Pelaksanaan IVA Dalam Screening Ca. Serviks

Posted on Updated on

Pelaksanaan IVA Dalam Screening Ca Serviks
Oleh: Elvi Zuliani

PENGERTIAN
IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) merupakan skrining yang masih bersifat Opurtunistik. Penggunaan Asam Asetat (Cuka) akan menjelaskan perbedaan struktur sel dan absorpsi sehingga bila terdapat sel prakanker akan berubah menjadi putih. Nilai sensitivitas IVA memang lebih baik meskipun sepesifitasnya lebih rendah (Emilia,2010)
Metode screening yang sudah diadaptasi oleh Kementrian Kesehatan selain metode lain yang sudah diterapkan oleh level rumah sakit—adalah metode IVA untuk level puskesmas. Meski lebih murah ketimbang pap smear yang bisa mencapai ratusan ribu, metode IVA memiliki sensitivitas cukup tinggi.
IVA merupakan cara yang relatif murah, mudah, dan dapat dilakukan oleh bidan atau tenaga medis puskesmas. Prinsif kerja pemeriksaan ini adalah dengan cara mengoles mulut rahim dengan asam asetat (Nurcahyo, 2010).
IVA adalah merupakan metode untuk mendeteksi dini kanker leher rahim yang murah meriah menggunakan asam asetat 3-5% dan tergolong sederhana dan memiliki keakuratan 90% (Fitramaya,2009)
Setiap warga negara berhak atas fasilitas kesehatan memadai dengan harga yang juga terjangkau. Untuk deteksi kanker serviks, metode IVA yang tergolong murah diharapkan dapat menyentuh banyak perempuan.

PELAKSANAAN PROGRAM IVA YANG ADA:

Skrining kanker serviks melalui metode IVA tengah digaungkan oleh sejumlah praktisi kesehatan,khususnya yang tergabung dalam organisasi yang bekerja untuk penanggulangan penyakit kanker, seperti Yayasan Kanker Indonesia, IPKASI, dan Female Cancer Program. Sejatinya, semua pihak harus ikut berperan dalam menanggulangi kanker.

Praktisi kesehatan,aktivis kanker,ataupun para survivor tak akan berhasil mencapai tujuan mereka bila tak didukung oleh pemerintah, begitu pula sebaliknya. Kementerian Kesehatan sendiri tidak menutup mata akan kondisi memprihatinkan yang disebabkan oleh kanker, terutama kanker serviks.Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih bersama jajarannya telah bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menanggulangi kanker yang masuk kategori penyakit tidak menular sejak 2005. Sejumlah program pencegahan sudah dibuat,baik yang primer, sekunder, maupun tersier. “Angka kematian kini sudah bergeser ke penyakit tidak menular, seperti kanker serviks ini.
Menurut data tahun 2007, kanker serviks diderita oleh 17,6% per 100.000 perempuan,” “Program pencegahan untuk kanker antara lain dengan deteksi dini.Khusus kanker serviks, bisa dengan IVA.Metode IVA kini sudah diterapkan di 14 provinsi dengan 48 kabupaten atau kota,” Program pencegahan yang disebut See & Treat itu sudah dijalankan di sejumlah wilayah seperti Jakarta,Tasikmalaya, dan Tabanan di Provinsi Bali.Di Tabanan misalnya, sejak 2009 sudah dilaksanakan layanan skrining lewat metode IVA di 114 puskesmas.

SYARAT MENGIKUTI IVA TEST ADALAH:
A. Sudah pernah melakukan hubungan seksual
B. Tidak sedang datang bulan/haid
C. Tidak sedang hamil
D. 24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual

KLASIFIKASI IVA SESUAI TEMUAN KLINIS (SEE AND TRET,2007)
1. Hasil tes – Positif : DITEMUKAN Plak putih yang tebal atau epitel acetowhite, biasanya dekat SCJ
2. Hasil Tes Negatif : Ditemukan pertemuan polos dan halus, berwarna merah jambu: ectropion, polyp,cervicitis, inflammantion, Nabothian cysts
3. Kanker : DTEMUKAN KLinis Massa mirip kembang kol atau bisul
iva. ElviZ@sehati
Orang-Orang yang dirujuk untuk kelanjutan Tes IVA bila Ditemukan:
a. Diduga Kanker Cervix
b. Lesi > 75%
c. Lesi > 2 mm melebihi cryoprobe
d. Lesi meluas sampai dinding vagina
e. Hamil (> 20 minggu)

Untuk mensukseskan pendeteksian dini Ca. Cervix ini sudah seharusnya setiap orang ikut berpartisipasi dalam pensosialisasian pelaksanaan program IVA srining test ini, dengan harapan setiap wanita mewaspadai akan kesehatan diri sendiri. ” Mencegah adalah tidakan bijaksana untuk kelaksungan hidup sehat, ini lebih baik daripada mengobati”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s