kepada penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi
d. Screening seperti Pap’s smear, Check up dalam kesehatn kerja dll.
Dimasa yang akan datang upaya pencegahan hal-hal tersebut akan dilakukan dengan pendekatan teknologi genetika.
Dalam perspektif sel, seluruh tubuh manusia terbangun oleh milyaran sel-sel. Sel-sel ini hidup, membelah diri, untuk meremajakan diri dan melaksanakan tugas dan fungsinya dikendalikan oleh sistem hormonal serta perintah mekanisme tubuh lainnya sesuai cetak biru (blu print) DNA yang menggambarkan jati diri seseorang seutuhnya.
Seseorang itu bersifat pemarah, tinggi atau pendek, berambut ikal, kalau tua pada umur 60 tahun akan mendapat penyakit jantung mengalami kelainnan seperti Alzaimer dal nain sebagainya, informasi ini sudah terdapat dalam genome atau DNA tersebut. Kalau tidak ada intervensi atau upaya mengubah konsep ini hampir dipastikan semua orang akan mengikuti cetak biru ini.Kecuali dalam perjalanan hidupnya bisa dilakukan upaya-upaya pencegahan baik pada lingkungannya, maupun pada genomenya. Sebagai contoh bila dalam DNA (blue print) seseorang memiliki potensi hiper-reaktif terhadap debu tertentu, maka untuk pencegahan, modifikasi genomenya atau usaha tidak kontak dengan debu tersebut. Seperti kita ketahui Public Health menitik beratkan pada pencegahan primer.
Informasi genetika tiap manusia disimpan dalam DNA yang terletak di dalam sel-sel yang membentuk tubuh manusi. DNA berfungsi sebagai instruksi kehidupan, mirip sebuah cetak biru dan merupakan dasr kehidupan manusia. DNA diteruskan dari orang tua ke anaknya, ke cucunya dan seterusnya kesegenap keturunannya. Genetika manusia juga memberikan informasi bagaiman DNA tersebut berinteraksi terhadap lingkungan, dan menyebabkan beberapa organ tidak berfungsi sebagaimana harusnya, serta dapat menimbulkan penyakit.
Telah teridentifikasi sekitar 5.000 penyakit yang dikenal telah diketahui penyebabnya yang dikaitkan dengan perubahan single-gendan hal ini sudah bisa diketahui ketika anak lahir. Seorang ahli epidemiologi kemudian bisa memetakan berdasarkan distribusi variasi.Ahli kedokteran yakin bahwa nyaris semua penyakit memiliki dasar informasi genetika. Bagaimana bereaksi terhadap bahan kimia, racun, obat-obatan dll masing-masing berbeda satu sama lain dan sebagainya meski perbedaan itu kecil sekali. Semua penyakit maupun berbagai variabel sifat yang diturunkan secara genetika diakibatkan oleh adanya hubungan antar manusia dengan lingkungan.
Penyakit yang sudah diketahui berkenaan dengan berbagai masalah genetika antara lain penyakit cystic fibrosis, hemophilia, cara bereaksi terhadap allergen, kanken payudara, penyakit kardiovaskuler, penyakit sklerotik dan kegemukan dan diduga masih banyak penyakit-penyakit lain seiring dengan teknologi genetika dan kedokteran itu sendiri akan ditemukan.Pencegahan dapat dilakukan dan dikomfirmasi dengan peta struktur genetika tersebut, bagi keturunan orang yang menderita penyakit-penyakit tersebutdapat melakukan antisipasi sejak awal sehingga merupakan tidakan pencegahan dan hal ini memungkinkan orang akan hidup lebih optimal.

Kesehatan Masyarakat Berbasis Genetika
Suatu kegiatan dapat dikatakan kegiatan kesehatan masyarakt bila memenuhi kriteria 4 hal , yaitu:
a. Pertama berorientasi kepada penduduk secara keseluruhan dalam sebuah wilayah yang menjadi area garapannya
b. Ilmu Kesehatan Masyarakat senantiasa berorientasi pada pencegahan
c. Pendekatan Kesehatan Masyarakat selalu multidisiplin dan dalam prakteknya senantiasa bersifat lintas sektor,
d. Kesehatan Masyarakat senantiasa mengikut-sertakan masyarakat dalam mencapai tujuannya (Ahmadi, 2005)

Penggunaan teknologi genomic oleh ahli kesehatan masyarakt menjadi suatu tantangan. Salah satu ciri kesehatan masyarakat adalah berorientasi pencegahan. Selain itu didalam pelaksanaannya berorientasi kepada masyarakat secara keseluruhan dalam sebuah wilayah, bersifat lintas disiplin dan mengikutsertakan komponen masyarakat. Para ahli kesehatan masyarakat harus mampu mengembangkan, menganalisa dan membantu menyebarluaskan ilmu ini sehingga akan membantu penerapan ilmu genetika ke dalam kegiatan pelaksanaan kesehatan masyarakat berbasis genetika, untuk tujuan-tujuan pencegahan.

Semoga segala hal yang dapat diterapkan demi kemajuan dan kemaslahatan penduduk khususnya masyarakat akan dapat dikembang gunakan dan Indonesia dapat mengikuti jejak negara-negara yang sudah berorientasi dengan kemaslahatan rakyatnya

Sumber Bacaan
Achmadi Umar Fahmi, 2007. Horison Baru Kesehatan Masyarakat Di Indonesia , Penerbit Rineka Cipta, Jakarta

Iklan

Seni Mendengar dengan Hati

Posted on Updated on

Mendengarkan merupakan bagian esensi
yang menentukan komunikasi efektif. Tanpa kemampuan mendengar yang bagus,
biasanya akan muncul banyak masalah.
Mendengar tidak selalu dengan tutup
mulut, tapi juga melibatkan partisipasi aktif kita. Mendengar yang baik bukanberharap datangnya giliran berbicara.
Mendengarkan secara aktif memerlukan sejumlah tahapan, yakni :
• Mendorong mitra untuk berbicara dan mengungkapkan pemikiran, opini dan isi hatinya
• Menjelaskan mengenai informasi yang rekevan dengan topik pembicaraan Mendengar adalah komitmen untuk
memahami pembicaraan dan perasaan lawan bicara kita. Ini juga sebagai bentuk penghargaan bahwa apa yang orang lain bicarakan adalah bermanfaat untuk kita.
Pada saat yang sama kita juga bisa
mengambil manfaat yang maksimal dari
pembicaraan tersebut.

Seni mendengar dapat membangun sebuah relationship. Jika kita melakukannya dengan baik, orang-orang akan tertarik dengan kita dan interaksi kita akan
semakin harmonis.

Berikut teknik mudah yang dapat
dipraktekkan oleh setiap kita untuk menjadi seorang pendengar
yang baik :
1. Peliharalah kontak mata dengan baik.Ini menunjukkan kepada lawan bicara tentang keterbukaan dan kesungguhan kita dalam mendengarkannya
2. Condongkan tubuh ke depan.
Ini menunjukkan ketertarikan kita pada topik pembicaraan. Cara ini juga akan mengingatkan kita untuk memiliki sudat pandang yang lain, yaitu tidak hanya fokus pada diri kita sendiri tetapi memahami sipembicara
3. Buat pertanyaan ketika ada hal yang
butuh klarifikasi atau ada informasi baru yang perlu kita selidiki dari lawan bicara kita.
4. Buat selingan pembicaraan yang menarik. Hal ini bisa membuat percakapan lebih hidup dan tidak monoton.
5. Cuplik atau ulang beberapa kata yang diucapkan oleh lawan bicara kita. Ini menunjukkan bahwa kita memang mendengarkan dengan baik hingga hapal beberapa cuplikan kata.
6. Buatlah komitmen untuk memahami apa yang ia katakan, meskipun kita tidak suka atau marah. Dari sini kita akan mengetahui nilai-nilai yang diterapkan lawan bicara kita, yang mungkin berbeda dengan nilai yang kita terapkan.

Dengan berusaha untuk memahami, bisa
jadi kita akan menemukan sudut pandang,wawasan, persepsi atau kesadaran baru, yang tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya.

Jika kita selalu merasa bahwa diri kita benar, dan cara kitalah yang paling tepat, itu berarti kita tidak pernah mendengarkan.

Seorang pendengar yang baik sebenarnya hampir sama menariknya dengan pembicara yang baik. Jika kita selalu pada pola yang benar untuk jangka waktu tertentu,maka suatu saat kita akan merasakan. Untuk dapat mendengarkan dengan efektif sangat membutuhkan konsentrasi, pengalaman, pengetahuan dan keterampilan.
Dalam hal ini kita hanya perlu menerapkan beberapa prinsip yaitu:
Prinsip-prinsip untuk menjadi pendengar yang efektif adalah:
1. Tidak melakukan aktivitas mendengarkan dan berbicara pada saat yang bersamaan.
2. Mencoba memahami pokok pikiran atau ide utama pembicara
3. Hindari gangguan dari lingkungan sekitar
4. Mencoba untuk mengendalikan emosi
5. Membuat catatan yang singkat dan jelas
6. Mencoba untuk bersikap empati (perhatian dan senyuman)
7. Memperhatikan prinsip-prinsip komunikasi non verbal
8. Bertanya pada tempatnya
9. Membuat kesimpulan tentang inti sari pembicaraan
10. Memberikan umpan balik

Selain itu, tekni mendengarkan secara aktif juga harus memperhatikan aspek berikut ini :
• Mengakui atau memberikan apresiasi terhadap isi pembicaraan dari mitra
• Berempati atau bersimpati dengan masalah yang tengah dihadapi oleh mitra bicara
• Merefleksikan kembali, atau merumuskan kembali isi pembicaraan
• Menyetujui, atau memberikan persetujuan jika memang pemikiran yang dilontarkan oleh lawan bicara mengandung hal positif
• Melengkapi, atau memberikan kelengkapan informasi yang dibutuhkan oleh lawan atau mitra bicara
• Meringkaskan kembali isi pembicaraan yang telah disepakati.
Dengan komunikasi yang didasari dengan mendengar yang baik akan meraih beberapa manfaat. Adapun manfaat menjadi pendengar yang baik adalah:
· Lawan bicara akan lebih mudah menyampaikan informasi atau pesan-pesannya.
· Hubungan kerjasama kelompok atau tim akan menjadi lebih baik dan harmonis
· Mendorong lawan bicara untuk tetap menjalin hubungan atau komunikasi yang baik
· Informasi dalam bentuk instruksi, umpan balik dan yang lainnya akan lebih jelas dapat diterima oleh lawan bicara.
Semoga tulisan ini bermanfaat buat kita dikutib dari banyak sumber

PROGRAM PELAKSANAAN IMD DI INDONESIA

Posted on Updated on

Program Pelaksanaan IMD DI Indonesia
Ditulis : Oleh Elvi Zuliani (ElviZ @ Sehati)

DASAR PEMIKIRAN

Pemerintah Indinesia mendukung kebijakan WHO dan UNICEF yang merekomendasikan inisiasi Menyusu Dini (IMD) sebagai tindakan penyelamat kehidupan karena IMD dapat menyelamatkan 22% dari bayi yang meninggal sebelum usia satu bulan (Din.Kes,2010). Pelaksanaan IMD di luar negeri sudah di mulai sejak tahun 1987, Penelitian Karen M. Edmon,dkk (Pediatric, March 2006) di Ghana membuktikan bahwa 16% kematian neonatus dapat dicegah bila bayi mendapat ASI dihari pertamnya. Angka tersebut meningkat menjadi 22% bila bayi melakukan IMD dalam satu jam pertama setelah lahir. Sedangkan dinegeri kita sendiri Indonesia pelaksanaan IMD ini baru disadari sejak tahun 2006.
Menyusu secara baik dan benar dapat mencegah kematian bayi serta gangguan perkembangan bayi.Kebanyakan ibu tidak tahu bahwa membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah kelahiran atau lebih dikenal dengan IMD sangat bermanfaat.Proses yang hanya memakan waktu satu jam tersebut berpengaruh pada sang bayi seumur hidup.
Melakukan IMD berarti ” bayi belajar beradaptasi dengan kelahiran- nya di dunia, dimana dia yang baru saja keluar dari tempat ternyaman di dunia yaitu di dalam rahim sang ibu berjuang dengan kemampuan yang dianugrahkan Allah kepadanya dengan segala prosesnya untuk mencari sendiri puting susu ibunya.
Selain itu proses IMD menimbulkan kedekatan antara si ibu dengan si bayi sebab, dengan memisahkan si ibu dengan bayinya ternyata daya tahan si bayi akan drop hingga mencapai 25%. Ketika si ibu bersama dengan si bayi, daya tahan sibayi akan berada dalam kondisi prima, si ibu dapat melakukan proteksi terhadap si bayi.
Menurut hasil beberapa penelitian IMD dipercaya akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh si bayi terhadap penyakit-penyakit yang beresiko kematian tinggi misalnya kanker syaraf, leukimia dan beberapa penyakit lainnya.
Kebanyakan petugas merasa IMD sulit diselenggarakan karena hambatan waktu dan tempat. Tapi, diantara yang kebanyakan, ada sedikit yang mendukung IMD. Terpujilah para bidan yang mendukung IMD untuk dilaksanakan karena apa yang mereka lakukan tersebut adalah suatu perbuatan mulia dan membawa perubahan bangsa ke arah yang lebih baik.(Dir.Bin.GiziMasy Depkes, 2008)

PENGERTIAN
Inisiasi menyusu dini merupakan salah satu metode baru dalam persalinan. Dalam Arti Inisiasi Menyusu Dini adalah meletakkan bayi didada ibunya setelah tubuh dilap dengan kain bersih (kecuali pada bagian tangan bayi) dan bagian punggung bayi ditutup dengan selimut (untuk mencegah hipotermi) kemudian bayi dibiarkan mencari payudara ibunya dalam waktu satu jam setelah lahir (UNICEF_WHO,1993).
IMD (Inisiasi Menyusu Dini) adalah bayi diberi kesempatan memulai/inisiasi menyusu sendiri segera setelah lahir/dini, dengan membiarkan kontak kulit bayi dengan kulit ibu setidaknya satu jam atau lebih sampai menyusu pertama selesai (Roesli, 2008)

PESAN PESAN UNTUK IBU DAN KELUARGA INDONESIA

1. TUHAN MENETAPKAN BAHWA DADA IBU YANG BARU MELAHIRKAN AKAN MENGHANGATKAN BAYI DENGAN TEPAT. Ketika baru lahir, bayi tidak perlu dibedong. suhu kulit dada ibu yang melahirkan akan menyesuaid\kan dengan suhu ibu. Jika bayi kedinginan, suhu kelit ibu otomatis naik dua derajat untuk menghangatkan bayi sehingga dapat mencegah resiko hypothermia. Jika bayi kepanasan, suhu kelit ibu otomatis turun satu derajat untuk mendinginkan bayi. Tuhan telah menggariskan kulit ibu sebagai termoregulator bagi suhu tubuh bayi
2.Dalam IMD, Sang Pencipta memberikan perlindungan alamiah bagi bayi. Sewaktu IMD, bayi memperoleh kolostrum yang penting untuk kelangsungan hidupnya.Kolostrum kaya akan zat pembentukan kekebalan tubuh bayi dari infeksi.Kolostrum juga membantu pertumbuhan usus dengan membuat dan mematangkan lapisan yang melindungi dindin usus bayi masih lemah.
3.IMD adalah karunia Sang Pencipta untuk melindungi si bayi. Sebagian besar masyarakat akan melihat ini sebagai hal yang lazim. Tetapi, secara ilmiah ini adalah keajaiban Tuhan untuk membangun imunitas bayi. Sewaktu merayap di dada ibu, bayi menjilat-jilat kulit ibu dan menekan bakteri baik (tak berbahaya) dari kulit ibu. Bakteri baik ini akan berkembang biak membentuk koloni di usus dan usus bayi sehingga bayi menjadi lebih kebal dari bakteri lain (bakteri jahat)yang akan dihadapi di dunia barunya.
4. Melalui IMD, Tuhan pun melimpahkan kasih sayangNya pada sang ibu.. Kaki bayi yang menendang-nendang perut ibu secara halus merangsang pengerutan rahim sehingga membantu pengeluaran plasenta dan mengurangi perdarahan ibu.Hisapan bayi pada puting ibu merangsang Hormon Prolaktin dan Oksitosin. Hormon Prolaktin merangsang produksi ASI. Sementara, keluarnya Hormon Oksitosin (cuddle hormoni love hormon)membuat ibu lebih tenang,rileks, mencintai dan bahagia. Oksitosin juga merangsang keluarnya ASI secara lancar dan pengerutan rahim yang mencegah perdarahan usai persalinan.

TATA lAKSANA IMD

1. Inisiasi dini sangat membutuhkan kesabaran dari sang ibu, dan rasa percaya diri yang tinggi, dan membutuhkan dukungan yang kuat dari sang suami dan keluarga, jadi akan membantu ibu apabila saat inisiasi menyusu dini suami atau keluarga mendampinginya.

2. Obat-obatan kimiawi, seperti Mis: pijat, aroma therapi, bergerak, hypnobirthing dan lain sebagainya coba untuk dihindari.

3. Ibulah yang menentukan posisi melahirkan, karena dia yang akan menjalaninya.

4. Setelah bayi dilahirkan, secepat mungkin keringkan bayi tanpa menghilangkan vernix yang menyamankan kulit bayi.

5. Tengkurapkan bayi di dada ibu atau perut ibu dengan skin to skin contact, selimuti keduanya dan andai memungkinkan dan dianggap perlu beri si bayi topi.

6. Biarkan bayi mencari puting ibu sendiri. ibu dapat merangsang bayi dengan sentuhan lembut dengan tidak memaksakan bayi ke puting ibunya.

7. Dukung dan bantu ibu untuk mengenali tanda-tanda atau perilaku bayi sebelum menyusu (pre-feeding) yang dapat berlangsung beberapa menit atau satu jam bahkan lebih, diantaranya:
a. Istirahat sebentar dalam keadaan siaga, menyesuaikan dengan lingkungan.
b. Memasukan tangan ke mulut, gerakan mengisap, atau mengelurkan suara.
c. Bergerak ke arah payudara.
d. Daerah areola biasanya yang menjadi sasaran.
e. Menyentuh puting susu dengan tangannya.
f. Menemukan puting susu, reflek mencari puting (rooting) melekat dengan mulut terbuka lebar.Biarkan bayi dalam posisi skin to skin contact sampai proses menyusu pertama selesai.

8. Bagi ibu-ibu yang melahirkan dengan tindakan, seperti oprasi, berikan kesempatan skin to skin contact.

9. Bayi baru DIPISAHKAN dari ibu untuk ditimbang, diukur, dicap; SETELAH MENYUSU AWAL. Tunda prosedur yang invasive seperti suntikan vit K dan menetes mata bayi.

10. Dengan rawat gabung, ibu akan mudah merespon bayi. Andaikan bayi dipisahkan dari ibunya yang terjadi kemudian ibu tidak bisa merespon bayinya dengan cepat, sehingga mempunyai potensi untuk diberikan susu formula, jadi akan lebih membantu apabila bayi tetapi bersama ibunya selama 24 jam dan selalu hindari makanan atau minuman.

MENGENAL 5 PRILAKU PENTING SEBELUM BAYI BERHASIL MENYUSU (PRE FEEDING BEHAVIOR)


1. Dalam 30 menit pertama bayi umumnya berada dalam keadaan istirahat/diam atau dalam keadaan siaga (rest/quite alert stage). Bayi diam tak bergerak dan sesekali membuka lebar matanyanya untuk melihat ibunya. Masa tenang merupakan penyesuaian peralihan dari keadaan dalam kandungan ke keadaan luar kandungan.
2. Selanjutnya, dalam 30- 40 menit berikutnya, bayi akan mengeluarkan suara, gerakan mulut seperti mau minum, mencium dan menjilat tangan. Bayi mencium dan merasakan cairan ketuban yang ada ditangannya. Bau ini sama dengan bau cairan yang dikeluarkan payudara ibu. Selain itu, bau dan rasa ini akan membimbing bayi untuk menemukan payudara dan puting susu ibu.
3. Secara naluriah, ketika mencium bau payudara, bayi mulai mengeluarkan air liur.
4. Bayi mulai bergerak ke arah payudara dengan kaki menendang-nendang perut ibu, sambil menjilat-jilat kulit ibu, menghentak-hentakkan kepala ke dada ibu, menoleh ke kiri dan ke kanan, serta menyentuh dan meremas daerah puting susu dengan tangannya.
5. Terakhir, bayi akan menemukan , menjilat, mengkulum puting, membuka mulut lebar, dan melekat dengan baik pada puting susu sang ibu.

Dengan melakukan IMD, ASI akan keluar lebih cepat dan banyak. Ketika baru lahir, bayi hanya memerlukan ASI. Makanan atau minuman selain ASI hanya membebani kerja lambung dalam saluran pencernaan lain serta ginjal bayi.Dengan melakukan IMD, akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap penyakit.
Sebuah rumah sakit yang benar-benar mendukung ibu dan anak tidak akan menyediakan ruangan khusus bayi, karena dengan memisahkan ibu dan anak menurunkan daya tahan tubuh bayi sampai 25%. jadi seharusnya tempat bayi adalah disisi ibu, 24 jam penuh.Untuk agar ibu dapat membuat suatu proteksi terhadap bayi bila memang perlu.
Menurut pendapat banyak ahli 95 % bayi menangis bukan karena kelaparan, tapi karena dia dipisahkan dari ibunya. Karena seorang bayi yang baru lahir, dibekali dari rahim ibunya untuk bertahan selama 2 – 3 hari tanpa makan. Jadi jangan pernah memberikan susu formula untuk bayi, walau air susu ibu belum keluar.

Pelaksanaan IVA Dalam Screening Ca. Serviks

Posted on Updated on

Pelaksanaan IVA Dalam Screening Ca Serviks
Oleh: Elvi Zuliani

PENGERTIAN
IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) merupakan skrining yang masih bersifat Opurtunistik. Penggunaan Asam Asetat (Cuka) akan menjelaskan perbedaan struktur sel dan absorpsi sehingga bila terdapat sel prakanker akan berubah menjadi putih. Nilai sensitivitas IVA memang lebih baik meskipun sepesifitasnya lebih rendah (Emilia,2010)
Metode screening yang sudah diadaptasi oleh Kementrian Kesehatan selain metode lain yang sudah diterapkan oleh level rumah sakit—adalah metode IVA untuk level puskesmas. Meski lebih murah ketimbang pap smear yang bisa mencapai ratusan ribu, metode IVA memiliki sensitivitas cukup tinggi.
IVA merupakan cara yang relatif murah, mudah, dan dapat dilakukan oleh bidan atau tenaga medis puskesmas. Prinsif kerja pemeriksaan ini adalah dengan cara mengoles mulut rahim dengan asam asetat (Nurcahyo, 2010).
IVA adalah merupakan metode untuk mendeteksi dini kanker leher rahim yang murah meriah menggunakan asam asetat 3-5% dan tergolong sederhana dan memiliki keakuratan 90% (Fitramaya,2009)
Setiap warga negara berhak atas fasilitas kesehatan memadai dengan harga yang juga terjangkau. Untuk deteksi kanker serviks, metode IVA yang tergolong murah diharapkan dapat menyentuh banyak perempuan.

PELAKSANAAN PROGRAM IVA YANG ADA:

Skrining kanker serviks melalui metode IVA tengah digaungkan oleh sejumlah praktisi kesehatan,khususnya yang tergabung dalam organisasi yang bekerja untuk penanggulangan penyakit kanker, seperti Yayasan Kanker Indonesia, IPKASI, dan Female Cancer Program. Sejatinya, semua pihak harus ikut berperan dalam menanggulangi kanker.

Praktisi kesehatan,aktivis kanker,ataupun para survivor tak akan berhasil mencapai tujuan mereka bila tak didukung oleh pemerintah, begitu pula sebaliknya. Kementerian Kesehatan sendiri tidak menutup mata akan kondisi memprihatinkan yang disebabkan oleh kanker, terutama kanker serviks.Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih bersama jajarannya telah bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menanggulangi kanker yang masuk kategori penyakit tidak menular sejak 2005. Sejumlah program pencegahan sudah dibuat,baik yang primer, sekunder, maupun tersier. “Angka kematian kini sudah bergeser ke penyakit tidak menular, seperti kanker serviks ini.
Menurut data tahun 2007, kanker serviks diderita oleh 17,6% per 100.000 perempuan,” “Program pencegahan untuk kanker antara lain dengan deteksi dini.Khusus kanker serviks, bisa dengan IVA.Metode IVA kini sudah diterapkan di 14 provinsi dengan 48 kabupaten atau kota,” Program pencegahan yang disebut See & Treat itu sudah dijalankan di sejumlah wilayah seperti Jakarta,Tasikmalaya, dan Tabanan di Provinsi Bali.Di Tabanan misalnya, sejak 2009 sudah dilaksanakan layanan skrining lewat metode IVA di 114 puskesmas.

SYARAT MENGIKUTI IVA TEST ADALAH:
A. Sudah pernah melakukan hubungan seksual
B. Tidak sedang datang bulan/haid
C. Tidak sedang hamil
D. 24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual

KLASIFIKASI IVA SESUAI TEMUAN KLINIS (SEE AND TRET,2007)
1. Hasil tes – Positif : DITEMUKAN Plak putih yang tebal atau epitel acetowhite, biasanya dekat SCJ
2. Hasil Tes Negatif : Ditemukan pertemuan polos dan halus, berwarna merah jambu: ectropion, polyp,cervicitis, inflammantion, Nabothian cysts
3. Kanker : DTEMUKAN KLinis Massa mirip kembang kol atau bisul
iva. ElviZ@sehati
Orang-Orang yang dirujuk untuk kelanjutan Tes IVA bila Ditemukan:
a. Diduga Kanker Cervix
b. Lesi > 75%
c. Lesi > 2 mm melebihi cryoprobe
d. Lesi meluas sampai dinding vagina
e. Hamil (> 20 minggu)

Untuk mensukseskan pendeteksian dini Ca. Cervix ini sudah seharusnya setiap orang ikut berpartisipasi dalam pensosialisasian pelaksanaan program IVA srining test ini, dengan harapan setiap wanita mewaspadai akan kesehatan diri sendiri. ” Mencegah adalah tidakan bijaksana untuk kelaksungan hidup sehat, ini lebih baik daripada mengobati”

MENGENAL SEPUTAR KAPSUL VITAMIN A

Posted on Updated on

MENGENAL SEPUTAR KAPSUL VITAMIN A
Ditulis Oleh: Elvi Zuliani

Kurang Vitamin A pdf
Kurang vitamin A

Masalah gizi yang utama di Indonesia adalah kurang kalori protein (KKP), kekurangan vitamin A yang dapat mengakibatkan xeropthalmia (sakit mata karena kekurangan vitamin A) misalnya rabun senja dan kebutaan. Disamping itu masalah kekurangan vitamin A merupakan masalah terpenting kedua yang perlu diatasi, karena hal ini melanda penderita yang luas jangkauan, terutama anak-anak balita. (Winarno, 1995)

Kurang vitamin A (KVA) di Indonesia masih merupakan masalah gizi utama. Meskipun KVA tingkat berat (Xerophthalmia) sudah jarang ditemui, tetapi KVA tingkat subklinis, yaitu tingkat yang belum menampakkan gejala nyata, masih menimpa masyarakat luas terutama kelompok balita. KVA tingkat subklinis ini hanya dapat diketahui dengan memeriksa kadar vitamin A dalam darah di laboratorium.

Masalah kurang vitamin A subklinis (kadar vitamin A dalam serum ‹ 20 ug/dl) dibeberapa propinsi masih cukup memprihatinkan, karena 50% Balita masih mempunyai status vitamin A rendah. Kurang vitamin A akan mengaki- batkan penurunan daya tahan tubuh terhadap penyakit yang berpengaruh pada kelangsungan hidup anak.

Penanggulangan masalah kurang vitamin A saat ini bukan hanya untuk mencegah kebutaan, tetapi juga dikaitkan dengan upaya memacu pertumbuhan dan kesehatan anak guna menunjang penurunan angka kematian bayi dan berpotensi terhadap peningkatan produktifitas kerja orang dewasa. (Depkes. RI., 2000)

Masalah KVA dapat diibaratkan sebagai fenomena “gunung es” yaitu masalah Xerophthalmia yang hanya sedikit tampak dipermukaan

Hasil survei nasional xeropthalmia telah menurun dengan tajam 1,3% pada tahun 1978 menjadi 0,33 pada tahun 1992. Dari prevalensi tersebut masalah kurang vitamin A sudah tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat lagi. Namun demikian di beberapa propinsi masih menunjukkan prevalensi yang cukup tinggi seperti di Sulawesi Selatan 2,9% maluku 0,8% dan Sulawesi Tenggara 0,6%. (Depkes. RI., 2000).

Padahal, KVA subklinis yang ditandai dengan rendahnya kadar vitamin A dalam darah masih merupakan masalah besar yang perlu mendapat perhatian. Hal ini menjadi lebih penting lagi, karena erat kaitannya dengan masih tingginya angka penyakit infeksi dan kematian pada balita.

Program penanggulangan Vitamin A di Indonesia telah dilaksanakan sejak tahun 1995 dengan suplementasi kapsul Vitamin A dosis tinggi, untuk mencegah masalah kebutaan karena kurang Vitamin A, dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Pemberian kapsul Vitamin A menunjang penurunan angka kesakitan dan angka kematian anak (30-50%). maka selain untuk mencegah kebutaan, pentingnya vitamin A saat ini lebih dikaitkan dengan kelangsungan hidup anak, kesehatan dan pertumbuhan anak.
Dalam upaya penyediaan vitamin A yang cukup untuk tubuh ditempuh kebijaksanaan sebagai berikut:
1. Peningkatan konsumsi sumber vitamin A alami
2. Fortifikasi vitamin A pada bahan makanan
3. Distribusi vitamin A dosis tinggi secara berkala.

Vitamin A adalah salah satu zat gizi dari golongan vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata (agar dapat melihat dengan baik), dan untuk kesehatan tubuh yaitu meningkatkan daya tahan tubuh, jaringan epitel untuk melawan penyakit misalnya campak, diare dan penyakit infeksi lain.

Vitamin A merupakan zat gizi yang penting (essensial) bagi manusia, karena zat gizi ini tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari luar. Tubuh dapat memperoleh vitamin A melalui:
• Bahan makanan seperti : bayam, daun singkong, pepaya matang, hati, kuning telur dan juga ASI.
• Bahan makanan yang diperkaya dengan vitamin A.
• Kapsul vitamin A dosis tinggi.

Vitamin A atau berdasarkan struktur kimianya disebut Retinol atau Retinal atau juga Asam Retinoat, dikenal dan dipromosikan sebagai faktor pencegahan xeropthalmia, berfungsi untuk pertumbuhan sel epitel dan pengatur kepekaan rangsang sinar pada saraf retina mata, makanya disebut Retinol/Retinal. Jumlah yang dianjurkan berdasarkan Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan (KGA-2004) per hari 400 ug retinol ( baca : ug= mikrogram) untuk anak-anak dan dewasa 500 ug retinol. Sumbernya ada yang hewani sebagai retinol dan ada juga dari nabati sebagai pro vitamin A sebagai karotin, nanti dalam usus dengan bantuan tirosin baru dikonversi menjadi retinol. Larut dalam lemak —— ingat vitamin yang larut dalam lemak yaitu A D E K —– tidak larut dalam air.

CARA PEMBERIAN KAPSUL VITAMIN A

1.Sasaran

1.1.Bayi
Kapsul vitamin A 100.000 SI diberikan kepada semua anak bayi (umur 6-11 bulan) baik sehat maupun sakit.
1.2.Anak Balita
Kapsul vitamin A 200.000 SI diberikan kepada semua anak balita (umur 1-5 tahun) baik sehat maupun sakit.
1.3.Ibu Nifas
Kapsul vitamin A 200.000 SI diberikan kepada ibu yang baru melahirkan (nifas) sehingga bayinya akan memperoleh vitamin A yang cukup melalui ASI.

Catatan :
Untuk keamanan, kapsul vitamin A 200.000 SI tidak diberikan kepada bayi (6-11 bulan) dan ibu hamil karena merupakan kontra indikasi.

2.Dosis Vitamin A

2.1.Secara Periodik
a.Bayi umur 6-11 bulan
Satu kapsul vitamin A 100.000 SI tiap 6 bulan, diberikan secara serentak pada bulan Februari atau Agustus
Kapsul Vitamin A Biru dengan dosis 100.000 IU (30.000 ug retinol) hanya diberikan untuk bayi usia 6-11 bulan (lihat contoh kapsul gambar samping). Dengan kebutuhan 400 ug perhari maka setiap pemberian akan memenuhi 2-3 bulan kedepan.

b.Anak Balita umur 1-5 tahun
Satu kapsul vitamin A 200.000 SI tiap bulan, diberikan secara serentak pada bulan Februari dan Agustus
c.Ibu Nifas
Satu kapsul vitamin A 200.000 SI dalam masa nifas. Kapsul vitamin A diberikan paling lambat30 hari setelah melahirkan.
Kapsul Vitamin A Merah dengan dosis 200.000 IU ( 60.000 ug retinol) hanya diberikan untuk anak balita dan ibu nifas. Kebutuhan vitamin A yang banyak (kelebihan) ini dapat disimpan dihati. Dengan kebutuhan 500 ug perhari maka setiap pemberian akan memenuhi kebutuhan vitamin A 5-6 bulan kedepan. (lihat contoh kapsul gambar samping).

3. Penyimpanan Kapsul
Agar kapsul tidak lekas rusak, penyimpanan harus :
• Tetap dalam botol kemasan yang ditutup rapat; jangan dipindah ke wadah lain seperti kantong plastik atau botol lain.
• Disimpan di tempat yang teduh (tidak terkena sinar matahari), kering, tidak lembab dan mudah diingat.

4. Kejadian Tertentu
a. Xerophthalmia:
Bila ditemukan seseorang dengan salah satu tanda xerophthalmia seperti: buta senja, bercak putih (bercak bitot), mata keruh atau kering:
• Saat ditemukan:segera diberi 1(satu)
kapsul vitamin A 200.000 SI
• Hari berikutnya: 1(satu) kapsul
vitamin A 200.000 SI
• Empat minggu berikutnya: 1(satu) kapsul vitamin A 200.000 SI
b.Campak
Anak yang menderita campak, segera diberi satu kapsul vitamin A 200.000 SI. Untuk bayi diberi satu kapsul vitamin A 100.000 SI.
Catatan:
Bila di suatu desa terdapat “Kejadian Luar Biasa (KLB)” campak, maka sebaiknya seluruh anak balita di desa tersebut masing-masing diberi satu kapsul vitamin A 200.000 SI dan seluruh bayi diberi kapsul vitamin A 100.000 SI.

Pemberian Kapsul vitamin A Dosis Tinggi pada Kasus Xerosis Kornea(X2) ke bawah :
1.Hari pertama (SAAT DITEMUKAN), Berikan 1 kapsul vitamin A sesuai umur :
o Bayi < dari 1 Bulan : ½ kapsul biru (50.000 SI),
o Bayi 6-11 bulan ½ kapsul biru (100.000 SI),
o Anak 12-59 bulan : 1 kapsul merah (200.000 SI),
2.Hari kedua :
o Berikan 1 kapsul vitamin A sesuai umur,
3.Dua minggu kemudian :
o Berikan 1 kapsul vitamin A (sesuai umur)

Dengan Cakupan pemberian vitamin A (minimal 80 %), dari sudut pandang kesehatan masyarakat, bayi dan anak balita akan terlindungi dari kekurangan vitamin A terutama bagi balita dari keluarga menengah kebawah. setiap pemberian akan melindungi balita 6 bulan kedepan.

Namun dalam kenyataannya cakupan pemberian Vitamin A tidak berjalan dengan semestinya. Salah satu penyebab turunnya cakupan pemberian vitamin A balita ini adalah petugas hanya melaksanakan rutinitas kegiatan posyandu, tanpa melakukan lagi upaya penggerakan masyarakat, setelah kapsul dibagikan melalui kader terkadang tidak dilakukan follow up untuk memastikan kapsul sampai ketangan ibu dan diberikan pada sasaran yaitu (bayi, balita dan ibu nifas), sistem manajemen distribusi yang tidak akurat juga pencatatan dan pelaporan yang kurang tidak tepat, jadi jika bulan sebelumnya kunjungan balita di posyandu hanya sekitar 40-70%, maka pada bulan pemberian vitamin A (bulan Pebruari dan Agustus) cakupannya hanya sekitar 40-70 % juga. Apa akibat rendahnya cakupan ini ? akibatnya adalah balita yang tidak mendapat vitamin A, kurang lebih 40 % akan mengalami resiko kekurangan vitamin A, apalagi balita tersebut jarang mengkonsumsi makanan sumber vitamin A. Hal ini harus diantisipasi dengan upaya –upaya khusus:
1. “Sweeping”/Kunjungan Rumah
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemberian kapsul vitamin A.
• Bila masih ada bayi dan anak balita yang belum mendapat kapsul vitamin A pada hari pemberian yang telah ditentukan, perlu dilakukan “Sweeping” yaitu melacak/mencari bayi dan anak balita tersebut untuk diberi kapsul vitamin A, dengan melakukan kunjungan rumah. Diharapkan dengan kegiatan bulan kapsul dan sweeping semua bayi (6-11 bulan) dan anak balita (1-5 tahun) dapat dicakup 100% dengan pemberian kapsul vitamin A.
•“Sweeping”/kunjungan rumah sebaiknya dilakukan segera setelah hari pemberian dan paling lambat sebulan setelahnya. Untuk memudahkan pencatatan dan pelaporan, akhir minggu ketiga bulan Maret (untuk periode Februari) dan akhir minggu ketiga bulan September (untuk periode Agustus) seluruh kegiatan “Sweeping” hendaknya sudah selesai.
• Bila setelah “Sweeping” masih ada anak yang belum mendapat kapsul, maka agar diupayakan lagi meskipun sudah diluar periode pemberian.
Ini perlu dicatat tersendiri dan dilaporkan sebagai cakupan periode berikutnya (lihat Pencatatan dan Pelaporan).sesuai buku pedoman Dep.Kes RI,2002

Ibu Nifas
Pemberian kapsul vitamin A 200.000 SI kepada ibu pada masa nifas dapat diberikan:
• Segera setelah melahirkan, atau
• Pada kunjungan pertama neonatal, atau
Kurang vitamin APada kunjungan kedua neonatal.

2. Penggerakkan Masyarakat/Kampanye
Tujuan pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi dapat tercapai apabila seluruh jajaran kesehatan dan sektor terkait, khususnya yang terlibat dalam program UPGK, menjalankan peranannya dengan baik, dan melibatkan semua pihak yang potensial seperti : kader, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, PKK dan organisasi lainnya.

Kegiatan kampanye bertujuan untuk meningkatkan kepedulian semua pihak yang terkait pada program penanggulangan KVA, termasuk ibu-ibu balita, khususnya pada kegiatan distribusi kapsul vitamin A.

Sebulan menjelang bulan kapsul vitamin A yaitu sekitar bulan Januari dan Juli sampai dengan pelaksanaan distribusi, perlu diadakan gerakan KIE/penyuluhan, berupa kampanye untuk menggerakkan masyarakat di semua tingkat administrasi.

Teori Hukum Mendel

Posted on Updated on

Hukum pewarisan Mendel adalah hukum mengenai pewarisan sifat pada organisme yang dijabarkan oleh Gregor Johann Mendel dalam karyanya ‘Percobaan mengenai Persilangan Tanaman’. Hukum ini terdiri dari dua bagian:
1. Hukum pemisahan (segregation) dari Mendel, juga dikenal sebagai Hukum Pertama Mendel, dan
2. Hukum berpasangan secara bebas (independent assortment) dari Mendel, juga dikenal sebagai Hukum Kedua Mendel.

HUKUM MENDEL PERTAMA

Hukum segregasi bebas (hukum pertama Mendel) menyatakan bahwa pada pembentukan gamet (sel kelamin), kedua gen induk (Parent) yang merupakan pasangan alel akan memisah sehingga tiap-tiap gamet menerima satu gen dari induknya.

Secara garis besar, hukum ini mencakup tiga pokok:
1. Gen memiliki bentuk-bentuk alternatif yang mengatur variasi pada karakter turunannya. Ini adalah konsep mengenai dua macam alel; alel resisif (tidak selalu nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf kecil, misalnya w dan alel dominan (nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf besar, misalnya R).
2. Setiap individu membawa sepasang gen, satu dari tetua jantan misalnya ww dan satu dari tetua betina misalnya RR
3. Jika sepasang gen ini merupakan dua alel yang berbeda (Sb dan sB , alel dominan S atau B) akan selalu terekspresikan (nampak secara visual dari luar). Alel resesif (s atau b) yang tidak selalu terekspresikan, tetap akan diwariskan pada gamet yang dibentuk pada turunannya.

Mendel menarik beberapa kesimpulan dari hasil penelitiannya. Dia menyatakan bahwa setiap ciri dikendalikan oleh dua macam informasi, satu dari sel jantan (tepung sari) dan satu dari sel betina (indung telur di dalam bunga). Kedua informasi ini (kelak disebut plasma pembawa sifat keturunan atau gen) menentukan ciri-ciri yang akan muncul pada keturunan. Sekarang, konsep ini disebut Hukum Mendel Pertama — Hukum Pemisahan.

Untuk setiap ciri yang diteliti oleh Mendel dalam kacang polong, ada satu ciri yang dominan sedangkan lainnya terpendam. Induk “jenis murni” dengan ciri dominan memunyai sepasang gen dominan (AA) dan dapat memberi hanya satu gen dominan (A) kepada keturunannya. Induk “jenis murni” dengan ciri yang terpendam memunyai sepasang gen terpendam (aa) dan dapat memberi hanya satu gen terpendam (a) kepada keturunannya. Maka keturunan generasi pertama menerima satu gen dominan dan satu gen terpendam (Aa) dan menunjukkan ciri-ciri gen dominan. Bila keturunan ini berkembang biak sendiri menghasilkan keturunan generasi kedua, sel-sel jantan dan betina masing-masing dapat mengandung satu gen dominan (A) atau gen terpendam (a). Oleh karenanya, ada empat kombinasi yang mungkin: AA, Aa, aA dan aa. Tiga kombinasi yang pertama menghasilkan tumbuhan dengan ciri dominan, sedangkan kombinasi terakhir menghasilkan satu tumbuhan dengan ciri terpendam.

HUKUM MENDEL KEDUA

Hukum asortasi bebas (hukum kedua Mendel)

Hukum kedua Mendel menyatakan bahwa bila dua individu mempunyai dua pasang atau lebih sifat, maka diturunkannya sepasang sifat secara bebas, tidak bergantung pada pasangan sifat yang lain. Dengan kata lain, alel dengan gen sifat yang berbeda tidak saling memengaruhi. Hal ini menjelaskan bahwa gen yang menentukan e.g. tinggi tanaman dengan warna bunga suatu tanaman, tidak saling memengaruhi.
induk jantan (tingkat 1) mempunyai genotipe ww (secara fenotipe berwarna putih), dan induk betina mempunyai genotipe RR (secara fenotipe berwarna merah). Keturunan pertama merupakan persilangan dari genotipe induk jantan dan induk betinanya, sehingga membentuk 4 individu baru (semuanya bergenotipe wR). Selanjutnya, persilangan/perkawinan dari keturuan pertama ini akan membentuk indidividu pada keturunan berikutnya dengan gamet R dan w pada sisi kiri dan gamet R dan w pada baris atas. Kombinasi gamet-gamet ini akan membentuk 4 kemungkinan individu seperti nampak pada papan catur pada tingkat 3 dengan genotipe: RR, Rw, Rw, dan ww. Jadi pada tingkat 3 ini perbandingan genotipe RR , (berwarna merah) Rw (juga berwarna merah) dan ww (berwarna putih) adalah 1:2:1. Secara fenotipe perbandingan individu merah dan individu putih adalah 3:1.

Persilangan dari induk dengan satu sifat dominan disebut monohibrid, sedang persilangan dari induk-induk dengan dua sifat dominan dikenal sebagai dihibrid, dan seterusnya.

Kemudian Mendel meneliti dua ciri sekaligus, yakni bentuk benih (bundar atau keriput) dan warna benih (kuning atau hijau). Dia menyilang tumbuhan yang selalu menunjukkan ciri-ciri dominan (bentuk bundar dan warna kuning) dengan tumbuhan berciri terpendam (bentuk keriput dan warna hijau). Sekali lagi, ciri terpendam tidak muncul dalam keturunan generasi pertama. Jadi, semua tumbuhan generasi pertama memunyai benih kuning bundar. Namun, tumbuhan generasi kedua memunyai empat macam benih yang berbeda, yakni bundar dan kuning, bundar dan hijau, keriput dan kuning, dan keriput dan hijau. Keempat macam ini dibagi dalam perbandingan 9:3:3:1. Mendel mengecek hasil ini dengan kombinasi dua ciri lain. Perbandingan yang sama muncul lagi.

Perbandingan 9:3:3:1 menunjukkan bahwa kedua ciri tidak saling tergantung, sebab perbandingan 3:1 untuk satu ciri bertahan dalam setiap subkelompok ciri yang lain, dan sebaliknya. Hasil ini disebut Hukum Mendel Kedua — Hukum Ragam Bebas.

Eksperimen Mendel menunjukkan bahwa ketika tanaman induk membentuk sel-sel reproduksi jantan dan betina, semua kombinasi bahan genetik dapat muncul dalam keturunannya, dan selalu dalam proporsi yang sama dalam setiap generasi. Informasi genetik selalu ada meskipun ciri tertentu tidak tampak di dalam beberapa generasi karena didominasi oleh gen yang lebih kuat. Dalam generasi kemudian, bila ciri dominan tidak ada, ciri terpendam itu akan muncul lagi.

Cairan Untuk Penderita DBD

Posted on Updated on

Untuk menghindari keadaan yang tidak diinginkan pada penderita DBD dibutuhkan pertolongan segera dengan memberikan cairan yang dapat mengatasi penurunan yang drastis karena kehilangan plasma sarah

Selain minyak sereh untuk menangkal bahaya DBD, orang sering memanfaatkan kasiat jambu biji. Maklum banyak orang yang mengaku berhasil terselamatkan dari demam berdarah berkat jus jambu biji.

Tertolongnya pasien DBD berkat jambu biji, bisa jadi bukan karena jambunya, tapi karena cairan jus yang masuk ke tubuh pasien dalam jumlah banyak. Cairan itu, apalagi jika diminum sampai 5 atau 6 gelas sehari, amat dibutuhkan pasien yang kehilangan banyak plasma darah akibat penurunan trombosit.

Cairan apa pun, entah air biasa atau air larutan gula dan garam atau jus buah lain bisa membantu proses penyembuhan pasien demam berdarah jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Minuman dalam kemasan kaleng yang mengandung zat elektrolit juga dianjurkan diberikan pada pasien.

Berikut ini beberapa jenis cairan yang bisa diberikan kepada penderita demam berdarah agar terhindar dari kekurangan cairan:

1. Air Kelapa Muda

Badan Pangan Dunia PBB (FAO – Food & Agriculture Organization) mengakui bahwa khasiat air kelapa muda sebagai penghilang dahaga kaya zat elektrolit alami. Zat elektrolit dan gizinya lebih dari sekadar minuman penghilang dahaga produksi pabrik. Disebutkan dalam situs resmi FAO bahwa air kelapa muda itu alami, lezat, kaya garam, gula, dan vitamin yang dibutuhkan atlet kelas Olimpiade maupun para amatir. Bahkan, badan PBB ini telah mematenkan air kelapa muda yang berkhasiat itu.

Di dalam air kelapa muda terkandung mineral kalium, sodium, klorida, dan magnesium. Zat-zat ini adalah elektrolit yang dibutuhkan tubuh untuk membantu mengatasi ancaman syok pada kondisi kekurangan cairan. Selain kalium, juga mengandung gula, vitamin B dan C dan protein. Komposisi gula dan mineral yang terdapat dalam air ini begitu sempurna, sehingga disebutkan memiliki keseimbangan yang mirip dengan cairan tubuh manusia.

2. Air Heksagonal

Pengobatan tradisional Cina selalu menganjurkan konsumsi air “hidup”. Tidak pernah disebutkan maksud “hidup” tersebut. Di Korea, orang yang rajin minum air terjun di pegunungan tetap terjaga kesehatannya, demikian kata Yunjo Chung, MD, dokter dari University of Korea. Air “hidup” mungkin adalah air yang kaya dengan kandungan oksigen seperti air terjun itu.

Korea baru-baru ini berhasil mematenkan teknologi bernama Actimo untuk membuat air “hidup” yang mengandung oksigen dan dijual di seluruh dunia. Menurut mereka, dalam tubuh manusia terdapat dua bentuk senyawa air, pentagonal (segilima) dan heksagonal (segienam).

Pembedaan heksagonal dan pentagonal ini hanya berdasar pada strukturnya. Air pentagonal membentuk rangkaian molekul air dengan ikatan kelompok besar dan tidak stabil. Seperti air putih biasa, air heksagonal ini tidak berasa dan berbau. (baca rubrik Anda Perlu Tahu di SENIOR edisi 290)

3. Jus Buah

Kekurangan cairan karena demam berdarah bisa juga diatasi dengan air jus. Tidak selalu harus jus jambu biji. “Bisa jus pepaya, jeruk, atau jus mangga, asal pasien suka,” tutur Dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K) M.Tro.Pad, seorang dokter spesialis anak.

Kadar air dalam buah berhitung tinggi, yaitu bervariasi antara 65 sampai 92 persen, sehingga bisa menutupi kekurangan cairan akibat merembesnya plasma darah keluar dari pembuluh.

Michael T. Murray, ND, dalam bukunya The Complete Book of Juicing, menulis jus mudah diserap tubuh karena bentuknya yang halus dan cair itu. Zat makanan seperti diketahui diserap usus dalam bentuk jus. Mengonsumsi jus berarti membantu proses pencernaan tubuh dengan mempercepat penyerapan nutrisi kualitas tinggi yang terkandung dalam jus.

4. Jambu Biji

Walau khasiatnya belum teruji secara medis, tidak ada salahnya untuk memberikan jus jambu biji kepada pasien demam berdarah. Sebab, buah eksotis ini mengandung vitamin C yang sangat tinggi.

Vitamin C ini terdapat dalam daging buahnya. Bijinya yang sering tidak dikonsumsi juga mengandung vitaimin C. Disebutkan dalam buku Foods that Heal, Foods that Harm, 90 gram buah jambu biji lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin C pada orang dewasa. Buku itu juga menyebutkan, meski sudah kehilangan hampir 25 persen vitamin karena proses pengolahan, jus jambu biji kemasan kotak masih merupakan sumber vitamin C yang baik.

Berkat kandungan vitamin C dosis tinggi inilah, kekebalan tubuh dalam melawan bakteri akan meningkat. Proses penyembuhan luka pun jadi lebih cepat. Selain itu, tekanan darah juga menjadi lebih baik karena buah ini merupakan sumber potasium yang baik.

Untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal, pilih buah yang baru saja masak dan masih berwarna hijau kekuningan. Bila sudah masak, simpan di lemari es. Jangan lupa cuci dulu sebelum dibuat jus.

5. Alang-Alang

Tanaman liar bernama Latin Imperata cylindrica (L) Beauv ini sudah sering diteliti. Menurut Dr. Setiawan Dalimartha dalam buku Ramuan Tradisional untuk Pengobatan Hepatitis, di luar negeri alang-alang sudah dibuat obat paten.

Penelitian tentang tanaman ini menyebutkan, alang-alang mengandung manitol, glukosa, sakharosa, malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrin, fernenol, simiarenol, anemonin, asam kersik, damar, dan logam alkali. Dilihat dari kandungan-kandungan tersebut, alang-alang bersifat antipiretik (menurunkan panas), diuretik (meluruhkan kemih), hemostatik (menghentikan perdarahan), dan menghilangkan haus.

Pengobatan Cina tradisional menyebutkan, alang-alang memiliki sifat manis dan sejuk. Efek pengobatan tanaman ini memasuki meridian paru-paru, lambung, dan usus kecil. Dengan sifat diuretik yang melancarkan air kencing, alang-alang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit radang ginjal akut.

Sifat diuretik yang mengeluarkan cairan tubuh tak berguna ini bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah yang cenderung tinggi. Sifat hemostatik yang bisa menghentikan perdarahan dapat juga dimanfaatkan untuk mengatasi mimisan dan perdarahan di dalam.

Herbal ini di dalam tubuh akan menyusup ke dalam organ paru-paru, lambung, dan usus kecil. Oleh karena itu, ramuan alang-alang sebaiknya tidak diberikan kepada mereka yang fungsi lambungnya lemah dan sering buang air kecil.

Bagian tanaman alang-alang yang bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah rimpang, baik yang segar maupun yang telah dikeringkan. Bahan alang-alang ini bisa diperoleh di toko obat Cina. Kini bahkan sudah tersedia minuman alang-alang instan yang berkhasiat menghilangkan panas dalam. Minuman instan ini bisa diperoleh di toko jamu atau toko obat Cina.

Cara pemanfaatannya, ambil satu ikat atau gulung akar alang-alang. Cuci dan rebus dalam tiga gelas air hingga tersisa satu gelas. Campur air perasan satu buah jeruk nipis dengan tiga sendok makan air alang-alang tersebut. Pakai seperlunya. Tambahkan pemanis bila ramuan ini ditujukan untuk anak-anak.

6. Angkung

Angkung diyakini bisa membantu menyembuhkan penyakit radang selaput otak, stroke, radang otak, penyakit hati, kejang, dan kekurangan cairan tubuh seperti halnya dalam kasus demam berdarah. Namun, sangat disayangkan harga angkung amat mahal. Harga satu pil angkung mencapai Rp 250 ribu. Angkung ini biasanya dijual dalam kemasan pil di toko obat Cina.

Untuk membelinya harus hati-hati karena di pasaran ditengarai banyak angkung palsu. Ciri-ciri angkung asli antara lain pil terbungkus kertas keemasan setelah dibuka dari kotaknya. Wujud pil angkung mirip jenang atau dodol, lentur tetapi mudah dipatahkan. Ciri lainnya, cepat sekali larut bila diseduh dengan air panas, bahkan dalam waktu kurang dari 1 menit. Ciri keaslian yang mudah dikenali dari kemasan luar adalah label dan tanda hologram produsennya.

Selain harganya yang mahal, manfaat angkung tidak langsung terasa setelah minum satu atau dua butir. “Angkung baru terasa khasiatnya untuk mengatasi penyakit berat setelah diminum secara teratur 6 sampai 8 butir pil setiap hari,” kata Sinse Johanes, yang berpraktik di daerah Kalibesar Timur, Jakarta Barat.

7. Daun Dewa

Tumbuhan daun dewa bisa juga dipergunakan sebagai pengganti angkung. Tanaman ini berbentuk semak. Daun adalah bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat.

Herba ini dikenal kaya dengan berbagai kandungan kimia seperti saponin, minyak asiri, flavonoid, dan tanin. Dengan kandungan kimia tersebut tumbuhan ini bermanfaat sebagai anticoagulant (mencairkan bekuan darah), menghentikan perdarahan, menghilangkan panas, membersihkan racun.

Tumbuhan dewa ini juga telah tersedia di toko obat Cina dalam bentuk kapsul. Harganya relatif lebih murah dibanding angkung.

Sumber : Sehat & Bugar